Minggu, 31 Januari 2010
Inspirasi waktu
WAKTU ITU KEMATIAN
“Selamat ulang tahun” Itulah kalimat yang sering kita dengar ketika seseorang menyelenggarakan acara ulang tahun. Bernarkah tahun itu berulang? Kalau memang berulang, kenapa tidak ada tahun yang sama? Lalu apa sebenarnya hakekat waktu tersebut?
Secara umum waktu dipahami secara siklik (lingkaran) karena bumi mengelilingi matahari secara melingkar sesuai dengan orbitnya.. Satu putara penampakan matahari selama 24 jam disebut satu hari. Kita tahu dalam sehari selalu ada siang dan malam. Bila satu putaran siang-malam sudah terlewati maka hari itu disebut kemarin dan satu putaran berikutnya disebut hari esok. Hai itu terus berulang berlangsung seperti itu. Nama hari dalam seminggu seperti Senin, Selasa dan sebagainya akan datang setiap tujuh hari. Begitu juga bulan Januari, akan datang setiap tahun. Setahun merupakan putaran yang berlangsung selama 360 hari. Setiap tahun seseorang yang tanggal lahirnya muncul lagi disebut ulang tahun. Maka teman dan kerabat akan mengucapkan ”Selamat Ulang Tahun”. Pemahaman waktu yang berulang secara siklik akan muncullah anggapan selalu ada hari esok. Besok masih ada waktu. Hal ini menimbulakan kecendrungan bagi seseorang melakukan penundaan, bermalas-malasan dan aktiitas memperlambat lainnya untuk menghambat kemajuan dengan alasan besok masih ada waktu. Mengapa harus tergesa-gesa toh juga watu itu tidak akan hilang. Itulah kalimat paforit yang paling disenangi oleh seorang pemalas.
Di lain pihak ada yang memahami waktu secara linier( berjalan lurus). Linier ini ada dua yaitu linien ke belakang (retrolinier) ada yang linier ke depan (prolinier). Banyak orang mengatakan waktu itu sudah lewat, waktu sudah berlalu,. sejarah masa lalu tinggal kenangan. Pertanyaanya apakah kita sudah mengisi waktu yang sudah berlalu itu dengan sejarah kebaikan? Sejarah akan mencatat apapun yang sudah kita lakukan, baik berupa kemuliaan maupun kejahatan pasti akan terdokumentasi oleh sang waktu. Noda buruk yang sudah kita lakukan tidak akan pernah terbersihkan secara tuntas karena kita tidak bisa berjalan mundur terhadap perjalanan sang waktu yang selalu menuju ke depan. Namun bagi penganut paham optimisme mereka akan selalu bersemangat menyongsong hari depan penuh harapan. Waktu ke depan adalah kesempatan untuk membuat sejarah, Sehingga hidup menjadi lebih bergairah. Ke depan atau ke belakang dalam memahami waktu tidaklah begitu penting, yang terpenting adalah apa hakekat waktu itu sebenarnya?
Waktu itu adalah kematian. Bagi setiap manusia normal selalu akan mati. Ada yang cepat ada yang di panggil lebil lambat. Semakin banyak waktu yang kita lewati semakin sedikit sisa waktu yang masih tersedia untuk tinggal di bumi. Tuhan menyediakan waktu yang berbeda bagi setiap umatnya. Namun masing-masing negara mempunyai angka kematian rata-rata penduduk yang sering disebut umur harapan hidup. Bila umur harapan hidup itu 65 tahun, dan ketika umur kita sekarang 40 tahun maka umur yang tersisa masih 35 tahun. Dari 35 tahun itulah setiap waktu yang terlewat merupakan kematian kita. Bila besok umur masih tersisa 35 tahun kurang satu hari. Tahun depan secara normal masi diberikan kesempatan hidup lagi 34 tahun dan terus berkurang seiring perjalanan waktu. Maka setiap waktu yang terlewatkan sebenarnya merupakan kematia bagi kita. Maka orang yang berulang tahun itu adalah umurnya mulai berkurang bukannya umurnya bertambah. Masalah utamanya bukan bertambah atau berkurangnya umur, akan tetapi yang paling mendasar adalah sudahkah kematian itu diisi dengan kebaikan? Janganlah menunda berbuat baik, karena kita sebenarnya sudah mati! Jangan takut dengan kematian tetapi takutlah karena mati tidak sempat berbuat baik!
ORANG SIBUK BANYAK WAKTU
Orang yang sibuk banyak punya waktu, dia bisa lebih banyak berkarya, kadang kala lebih rajin mengikuti kegiatan social dan spiritual. Dia sangat trampil mengatur setiap waktu yang ada. Semua waktu akan terisi dengan penuh maanfaat. Bahkan setiap kegiatan yang dilakukan. sering lebih berprestasi dibandingkan dengan orang pemalas yang punya banyak waktu. Orang-orang yang sibuk tidak jarang mempunyai banyak profesi yang dilakukan secara aktif. Seperti ada orang disampaing sebagi pejabat pemerintahan , dia juga aktif sebagai dosen, juga di luar dinas sebagai pengusaha sukses. Di beberapa organisasi sosial bahkan dia biasanya sebagai pengurus. Orang-orang sperti ini umumnya selalu haus akan ilmu pengetahuan maka di sela-sela kesibukannya yang begitu padat tidak jarang juga mengikuti kuliah malam di sebuah universitas yang mempunyai program khusus untuk para eksekutif.
Di sisi lain ada banyak orang tidak memanfaatkan waktunya dengan kegiatan positif. Mereka banyak yang terlena bahwa kita ini sebenranya dibatasi oleh umur, dengan tanpa merasa kehilangan kesempatan, mereka menyia-nyiakan hidup dengan bermalas-malasan. Walaupun manusia secara normal membutuhkan waktu istirahat 7 – 8 jam sehari, kelompok pemalas ini akan menghabiskan waktunya dengan tidur-tiduran bahkan bisa sampai setengah hari, sehari bahkan berhari-hari bermalas-malasan. Kalaupun mereka aktif biasanya mengikuti kegiatan yang bersifat hura-hura. Bersenang-senagn itu wajar tapi akan menjadi tidak wajar kalau kalau masa mudanya di gunakan untuk behura-hura, setelah tua baru bekerja keras. Itu namanya terlambat bertobat. Masa muda untuk bertobat masa tua sebenarnya hanya ntuk bersyukur. Bertobatlah selagi masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki dan bersyukurlah setelah waktu pertobatan sudah habis.
Kalau dicatat orang yang sibuk secara positif akan mempunyai jadwal kegiatan tersendiri. Setiap jam akan dimanfaatkan dengan maksimal. Sedangkan si pemalas walaupun ada banyak waktu tetapi sepertinya tidak punya waktu untuk kegiatan ke hal-hal yang positif seperti kegiatan sosial, acara spiritual apalagi perbuatan menuju sebuah prestasi. Ternyata orang sibuk itu akan selalu mengusahakan waktu untuk dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik, Dia akan selalu punya waktu unutuk berbuat menuju kebaikan, Sedangkan pemalas akan selalu tidak punya waktu bila ada kegiatan yang sifatnya positif. Mereka lebih nikmat tidur dan bermalas-malasan di rumah atau di rumah temenya yang juga pemalas dibandingkan harus mengikuti kegiatan sosial, kegiatan spiritual atau kegiatan positif lainnya.
Dan secara akademis biasanya orang sibuk lebih berprestasi dibandingkan dengan pemalas. Orang yang kuliah sambil bekerja tidak jarang nilainya lebih bagus dibandingkan dengan yang tidak punya kegiatan sampingan sama sekali. Buka masalah sibuk atau tidak, masalah sebenarnya adalah pemanfaatan waktu secara efektif dan efesien. Orang yang hidupnya selalu kepepet, pemikirannya akan lebih berkembang dibandingkan dengan orang yang selalu hidupnya aman dan nyaman. Melatih diri memanagement waktu adalah kunci keberhasilan. Kesimpulannya adalah Orang rajin sangat sedikit waktunya bersantai, tetapi banyak punya waktu berbuat hal positif, Pemalas banyak punya waktu luang, tetapi sedikit waktu berbuat positif.
“Selamat ulang tahun” Itulah kalimat yang sering kita dengar ketika seseorang menyelenggarakan acara ulang tahun. Bernarkah tahun itu berulang? Kalau memang berulang, kenapa tidak ada tahun yang sama? Lalu apa sebenarnya hakekat waktu tersebut?
Secara umum waktu dipahami secara siklik (lingkaran) karena bumi mengelilingi matahari secara melingkar sesuai dengan orbitnya.. Satu putara penampakan matahari selama 24 jam disebut satu hari. Kita tahu dalam sehari selalu ada siang dan malam. Bila satu putaran siang-malam sudah terlewati maka hari itu disebut kemarin dan satu putaran berikutnya disebut hari esok. Hai itu terus berulang berlangsung seperti itu. Nama hari dalam seminggu seperti Senin, Selasa dan sebagainya akan datang setiap tujuh hari. Begitu juga bulan Januari, akan datang setiap tahun. Setahun merupakan putaran yang berlangsung selama 360 hari. Setiap tahun seseorang yang tanggal lahirnya muncul lagi disebut ulang tahun. Maka teman dan kerabat akan mengucapkan ”Selamat Ulang Tahun”. Pemahaman waktu yang berulang secara siklik akan muncullah anggapan selalu ada hari esok. Besok masih ada waktu. Hal ini menimbulakan kecendrungan bagi seseorang melakukan penundaan, bermalas-malasan dan aktiitas memperlambat lainnya untuk menghambat kemajuan dengan alasan besok masih ada waktu. Mengapa harus tergesa-gesa toh juga watu itu tidak akan hilang. Itulah kalimat paforit yang paling disenangi oleh seorang pemalas.
Di lain pihak ada yang memahami waktu secara linier( berjalan lurus). Linier ini ada dua yaitu linien ke belakang (retrolinier) ada yang linier ke depan (prolinier). Banyak orang mengatakan waktu itu sudah lewat, waktu sudah berlalu,. sejarah masa lalu tinggal kenangan. Pertanyaanya apakah kita sudah mengisi waktu yang sudah berlalu itu dengan sejarah kebaikan? Sejarah akan mencatat apapun yang sudah kita lakukan, baik berupa kemuliaan maupun kejahatan pasti akan terdokumentasi oleh sang waktu. Noda buruk yang sudah kita lakukan tidak akan pernah terbersihkan secara tuntas karena kita tidak bisa berjalan mundur terhadap perjalanan sang waktu yang selalu menuju ke depan. Namun bagi penganut paham optimisme mereka akan selalu bersemangat menyongsong hari depan penuh harapan. Waktu ke depan adalah kesempatan untuk membuat sejarah, Sehingga hidup menjadi lebih bergairah. Ke depan atau ke belakang dalam memahami waktu tidaklah begitu penting, yang terpenting adalah apa hakekat waktu itu sebenarnya?
Waktu itu adalah kematian. Bagi setiap manusia normal selalu akan mati. Ada yang cepat ada yang di panggil lebil lambat. Semakin banyak waktu yang kita lewati semakin sedikit sisa waktu yang masih tersedia untuk tinggal di bumi. Tuhan menyediakan waktu yang berbeda bagi setiap umatnya. Namun masing-masing negara mempunyai angka kematian rata-rata penduduk yang sering disebut umur harapan hidup. Bila umur harapan hidup itu 65 tahun, dan ketika umur kita sekarang 40 tahun maka umur yang tersisa masih 35 tahun. Dari 35 tahun itulah setiap waktu yang terlewat merupakan kematian kita. Bila besok umur masih tersisa 35 tahun kurang satu hari. Tahun depan secara normal masi diberikan kesempatan hidup lagi 34 tahun dan terus berkurang seiring perjalanan waktu. Maka setiap waktu yang terlewatkan sebenarnya merupakan kematia bagi kita. Maka orang yang berulang tahun itu adalah umurnya mulai berkurang bukannya umurnya bertambah. Masalah utamanya bukan bertambah atau berkurangnya umur, akan tetapi yang paling mendasar adalah sudahkah kematian itu diisi dengan kebaikan? Janganlah menunda berbuat baik, karena kita sebenarnya sudah mati! Jangan takut dengan kematian tetapi takutlah karena mati tidak sempat berbuat baik!
ORANG SIBUK BANYAK WAKTU
Orang yang sibuk banyak punya waktu, dia bisa lebih banyak berkarya, kadang kala lebih rajin mengikuti kegiatan social dan spiritual. Dia sangat trampil mengatur setiap waktu yang ada. Semua waktu akan terisi dengan penuh maanfaat. Bahkan setiap kegiatan yang dilakukan. sering lebih berprestasi dibandingkan dengan orang pemalas yang punya banyak waktu. Orang-orang yang sibuk tidak jarang mempunyai banyak profesi yang dilakukan secara aktif. Seperti ada orang disampaing sebagi pejabat pemerintahan , dia juga aktif sebagai dosen, juga di luar dinas sebagai pengusaha sukses. Di beberapa organisasi sosial bahkan dia biasanya sebagai pengurus. Orang-orang sperti ini umumnya selalu haus akan ilmu pengetahuan maka di sela-sela kesibukannya yang begitu padat tidak jarang juga mengikuti kuliah malam di sebuah universitas yang mempunyai program khusus untuk para eksekutif.
Di sisi lain ada banyak orang tidak memanfaatkan waktunya dengan kegiatan positif. Mereka banyak yang terlena bahwa kita ini sebenranya dibatasi oleh umur, dengan tanpa merasa kehilangan kesempatan, mereka menyia-nyiakan hidup dengan bermalas-malasan. Walaupun manusia secara normal membutuhkan waktu istirahat 7 – 8 jam sehari, kelompok pemalas ini akan menghabiskan waktunya dengan tidur-tiduran bahkan bisa sampai setengah hari, sehari bahkan berhari-hari bermalas-malasan. Kalaupun mereka aktif biasanya mengikuti kegiatan yang bersifat hura-hura. Bersenang-senagn itu wajar tapi akan menjadi tidak wajar kalau kalau masa mudanya di gunakan untuk behura-hura, setelah tua baru bekerja keras. Itu namanya terlambat bertobat. Masa muda untuk bertobat masa tua sebenarnya hanya ntuk bersyukur. Bertobatlah selagi masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki dan bersyukurlah setelah waktu pertobatan sudah habis.
Kalau dicatat orang yang sibuk secara positif akan mempunyai jadwal kegiatan tersendiri. Setiap jam akan dimanfaatkan dengan maksimal. Sedangkan si pemalas walaupun ada banyak waktu tetapi sepertinya tidak punya waktu untuk kegiatan ke hal-hal yang positif seperti kegiatan sosial, acara spiritual apalagi perbuatan menuju sebuah prestasi. Ternyata orang sibuk itu akan selalu mengusahakan waktu untuk dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik, Dia akan selalu punya waktu unutuk berbuat menuju kebaikan, Sedangkan pemalas akan selalu tidak punya waktu bila ada kegiatan yang sifatnya positif. Mereka lebih nikmat tidur dan bermalas-malasan di rumah atau di rumah temenya yang juga pemalas dibandingkan harus mengikuti kegiatan sosial, kegiatan spiritual atau kegiatan positif lainnya.
Dan secara akademis biasanya orang sibuk lebih berprestasi dibandingkan dengan pemalas. Orang yang kuliah sambil bekerja tidak jarang nilainya lebih bagus dibandingkan dengan yang tidak punya kegiatan sampingan sama sekali. Buka masalah sibuk atau tidak, masalah sebenarnya adalah pemanfaatan waktu secara efektif dan efesien. Orang yang hidupnya selalu kepepet, pemikirannya akan lebih berkembang dibandingkan dengan orang yang selalu hidupnya aman dan nyaman. Melatih diri memanagement waktu adalah kunci keberhasilan. Kesimpulannya adalah Orang rajin sangat sedikit waktunya bersantai, tetapi banyak punya waktu berbuat hal positif, Pemalas banyak punya waktu luang, tetapi sedikit waktu berbuat positif.
Kamis, 28 Januari 2010
inspirasi belajar
SAYA PESAING UTAMAKU
Ketika masih bersekolah, yang menjadi pesaing utama untuk mendorong kemajuan adalah teman sekelas. Sering saya iri ketika SD teman saya sudah bisa naik pesawat udara berangkat ke Jakarta untuk mewakili olympiade Matematika. Padahal kemampuan secara akademis tidak jauh berbeda dengan saya. Maka saya berusaha belajar lebih giat lagi, memang saya dendam denganya, tetapi dalam arti positif. Dengan emosi yang meledak-ledak di SMP saya mulai bisa mengalahkannya, saya selalu menduduki rengking tiga besar bahkan tidak jarang saya menjadi juara umum di sekolah. Teman saya mulai tidak kelihatan bahkan rengking dikelaspun dia tidak pernah ia dapatkan. Setelah tamat SMP sangat kasihan melihat nasib Sang Juara matematika ketika SD tidak bisa melanjutkan lagi karena dia harus berjuang untuk ekonomi keluarga. Saya sangat bersyukur bisa melanjutkan ke Sekolah Keperawatan dan setelah tamat saya langsung diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Setelah bekerja saya mulai menemukan pesaing baru, dimana teman-teman sekantor selalu mebuat saya iri hati. Mereka yang seprofesi, hidupnya jauh lebih baik dari saya.. Mereka bisa membeli mobil bagus. Beberapa dari mereka rumahnya sudah cukup mewah dengan pekarangan nan asri. Saya mulai bertanya kenapa mereka seangkatan ketika sekolah di keperawata bisa sehebat itu? Semenjak menikah saya mulai berjuang keras. Bersama istri saya selain sebagai Pegawai Negeri Sipil juga berusaha mengembangkan bisnis. Setelah sepuluh tahun baru kami bisa membuktikan. Dari hasil kerja keras itu kami sudah mempunyai beberapa perusahaan, kami bisa membeli beberapa tempat strategis di kota. Anak-anak bersekolah bisa kami antar dengan mobil pribadi. yang cukup mewah. Dan kami pun bisa tidur bersama keluarga di rumah berlantai tiga. Sedang teman yang saya kagumi dulu hidupnya tetap seperti itu. Rumah dan mobilnya juga belum diganti. Hidupnya tidak ada perkembangan yang berarti. Kami sekarang sudah bisa melebihi kehidupan teman saya se kantor tadi.
Mencari pesaing ke luar ternyata tidak cukup kuat untuk memberikan motivasi hidup di jaman global ini. Setelah menjadi orang tua dari dua putra dan seorang putri saya baru sadar bahwa pesaing utamaku adalah diri saya sendiri. Untuk mendorong kemajuanku ternyata saya harus bersaing dengan diri saya sendiri. Saya harus bersaing dengan umur yang selalu berjalan cepat. Bersaing dengan kondidsi kesehatan yang mulai menurung. Bersaing dengan semangat yang lama-lama mulai menudar. Dan yang paling penting bersaing dengan keadaan biaya yang terus bertambah seiring dengan tuntutan biaya sekolah anak-anak yang semakin membengkak. Maka dari itu dibutuhkan kecepatan, semangat dan pengorbanan yang tinggi untuk berjuang menuju puncak karer kehidupan.
Memenangkan persaingan dengan diri sendirilah yang paling berat. Saya berusaha menumbuhkan motivasi dalam diri agar terus mau melanjutkan sekolah sampai anak-anak kuliah nanti. Ketika anak-anak mulai kuliah saya harus rela memberikan kesempatan kepada mereka untuk maju. Kalau nanti anak-anak sudah bekerja dan kesehatan memungkinkan, saya akan melanjutkan kuliah lagi. Kalau saya bersaing dengan teman-teman atau orang lain pastilah setelah pensiun tidak ada pesaing lagi karena mereka umumnya memnganggap setelah pensiun perjuangan sudah berakhir. Padaha sebenarnya perjuangan baru dimulai karena setelah pensiun kita bisa kuliah sesuai hobi dan kesenangan. Kalau masih kerja orang berjuang keras karena tuntutan pekerjaan. Bahkan banyak orang sering terpaksa melanjutkan sekolah karena tututan kareer dan penghasilan. Nah kalau setelah pesiun kita bisa kuliah ini sangat bagus untuk menyalurkan kesenangan dan hobi. Semoga dengan bersaing positif kita selalu siap bersaing dengan diri sendiri! Selamat menemukan pesaing utama!
BEKERJA BELAJAR, PENSIUN KULIAH
Semenjak mulai bekerja di sebuah instansi pemerintah, saya sangatlah hobi belajar. Dua tahun semenjak diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil saya rajin mengikuti khursus singkat seperti khursus bahasa. Inggris, Bahasa Jepang dan sebagainya. Kemudian sambil bekerja saya memutuskan untuk melanjutka ke perguruan tingi. mengambil Program S1 jurusan Kependidikan Bahasa Inggris. Tamat Sarjana pendididkan saya melanjutkan lagi Program S1 jurusan Ekonomi. Saya kemudia berhenti sementara dengan memberikan kesempatan kepada istri untuk melanjutkan pendidikan profesi tiga tahun ke akademi kebidanan. Setelah istri saya lulus mewnjadi seorang bidan, saya melanjutkan lagi sekolah profesi D3 Keperawatan.
Pada pertemuan kuliah perdana di sekolah D3 Keperawata, kami ditanya oleh Dosen.”Apa alasan Bapak/Ibu ikut kuliah lagi padahal sudah bekerja, usianya sudah pada tua-tua, bahkan sampai meninggalkan anak dan keluarga segala. Bapak/Ibu masih juga semangat untuk belajar?” Teman saya rata rata menjawab bahwa mereka kuliah lagi karena ingin menambah pengetahuan, pengalaman, skill. Disamping itu juga ingin menambah teman, meningkatkan kareer, pangkat, golongan dan sebagainya. Ketika tiba giliran saya di tanya seperti itu. Jawaban saya adalah.”Saya ke kampus untuk bersenang-senang karena belajar hobi saya.” Semua teman di kelas terdiam dan beberapa menoleh dengan tatapan seperti menyangsikan jawaban yang saya ucapkan. Kemudia saya jelaskan lagi bahwa menuntut ilmu itu kewajiban karena tututan pekerjaan. Saya tidak akan menghentikan langkah saya terus menuntut ilmu sebelum anak saya kuliah. Sekarang saat masih bekerja saya wajib belajar. Saya akan kuliah sebenarnya setelah saya pensiun nanti karena jurusan yang diambil bisa sesuai dengan hobi dan kesenangan. Sehingga kuliah yang sebenarnya adalah di saat pensiun nanti.
Kemudian saya buktikan bahwa sebelum di wisuda, hanya dengan surat keterangan lulus saya mencoba mengikuti testing Si Keperawata di sebuah Universitas terkenal. Bersyukurlah sekarang saya diterima bahkan sudah mulai kuliah di S1 Keperawata. Stiap berangkat kuliah saya selalu melakoni dengan senang hati. Hidup ini harus diisi dengan hala-hal yang menyenangkan. Dengan modal ke kampus untuk bersenang-senang beban belajar menjadi lebih ringan. Di universitas bukanlah ditentukan oleh oleh kepinteran IQ saja akan tetapi yang paling utama adalah keulatan daya juang dan kegigihan. Di universitas asal mau mengikuti dan selalu berusaha pasti berhasil, walaupun berapa kali nilai tidak bagus akan bisa bagus dengan mengikuti remidi dan belajar lebih giat lagi. Banyak orang gagal di perguruan tinggi bukan semata-mata kerena bodoh akan tetapi lebih banyak karena putus asa, malas, tidak konsentrasi atau salah pergaulan.
Selama saya masih bekerja saya akan berusaha belajar sampai tingkat pendidikan tertinggi. Target ahkir saya harap bisa mencapai jenjang pendidikan S2 atau S3. Saya memang sedang mengusahakan agar setelah tamat S1 nanti bisa kuliah di luar daerah atau luar negeri. Memang belajar selama masih bekerja adalah merupakan kewajiban pekerjaan untuk menuntut ilmu pengetahuan. Namun belajar yang sebenarnya adalah bila tidak ada tekanan baik dari pekerjaan maupun kepentingan pihak lain. Maka kuliah setelah pensiun adalah belajar yang sebenarnya karena akan memilih jurusan sesuai hobi dan kesenangan. Di saat inilah ke kampus unutuk bersenang-senang yang sebenarnya terwujud. Selamat ke kampus untuk bersenang-senang!
KALAH PRESTASI MENANG PRESTISE
Pada acara pengenalan program study di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehat saya bertemu dengan teman seangkatan waktu Sekolah Perawat dulu. Setelah hampir delapan belas tahun tidak betemu, dengan gaya penuh percaya diri saya bertanya, ”Apakah kamu juga ikut kuliah D3 Keperawatan seperti saya?” Dengan senyum nyengir seperti meledek dia berkata,” Memang dulu kamu lebih pintar, selalu berprestasi rengking tiga besar di kelas, tetapi sekarang kan kalah prestise dengan saya. Kenyataannya sekarang saya kan lebih dulu menjadi sarjana. Saya sekarang Mahasiswa SI Keperawatan di sini.” Mendengar jawaban teman saya seperti itu saya jadi sangat malu. Setelah kuliah D3 Keperawatan saya lebih malu lagi karena tidak bisa meraih rengking satu di kampus. walaupun pernah menduduki rengking tiga di kelas. Karena saya ingat dengan teman saya yang dulu walaupun dikelas selalu her (nilainya jelek), tetapi sekarang duluan S1 Keperawatan, maka mulai saya bertekad walaupun kalah dalam prestasi saya akan berusaha agar bisa menang dalam prestise. Maka sebelum saya tamat, bermodalkan surat keterangan lulus saya mencoba ikut testing di program S1 Keperawatan di Universitas Negeri yang sangat terkenal di Bali dan saya ternyata diterima. Saya sangat bersyukur walaupun kalah prestasi akan tetapi saya akhirnya duluan sebagai Sarjana Keperawatan dibandingkan dengan Sang Juara.
Dari cerita nyata di atas dapat diambil suatu pelajaran bahwa ternyata ada banyak cara unutk berjuang selain lewat prestasi juga bisa dengan mengejar prestise. Prestasi adalah suatu keberhasilan tertinggi yang bisa dicapai seseorang dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki atau dibandingkan dengan kemampuan orang lain Prestasi bersifat vertikal yang hanya menghasilkan satu orang sebagai juara satu. Prestasi biasanya selalu berhubungan dengan keberhasilan di bidang kompetisi kecerdasan, ketrampilan dan kekuatan. Seperti berprestasi menjadi juara dalam suatu pringkat keberhasilan. Orang yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan. Sedangkan prestise adalah suatu kehormatan bergengsi karena kedudukan, peningkatan level pendidikan, jabatan, kareer, kedudukan dan status sosial yang dapat meningkatkan harga diri seseorang. Untuk prestise bersifat horisontal karena kelebihannya itu menyebabkan seseorang patut dihargai.
Banyak orang di sekolah berprestasi tetapi tidak mampu berprestise di masyarakat. Ada orang di sekolah tidak pernah berprestasi namun setelah di masyarakat tidak jarang menjadi orang berprestise, sukses dalam bisnis, mempunyai kedudukan yang cukup bergengsi di masyarakat sehingga menjadikan dirinya lebih dipandang dibangdingkan teman lainya. Ini sering terjadi dimana sang juara di sekolah kadang kala tidak menjadi apa-apa di masyarakat, hidupnya bisa-biasa saja. Maka jangan rendah diri kalau kalah prestasi di sekolah karena ada jalur perjuangan lagi yaitu melalui perlombaan dalam meraih prestise tertinggi di masyarakat.
Perjuangan prestasi ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan sedangkan pencapaian prestise lebih ditekankan pada keberanian dan keuletan berusaha tanpa kenal lelah. Orang-orang yang berhasil mempunyai prestise di masyakrakat kebanyakan karena orangnya berani mengambil resiko dalam hidupnya, selalu mencari solusi terbaik dari setiap masalah yang dihadapi dan berusaha terus-menerus sampai target yang dicita-citakan tercapai.
Memang yang ideal itu adalha agar bisa berprestasi sekaligus mendapatkan prestise. Namun kalau belum bisa berprestasi atau kalah dalam prestasi, masih ada jalan lain untuk sukses yaitu dengan berjuang untuk meraih prestise. Setelah punya prestise seperti sukses dalam kekayaan, jabatan dan status soaial kemungkinan untuk hidup berprestasi di bidang tersebut lebih mudah dicapai. Jadi wlaupun kalah dalam prestasi kita masih bisa menang dalam prestise dan setelah punya prestise baru berusaha mengejar prestasi. Selamat berprestasi dan berprestise!
Ketika masih bersekolah, yang menjadi pesaing utama untuk mendorong kemajuan adalah teman sekelas. Sering saya iri ketika SD teman saya sudah bisa naik pesawat udara berangkat ke Jakarta untuk mewakili olympiade Matematika. Padahal kemampuan secara akademis tidak jauh berbeda dengan saya. Maka saya berusaha belajar lebih giat lagi, memang saya dendam denganya, tetapi dalam arti positif. Dengan emosi yang meledak-ledak di SMP saya mulai bisa mengalahkannya, saya selalu menduduki rengking tiga besar bahkan tidak jarang saya menjadi juara umum di sekolah. Teman saya mulai tidak kelihatan bahkan rengking dikelaspun dia tidak pernah ia dapatkan. Setelah tamat SMP sangat kasihan melihat nasib Sang Juara matematika ketika SD tidak bisa melanjutkan lagi karena dia harus berjuang untuk ekonomi keluarga. Saya sangat bersyukur bisa melanjutkan ke Sekolah Keperawatan dan setelah tamat saya langsung diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Setelah bekerja saya mulai menemukan pesaing baru, dimana teman-teman sekantor selalu mebuat saya iri hati. Mereka yang seprofesi, hidupnya jauh lebih baik dari saya.. Mereka bisa membeli mobil bagus. Beberapa dari mereka rumahnya sudah cukup mewah dengan pekarangan nan asri. Saya mulai bertanya kenapa mereka seangkatan ketika sekolah di keperawata bisa sehebat itu? Semenjak menikah saya mulai berjuang keras. Bersama istri saya selain sebagai Pegawai Negeri Sipil juga berusaha mengembangkan bisnis. Setelah sepuluh tahun baru kami bisa membuktikan. Dari hasil kerja keras itu kami sudah mempunyai beberapa perusahaan, kami bisa membeli beberapa tempat strategis di kota. Anak-anak bersekolah bisa kami antar dengan mobil pribadi. yang cukup mewah. Dan kami pun bisa tidur bersama keluarga di rumah berlantai tiga. Sedang teman yang saya kagumi dulu hidupnya tetap seperti itu. Rumah dan mobilnya juga belum diganti. Hidupnya tidak ada perkembangan yang berarti. Kami sekarang sudah bisa melebihi kehidupan teman saya se kantor tadi.
Mencari pesaing ke luar ternyata tidak cukup kuat untuk memberikan motivasi hidup di jaman global ini. Setelah menjadi orang tua dari dua putra dan seorang putri saya baru sadar bahwa pesaing utamaku adalah diri saya sendiri. Untuk mendorong kemajuanku ternyata saya harus bersaing dengan diri saya sendiri. Saya harus bersaing dengan umur yang selalu berjalan cepat. Bersaing dengan kondidsi kesehatan yang mulai menurung. Bersaing dengan semangat yang lama-lama mulai menudar. Dan yang paling penting bersaing dengan keadaan biaya yang terus bertambah seiring dengan tuntutan biaya sekolah anak-anak yang semakin membengkak. Maka dari itu dibutuhkan kecepatan, semangat dan pengorbanan yang tinggi untuk berjuang menuju puncak karer kehidupan.
Memenangkan persaingan dengan diri sendirilah yang paling berat. Saya berusaha menumbuhkan motivasi dalam diri agar terus mau melanjutkan sekolah sampai anak-anak kuliah nanti. Ketika anak-anak mulai kuliah saya harus rela memberikan kesempatan kepada mereka untuk maju. Kalau nanti anak-anak sudah bekerja dan kesehatan memungkinkan, saya akan melanjutkan kuliah lagi. Kalau saya bersaing dengan teman-teman atau orang lain pastilah setelah pensiun tidak ada pesaing lagi karena mereka umumnya memnganggap setelah pensiun perjuangan sudah berakhir. Padaha sebenarnya perjuangan baru dimulai karena setelah pensiun kita bisa kuliah sesuai hobi dan kesenangan. Kalau masih kerja orang berjuang keras karena tuntutan pekerjaan. Bahkan banyak orang sering terpaksa melanjutkan sekolah karena tututan kareer dan penghasilan. Nah kalau setelah pesiun kita bisa kuliah ini sangat bagus untuk menyalurkan kesenangan dan hobi. Semoga dengan bersaing positif kita selalu siap bersaing dengan diri sendiri! Selamat menemukan pesaing utama!
BEKERJA BELAJAR, PENSIUN KULIAH
Semenjak mulai bekerja di sebuah instansi pemerintah, saya sangatlah hobi belajar. Dua tahun semenjak diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil saya rajin mengikuti khursus singkat seperti khursus bahasa. Inggris, Bahasa Jepang dan sebagainya. Kemudian sambil bekerja saya memutuskan untuk melanjutka ke perguruan tingi. mengambil Program S1 jurusan Kependidikan Bahasa Inggris. Tamat Sarjana pendididkan saya melanjutkan lagi Program S1 jurusan Ekonomi. Saya kemudia berhenti sementara dengan memberikan kesempatan kepada istri untuk melanjutkan pendidikan profesi tiga tahun ke akademi kebidanan. Setelah istri saya lulus mewnjadi seorang bidan, saya melanjutkan lagi sekolah profesi D3 Keperawatan.
Pada pertemuan kuliah perdana di sekolah D3 Keperawata, kami ditanya oleh Dosen.”Apa alasan Bapak/Ibu ikut kuliah lagi padahal sudah bekerja, usianya sudah pada tua-tua, bahkan sampai meninggalkan anak dan keluarga segala. Bapak/Ibu masih juga semangat untuk belajar?” Teman saya rata rata menjawab bahwa mereka kuliah lagi karena ingin menambah pengetahuan, pengalaman, skill. Disamping itu juga ingin menambah teman, meningkatkan kareer, pangkat, golongan dan sebagainya. Ketika tiba giliran saya di tanya seperti itu. Jawaban saya adalah.”Saya ke kampus untuk bersenang-senang karena belajar hobi saya.” Semua teman di kelas terdiam dan beberapa menoleh dengan tatapan seperti menyangsikan jawaban yang saya ucapkan. Kemudia saya jelaskan lagi bahwa menuntut ilmu itu kewajiban karena tututan pekerjaan. Saya tidak akan menghentikan langkah saya terus menuntut ilmu sebelum anak saya kuliah. Sekarang saat masih bekerja saya wajib belajar. Saya akan kuliah sebenarnya setelah saya pensiun nanti karena jurusan yang diambil bisa sesuai dengan hobi dan kesenangan. Sehingga kuliah yang sebenarnya adalah di saat pensiun nanti.
Kemudian saya buktikan bahwa sebelum di wisuda, hanya dengan surat keterangan lulus saya mencoba mengikuti testing Si Keperawata di sebuah Universitas terkenal. Bersyukurlah sekarang saya diterima bahkan sudah mulai kuliah di S1 Keperawata. Stiap berangkat kuliah saya selalu melakoni dengan senang hati. Hidup ini harus diisi dengan hala-hal yang menyenangkan. Dengan modal ke kampus untuk bersenang-senang beban belajar menjadi lebih ringan. Di universitas bukanlah ditentukan oleh oleh kepinteran IQ saja akan tetapi yang paling utama adalah keulatan daya juang dan kegigihan. Di universitas asal mau mengikuti dan selalu berusaha pasti berhasil, walaupun berapa kali nilai tidak bagus akan bisa bagus dengan mengikuti remidi dan belajar lebih giat lagi. Banyak orang gagal di perguruan tinggi bukan semata-mata kerena bodoh akan tetapi lebih banyak karena putus asa, malas, tidak konsentrasi atau salah pergaulan.
Selama saya masih bekerja saya akan berusaha belajar sampai tingkat pendidikan tertinggi. Target ahkir saya harap bisa mencapai jenjang pendidikan S2 atau S3. Saya memang sedang mengusahakan agar setelah tamat S1 nanti bisa kuliah di luar daerah atau luar negeri. Memang belajar selama masih bekerja adalah merupakan kewajiban pekerjaan untuk menuntut ilmu pengetahuan. Namun belajar yang sebenarnya adalah bila tidak ada tekanan baik dari pekerjaan maupun kepentingan pihak lain. Maka kuliah setelah pensiun adalah belajar yang sebenarnya karena akan memilih jurusan sesuai hobi dan kesenangan. Di saat inilah ke kampus unutuk bersenang-senang yang sebenarnya terwujud. Selamat ke kampus untuk bersenang-senang!
KALAH PRESTASI MENANG PRESTISE
Pada acara pengenalan program study di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehat saya bertemu dengan teman seangkatan waktu Sekolah Perawat dulu. Setelah hampir delapan belas tahun tidak betemu, dengan gaya penuh percaya diri saya bertanya, ”Apakah kamu juga ikut kuliah D3 Keperawatan seperti saya?” Dengan senyum nyengir seperti meledek dia berkata,” Memang dulu kamu lebih pintar, selalu berprestasi rengking tiga besar di kelas, tetapi sekarang kan kalah prestise dengan saya. Kenyataannya sekarang saya kan lebih dulu menjadi sarjana. Saya sekarang Mahasiswa SI Keperawatan di sini.” Mendengar jawaban teman saya seperti itu saya jadi sangat malu. Setelah kuliah D3 Keperawatan saya lebih malu lagi karena tidak bisa meraih rengking satu di kampus. walaupun pernah menduduki rengking tiga di kelas. Karena saya ingat dengan teman saya yang dulu walaupun dikelas selalu her (nilainya jelek), tetapi sekarang duluan S1 Keperawatan, maka mulai saya bertekad walaupun kalah dalam prestasi saya akan berusaha agar bisa menang dalam prestise. Maka sebelum saya tamat, bermodalkan surat keterangan lulus saya mencoba ikut testing di program S1 Keperawatan di Universitas Negeri yang sangat terkenal di Bali dan saya ternyata diterima. Saya sangat bersyukur walaupun kalah prestasi akan tetapi saya akhirnya duluan sebagai Sarjana Keperawatan dibandingkan dengan Sang Juara.
Dari cerita nyata di atas dapat diambil suatu pelajaran bahwa ternyata ada banyak cara unutk berjuang selain lewat prestasi juga bisa dengan mengejar prestise. Prestasi adalah suatu keberhasilan tertinggi yang bisa dicapai seseorang dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki atau dibandingkan dengan kemampuan orang lain Prestasi bersifat vertikal yang hanya menghasilkan satu orang sebagai juara satu. Prestasi biasanya selalu berhubungan dengan keberhasilan di bidang kompetisi kecerdasan, ketrampilan dan kekuatan. Seperti berprestasi menjadi juara dalam suatu pringkat keberhasilan. Orang yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan. Sedangkan prestise adalah suatu kehormatan bergengsi karena kedudukan, peningkatan level pendidikan, jabatan, kareer, kedudukan dan status sosial yang dapat meningkatkan harga diri seseorang. Untuk prestise bersifat horisontal karena kelebihannya itu menyebabkan seseorang patut dihargai.
Banyak orang di sekolah berprestasi tetapi tidak mampu berprestise di masyarakat. Ada orang di sekolah tidak pernah berprestasi namun setelah di masyarakat tidak jarang menjadi orang berprestise, sukses dalam bisnis, mempunyai kedudukan yang cukup bergengsi di masyarakat sehingga menjadikan dirinya lebih dipandang dibangdingkan teman lainya. Ini sering terjadi dimana sang juara di sekolah kadang kala tidak menjadi apa-apa di masyarakat, hidupnya bisa-biasa saja. Maka jangan rendah diri kalau kalah prestasi di sekolah karena ada jalur perjuangan lagi yaitu melalui perlombaan dalam meraih prestise tertinggi di masyarakat.
Perjuangan prestasi ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan sedangkan pencapaian prestise lebih ditekankan pada keberanian dan keuletan berusaha tanpa kenal lelah. Orang-orang yang berhasil mempunyai prestise di masyakrakat kebanyakan karena orangnya berani mengambil resiko dalam hidupnya, selalu mencari solusi terbaik dari setiap masalah yang dihadapi dan berusaha terus-menerus sampai target yang dicita-citakan tercapai.
Memang yang ideal itu adalha agar bisa berprestasi sekaligus mendapatkan prestise. Namun kalau belum bisa berprestasi atau kalah dalam prestasi, masih ada jalan lain untuk sukses yaitu dengan berjuang untuk meraih prestise. Setelah punya prestise seperti sukses dalam kekayaan, jabatan dan status soaial kemungkinan untuk hidup berprestasi di bidang tersebut lebih mudah dicapai. Jadi wlaupun kalah dalam prestasi kita masih bisa menang dalam prestise dan setelah punya prestise baru berusaha mengejar prestasi. Selamat berprestasi dan berprestise!
Rabu, 20 Januari 2010
inspirasi kebenaran
KEBENARAN HAKIKI
Banyak orang bingung mencari kebenaran. Ada yang datang ke lembaga hukum seperti pengadilan, ada yang mencari kedalam dirinya sendiri dan ada pula yang menyerahkannya ke Sang Pencipta. Apakah sekarang ini kebenaran masih ada? Di manakah mereka berada? Kebenaran yang manakah semestinya kita pakai pegangan hidup?
Ketika seorang mencari kedalam dirinya sendiri, kebenaran itu berwujud baik - buruk yang bersifat subyektif. Bentuk nyatanya hanya berupa persepsi seseorang saja. Orintasi kebenaran hanya satu pihak, yaitu diri sendiri. Ia akan berkata, “Menurut saya itu benar”.
Dan bila dicari di meja hijau kita akan temukan kebenaran itu berwujud undang undang yang mengatur benar-salah. Dan dibuat sekelompok orang. Kebenaran disini hanya berupa kesepakatan sekelompok orang yang meyakini hal itu benar. Orientasinya dua pihak yaitu pihak diri sendiri dan pihak lain yang sepakan membenarkanya. Mereka akan berkata, “Itu kebenaran menurut kami”. Kesepakatan ini bersifat berjenjang. Kebenaran di tingkat bawah tidak selalu sama dengan kebenaran di tingkat berikutnya tergantung kesepakatan mereka yang ada di masing-masing tingkatan. Benar yang dinyatakan sekelompok orang di pengadilan tingkat bawah belum tentu dibenarkan oleh kelompok lebih tinggi. Begiti juga benar yang dikatakan oleh kelompk A belum tentu benar di kelompok B. Dalam pengambilan keputusan yang paling dianggap benar dan baik di masyarakat demokrasi, kebenaran akan dikukur dengan suara terbanyak. Kelompok yang lebih besar akan selalu menjadi lebih benar dari pada yang jumlahnya lebih kecil. Sehingga kwantitas lebih berpengaruh dari pada kwalitas.
Dan bila kebenara itu mengacu kepada Sang Pencipta kebenaran itu sendiri, maka kebenaran itu akan berwujud kemuliaan-kejahatan. Pelangggaran kebenaran Tuhan disebut kejahatan dan semua yang mengacu kepada kebenaran yang kekal dan berlaku untuk semua umat manusia bahkan berlaku juga kepada semua mahluk hidup disebut kemuliaan. Jadi kemuliaan adalah sebuah kebenaran yang baik dan dianut oleh seluruh umat manusia yang bersifat universal. Wujudnya berupa kemuliaan. Kebenaran ini baik untuk pihak sendiri, pihak lain dan juga untuk alam semesta. Munculah istilah “Kebenaran menurut kita”. Inilah kebenaran yang hakiki. Kemuliaan tidak pilih kasih. Selalu adil unutuk semua orang. Inilah kebenaran sejati yang berasal dari Sang Pencipta. Ketika kebenaran itu ditujukan untuk memuliakan umat manusia akan bisa mewujudkan kedamaian dunia dan kesejahtraan semua umat manusia. Masihkah kita bingung mencari kebenaran? Apakah kita memilih kebenaran yang bersifat baik-buruk, benar-salah atau kemuliaan-kejahatan? Kitalah yang menentukan. Akhir kata terimalah salam kemuliaan semoga semua sejahtra, hidup bahagia dan damai selalu.
SEMUA ILMU BAIK
Pada awalnya mengenal seminar, saya amatlah selektif dalam memilih materi apa yang akan diikuti, bahkan saya harus tahu seberapa terkenal narasumbernya. Setelah hampir lima tahun saya selalu rajin mengikuti seminar, seiring dengan peningkatnya tarap hidup maka saya mulai mewajibkan diri untuk seminar minimal sebulan sekali. Lama-lama mulai saya menyadari bahwa setiap ilmu yang dijelaskan dalam seminar pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ilmu sebagai suatu keyakinan dan ilmu sebagai pengetahuan.
Ilmu sebagai suatu keyakinan adalah bertujuan untuk membentuk atau menambah keyakinan yang dianut seseorang. Karena ada hubungannya dengan keyakinan itulah banyak orang berpikir ulang bila mengikuti sebuah seminar yang tidak sesuai dengan keyakinan yang dianutnya.
Sedangkan kalau ilmu sebagai suatu pengetahuan adalah suatu ilmu untuk menambah pemahaman seseorang terhadap suatu hal. Sebagai suatu pengetahuan, ilmu itu semuanya baik, Ilmu yang dikatakan negative atau positif, pengetahuan kejahatan atau kebaikan serta ilmu tentang racun dan pengobatan pada dasarnya tidak ada perbedaan. Karena ilmu yang dianggap negative bisa menjadi positif bila diarahkan ke hal-hal yang baik, begitu juga sebaliknya. Semua ilmu itu sumbernya juga dari Tuhan. Orang mau jahat juga berdoa pada tuhan agar kejahatannya berhasil. Begitu juga orang mulia juga sering berdoa agar doanya terkabulkan.
Sekarang setelah kita mempelajari semua ilmu baik ilmu positif atau negative, maka kita akan berjalan mengarungi kehidupan ini. Dalam perjalanan akan selalu menemukan persimpangan jalan kehidupan yaitu ke kanan dan ke kiri. Jurusan ke arah kanan untuk kemuliaan dan ke arah kiri untuk kejahatan. Kita memilih arah ke kanan atau ke kiri. tergantung keputusan kita masing masing. Yang jelas kemanapun arah yang akan ditempuh selalu akan diikuti konsekwensi yang harus ditanggung. Hidup itu adalah sebuah pilihan mau memilih ke arah manapun itu semua kita yang menentukan. Ingin menjadi orang baik silahkan ke arah kanan dan kalau ingin jadi penjahat silahkan ke kiri.
Akhir-akhir ini saya mulai lebih yakin lagi bahwa semua ilmu itu baik. Setelah saya mengikuti semua jenis seminar. Dulu memang setiap akan datang ke sebuah seminar pasti saya mempertimbangkan apa judul dari seminar yang diikuti. Semenjak mualai memiliki pemahaman bahwa semua ilmu itu baik saya sudah tidak mempertimbangkan lagi apa judul seminar tersebut. Bahkan saya pernah mengikuti seminar tanpa tahu judul sebelumnya. Kadang-kadang saya juga mengikuti seminar dari sebuah keyakinan yang berbeda dengan yang saya anut. Saya menganggapnnya apa yang disampaikan itu sebuah ilmu pengetahuan tambahan. Keyakinan itu bersifat individu tidak bisa ditentukan oleh manusia. Manusia bisa memberitahukan sebuah keyakinan tertentu tetapi jiwanya sudah punya pilihan keyakinan yang melekat dari sebelumnya.
Untuk menentukan pilihan apakah kita ke kanan atau ke kiri setelah memiliki banyak ilmu pengetahuan maka dituntut suatu kebijaksanaan. Pertanyaannya bagaimana caranya agar selalu mampu berjalan ke arah kanan atau menuju kemuliaan? Kebijaksanaan yang tinggi adalah modal utama mengarahkan manusia selalu berjalan menuju kemuliaan. Kebijaksanaan itu timbul dari pengalaman, pemahaman, kemampuan mengendalikan diri dan selalu mempercayai bisikan kebenaran. jiwa, bukan keinginan pikiran dan nafsu badan belaka. Kunci utamanya adalah mengendalikan diri sebagai pondasi utama kebijaksanaan.
Banyak orang bingung mencari kebenaran. Ada yang datang ke lembaga hukum seperti pengadilan, ada yang mencari kedalam dirinya sendiri dan ada pula yang menyerahkannya ke Sang Pencipta. Apakah sekarang ini kebenaran masih ada? Di manakah mereka berada? Kebenaran yang manakah semestinya kita pakai pegangan hidup?
Ketika seorang mencari kedalam dirinya sendiri, kebenaran itu berwujud baik - buruk yang bersifat subyektif. Bentuk nyatanya hanya berupa persepsi seseorang saja. Orintasi kebenaran hanya satu pihak, yaitu diri sendiri. Ia akan berkata, “Menurut saya itu benar”.
Dan bila dicari di meja hijau kita akan temukan kebenaran itu berwujud undang undang yang mengatur benar-salah. Dan dibuat sekelompok orang. Kebenaran disini hanya berupa kesepakatan sekelompok orang yang meyakini hal itu benar. Orientasinya dua pihak yaitu pihak diri sendiri dan pihak lain yang sepakan membenarkanya. Mereka akan berkata, “Itu kebenaran menurut kami”. Kesepakatan ini bersifat berjenjang. Kebenaran di tingkat bawah tidak selalu sama dengan kebenaran di tingkat berikutnya tergantung kesepakatan mereka yang ada di masing-masing tingkatan. Benar yang dinyatakan sekelompok orang di pengadilan tingkat bawah belum tentu dibenarkan oleh kelompok lebih tinggi. Begiti juga benar yang dikatakan oleh kelompk A belum tentu benar di kelompok B. Dalam pengambilan keputusan yang paling dianggap benar dan baik di masyarakat demokrasi, kebenaran akan dikukur dengan suara terbanyak. Kelompok yang lebih besar akan selalu menjadi lebih benar dari pada yang jumlahnya lebih kecil. Sehingga kwantitas lebih berpengaruh dari pada kwalitas.
Dan bila kebenara itu mengacu kepada Sang Pencipta kebenaran itu sendiri, maka kebenaran itu akan berwujud kemuliaan-kejahatan. Pelangggaran kebenaran Tuhan disebut kejahatan dan semua yang mengacu kepada kebenaran yang kekal dan berlaku untuk semua umat manusia bahkan berlaku juga kepada semua mahluk hidup disebut kemuliaan. Jadi kemuliaan adalah sebuah kebenaran yang baik dan dianut oleh seluruh umat manusia yang bersifat universal. Wujudnya berupa kemuliaan. Kebenaran ini baik untuk pihak sendiri, pihak lain dan juga untuk alam semesta. Munculah istilah “Kebenaran menurut kita”. Inilah kebenaran yang hakiki. Kemuliaan tidak pilih kasih. Selalu adil unutuk semua orang. Inilah kebenaran sejati yang berasal dari Sang Pencipta. Ketika kebenaran itu ditujukan untuk memuliakan umat manusia akan bisa mewujudkan kedamaian dunia dan kesejahtraan semua umat manusia. Masihkah kita bingung mencari kebenaran? Apakah kita memilih kebenaran yang bersifat baik-buruk, benar-salah atau kemuliaan-kejahatan? Kitalah yang menentukan. Akhir kata terimalah salam kemuliaan semoga semua sejahtra, hidup bahagia dan damai selalu.
SEMUA ILMU BAIK
Pada awalnya mengenal seminar, saya amatlah selektif dalam memilih materi apa yang akan diikuti, bahkan saya harus tahu seberapa terkenal narasumbernya. Setelah hampir lima tahun saya selalu rajin mengikuti seminar, seiring dengan peningkatnya tarap hidup maka saya mulai mewajibkan diri untuk seminar minimal sebulan sekali. Lama-lama mulai saya menyadari bahwa setiap ilmu yang dijelaskan dalam seminar pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ilmu sebagai suatu keyakinan dan ilmu sebagai pengetahuan.
Ilmu sebagai suatu keyakinan adalah bertujuan untuk membentuk atau menambah keyakinan yang dianut seseorang. Karena ada hubungannya dengan keyakinan itulah banyak orang berpikir ulang bila mengikuti sebuah seminar yang tidak sesuai dengan keyakinan yang dianutnya.
Sedangkan kalau ilmu sebagai suatu pengetahuan adalah suatu ilmu untuk menambah pemahaman seseorang terhadap suatu hal. Sebagai suatu pengetahuan, ilmu itu semuanya baik, Ilmu yang dikatakan negative atau positif, pengetahuan kejahatan atau kebaikan serta ilmu tentang racun dan pengobatan pada dasarnya tidak ada perbedaan. Karena ilmu yang dianggap negative bisa menjadi positif bila diarahkan ke hal-hal yang baik, begitu juga sebaliknya. Semua ilmu itu sumbernya juga dari Tuhan. Orang mau jahat juga berdoa pada tuhan agar kejahatannya berhasil. Begitu juga orang mulia juga sering berdoa agar doanya terkabulkan.
Sekarang setelah kita mempelajari semua ilmu baik ilmu positif atau negative, maka kita akan berjalan mengarungi kehidupan ini. Dalam perjalanan akan selalu menemukan persimpangan jalan kehidupan yaitu ke kanan dan ke kiri. Jurusan ke arah kanan untuk kemuliaan dan ke arah kiri untuk kejahatan. Kita memilih arah ke kanan atau ke kiri. tergantung keputusan kita masing masing. Yang jelas kemanapun arah yang akan ditempuh selalu akan diikuti konsekwensi yang harus ditanggung. Hidup itu adalah sebuah pilihan mau memilih ke arah manapun itu semua kita yang menentukan. Ingin menjadi orang baik silahkan ke arah kanan dan kalau ingin jadi penjahat silahkan ke kiri.
Akhir-akhir ini saya mulai lebih yakin lagi bahwa semua ilmu itu baik. Setelah saya mengikuti semua jenis seminar. Dulu memang setiap akan datang ke sebuah seminar pasti saya mempertimbangkan apa judul dari seminar yang diikuti. Semenjak mualai memiliki pemahaman bahwa semua ilmu itu baik saya sudah tidak mempertimbangkan lagi apa judul seminar tersebut. Bahkan saya pernah mengikuti seminar tanpa tahu judul sebelumnya. Kadang-kadang saya juga mengikuti seminar dari sebuah keyakinan yang berbeda dengan yang saya anut. Saya menganggapnnya apa yang disampaikan itu sebuah ilmu pengetahuan tambahan. Keyakinan itu bersifat individu tidak bisa ditentukan oleh manusia. Manusia bisa memberitahukan sebuah keyakinan tertentu tetapi jiwanya sudah punya pilihan keyakinan yang melekat dari sebelumnya.
Untuk menentukan pilihan apakah kita ke kanan atau ke kiri setelah memiliki banyak ilmu pengetahuan maka dituntut suatu kebijaksanaan. Pertanyaannya bagaimana caranya agar selalu mampu berjalan ke arah kanan atau menuju kemuliaan? Kebijaksanaan yang tinggi adalah modal utama mengarahkan manusia selalu berjalan menuju kemuliaan. Kebijaksanaan itu timbul dari pengalaman, pemahaman, kemampuan mengendalikan diri dan selalu mempercayai bisikan kebenaran. jiwa, bukan keinginan pikiran dan nafsu badan belaka. Kunci utamanya adalah mengendalikan diri sebagai pondasi utama kebijaksanaan.
Selasa, 19 Januari 2010
inspirasi tujuan hidup
TUJUAN PERTAMA HIDUP
YANG UTAMA MATI
Selama manusia masih hidup akan selalu berusaha menjadikan dirinya lebih baik. Melalui belajar mereka berharap bisa berubah. Dari yang tidak tahu menjadi bisa mengerti tentang suatu hal. Dari yang dulunya menderita menjadi hidup lebih sejahtera. Banyak orang tahu tujuan mereka bekerja keras akan tetapi sangat sedikit orang mengerti apa tujuan hidup ini? Dan yang paling penting adalah apa sebenarnya tujuan setelah mati? Maka banyak orang bingung karena tidak mengetahui tujuan hidup dan kematiannya nanti.
Tujuan pertama kita dilahirkan ke dunia ini adalah agar menjadi orang baik, berguna di masyarakat dan bermanfaat untuk orang lain Orang tua selalu mengharapkan anaknya kelak menjadi orang sukses. Mereka membesarkan, mendidik dan menyekolahkan agar kelak menjadi orang yang berguna di masyarakat. Setelah dewasa dan menjadi orang yang berhasil kemudian banyak orang mulai binggung kemana perjalan kita setelah menjadi orang sukses. Karena masalah yang paling banyak timbul adalah saat mencapai puncak kesuksesan.
Tujuna utama manusia akan ketemu setelah kematian. Semua kebaikan yang kita lakukan adalah bertujuan agar kelak di dunia akhirat bisa diterima di sisi-Nya bahkan bisa menyatu dengan Sang Pencipta. Maka tidak jarang banyak orang mulai mempelajari tentang hakekat hidup di dunia ini. Hidup ini adalah semu. Obyek duniawi adalah ilusi yang sewaktu-waktu akan hilang begitu saja. Yang kekal adalah sang roh. Kita akan mencapai kebahagian sejati setelah kematian yaitu roh kita bisa di terima di Istana Tuhan bahkan sampai bisa menyatu dengan-Nya. Kalau semua orang-orang yang baik itu menyatu dengan Sang Pencipta lalu siapa yang akan menolong mereka yang terlalu terlena dengan ikatan nafsu duniawi dan hidupnya penuh dosa di bumi ini? Tuhan menciptakan umat manusia agar bisa saling menolong kalau orang-orang paling bisa menolong umat manusia tidak perduli dengan sesamanya yang masih terbelenggu dengan kesenangan duniawi maka bumi ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang serakah penuh nafsu dan berlumuran dosa. Bagaimana tanggung jawab orang-orang yang hebat bisa menyatu dengan Sang Pencipta?
Orang-orang yang sangat mulia mempunyai tujuan berbeda dengan kebanyakan orang. Pada umumnya setelah kematian nanti tidak menginginkan kembali lagi lahir ke bumi dan hanya mau di istana sorga untuk tinggal di sisi-Nya bahkan kalau bisa menyatu dengan Beliau Yang Kekal. Seorang spiritual Tibet yang disucikan umat dunia dalam doanya selau mengatakan ”Ya, Tuhan! selama masih ada umat manusia mendiami bumi ini, perkenankan saya untuk dilahirkan kembali agar bisa membantu mereka menuju istana kemuliaan-Mu!’. Salah satu ciri utama orang mulia adalah tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri, dirinya hanya diabdikan untuk orang lain. Dan selalu mendoakan seluruh dunia beserta isinya bahagia. Dia akan bahagia setelah melihat orang lain bahagia. Dia akan pergi paling belakang setelah semua orang berjalan menuju ke tempat yang kekal. Orang-orang suci mulia dari jaman terciptanya manusia sampai sekarang kebanyakan mempunyai misi seperti itu. Jadi tujuan yang paling mulia adalah agar diberikan kesempatan lahir kembali untuk membantu umat manusia agar bisa menyadari hakekat hidup dan juga mati. Semoga kebingungan hidup bisa berkurang dengan semakin mengerti tujuan kematian yang sesungguhnya!
AKU DAN DIA
Ketika anak saya berumur tiga tahun sifatnya sangat egois. Setiap ada mainan yang disukai selalu dianggap miliknya. Semua yang ada menganggap dirinya yang punya.. ”Ini aku yang punya, ini bapakku, rumah ini milikku, semua ini adalah miliku.” Inilah celotehan lugu yang sering kita dengar dari sifat psikologis alamiah seorang anak. Rasa keakuan inilah yang kadang kala masih melekat sampai dewasa. Sifat keakuan yang dominan dalam hidup akan melahirkan sifat egois, mau menang sendiri. Psikologi alami anak-anak ini bila masih mendominasi sampai dewasa akan melahirkan prilaku anti toleransi karena memiliki anggapan hanya aku yang ada
Setelah mulai agak besar, ketika mereka punya mainan yang harus dimainakan berpasangan atau berkelompok, yang pasti ia mulai membutuhkan teman bermain. Disinilah mulai kita menyadari bahwa pentingnya keberadaan teman sebagai partner. Keberadaan kita mulai membutuhkan keberadaan orang lain (dia). Maka kita mulai menyadari aku dan dia ada. Semua teman-teman yang datang bermain adalah karena kita yang menginginkan, mengundang, mendatangkan. Sehingga kedatangan dia merupakan akibat dari keberadaan kita. Kita akan membilang dia ada karena aku ada.
Selesai bermain dengan teman-teman kita mulai pulang. Di rumah ketemu orang tua. Keberadaan orang tua akan menyadarkan bahwa merekalah yang melahirkan, merawat dan membesarkan sampai kita menjadi seperti sekarang. Keberadaan kita ini adalah hasil bentukan, tuntunan dan arahan kedua orang tua. Dari kenyataan ini kita baru akan menyadari bahwa keberadaan aku karena keberadaan kedua orang tua kita. Keberadaan orang tua dengan cita kasihnya menghendaki lahiran kita ke dunia. Maka dari itu aku ada karena dia ada.
Seiring bertambahnya usia kita mulai mencari tahu keberadaan kita dan orang tua sebenarnya berasal dari mana? Semua kehidupan ini siapa yang menciptakan? Kita mulai mempelajari sesuatu yang tidak ada tetapi dipercaya bahwa itu ada. Semakin jauh kita mencari tentang keberadaan kita semakin sadar apa yang ada di dunia ini adalah berasal dari zat yang tidak ada (tidak terlihat tetapi dipercaya ada). Maka dari pencarian ini akan menyadarkan bahwa diriku sebenarnya berasal dari dia (Tuhan). Maka dapat kita katakana bahwa aku ada dari dia yang tidak ada (Tuhan).
Semakin tua usia kita semakin menyadari keberadaan kita yang sebenarnya. Hukum kehidupan menyebutkan bahwa kita dilahirkan untuk hidup, setelah hidup kita akan pulang bersama kematian. Bagi sebagian yang percaya dengan keberadaan Yang Agung maka ketika kita meninggal, walaupun tubuh hancur berkalang tanah dan lenyap bersama angin. Tetapi ketidak beradaan kita di dunia ini sebenarnya semua sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta. Kapan waktunya kita pulang ke akhirat itu semua sudah terjadwal di kantor Malikat pencabut nyawa. Kematian yang sebenarnya adalah ketidak beradaan manusia secara fisik untuk menuju keberadaan yang kekal (Tuhan). Akhirnya kita akan sadar bahwa aku tiada karena dia ada (keberadaan yang kekal)
Perjalanan rohani setelah kematian adalah untuk menuju Sang Penyebab keberadaan itu sendiri. Maka banyak orang melakukan pendakian rohani. Melalui usaha yang keras dan penuh disiplin serta perjalanan menuju kemuliaan akan mengatarkan roh kita menuju tempat yang kekal. Rohani yang sifatnya kekal itu mempunyai kecendrungan untuk menyatu dengan Kekekalan itu sendiri. Keberadaanku sebagai unsur roh dalam tingkatan pendakian spiritual tertinggi akan menyatu dengan keberadaan dia sebagai unsur penyebab dari semua unsure yang ada. Kesadaran orang-orang mulia yang sangat suci akan akan memiliki pemahaman bahwa aku dan dia tiada untuk menjadi yang kekal adanya (lenyap bersatu menjadi Yang Esa).
Dari evolusi rohani di atas kita akan mendapat gambaran bahwa keberadaan kita di dunia ini adalah untuk menunggu ketidakberadaan menuju keberadaan yang kekal. Akhirnya kita mulai bisa menyadari perjalanan rohani manusia adalah aku dan dia ada juga tiada untuk kekal adanya. Namun yang kekal itu ternyata perubahan. Apakah sebaiknya setelahkita mencapai kekekalan itu kita harus kembali menjadi manusia agar bisa bersatu dan menolong orang yang belum mencapai kekkalan untuk menujuk Yang Kekal itu? Terserah pembaca!
YANG UTAMA MATI
Selama manusia masih hidup akan selalu berusaha menjadikan dirinya lebih baik. Melalui belajar mereka berharap bisa berubah. Dari yang tidak tahu menjadi bisa mengerti tentang suatu hal. Dari yang dulunya menderita menjadi hidup lebih sejahtera. Banyak orang tahu tujuan mereka bekerja keras akan tetapi sangat sedikit orang mengerti apa tujuan hidup ini? Dan yang paling penting adalah apa sebenarnya tujuan setelah mati? Maka banyak orang bingung karena tidak mengetahui tujuan hidup dan kematiannya nanti.
Tujuan pertama kita dilahirkan ke dunia ini adalah agar menjadi orang baik, berguna di masyarakat dan bermanfaat untuk orang lain Orang tua selalu mengharapkan anaknya kelak menjadi orang sukses. Mereka membesarkan, mendidik dan menyekolahkan agar kelak menjadi orang yang berguna di masyarakat. Setelah dewasa dan menjadi orang yang berhasil kemudian banyak orang mulai binggung kemana perjalan kita setelah menjadi orang sukses. Karena masalah yang paling banyak timbul adalah saat mencapai puncak kesuksesan.
Tujuna utama manusia akan ketemu setelah kematian. Semua kebaikan yang kita lakukan adalah bertujuan agar kelak di dunia akhirat bisa diterima di sisi-Nya bahkan bisa menyatu dengan Sang Pencipta. Maka tidak jarang banyak orang mulai mempelajari tentang hakekat hidup di dunia ini. Hidup ini adalah semu. Obyek duniawi adalah ilusi yang sewaktu-waktu akan hilang begitu saja. Yang kekal adalah sang roh. Kita akan mencapai kebahagian sejati setelah kematian yaitu roh kita bisa di terima di Istana Tuhan bahkan sampai bisa menyatu dengan-Nya. Kalau semua orang-orang yang baik itu menyatu dengan Sang Pencipta lalu siapa yang akan menolong mereka yang terlalu terlena dengan ikatan nafsu duniawi dan hidupnya penuh dosa di bumi ini? Tuhan menciptakan umat manusia agar bisa saling menolong kalau orang-orang paling bisa menolong umat manusia tidak perduli dengan sesamanya yang masih terbelenggu dengan kesenangan duniawi maka bumi ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang serakah penuh nafsu dan berlumuran dosa. Bagaimana tanggung jawab orang-orang yang hebat bisa menyatu dengan Sang Pencipta?
Orang-orang yang sangat mulia mempunyai tujuan berbeda dengan kebanyakan orang. Pada umumnya setelah kematian nanti tidak menginginkan kembali lagi lahir ke bumi dan hanya mau di istana sorga untuk tinggal di sisi-Nya bahkan kalau bisa menyatu dengan Beliau Yang Kekal. Seorang spiritual Tibet yang disucikan umat dunia dalam doanya selau mengatakan ”Ya, Tuhan! selama masih ada umat manusia mendiami bumi ini, perkenankan saya untuk dilahirkan kembali agar bisa membantu mereka menuju istana kemuliaan-Mu!’. Salah satu ciri utama orang mulia adalah tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri, dirinya hanya diabdikan untuk orang lain. Dan selalu mendoakan seluruh dunia beserta isinya bahagia. Dia akan bahagia setelah melihat orang lain bahagia. Dia akan pergi paling belakang setelah semua orang berjalan menuju ke tempat yang kekal. Orang-orang suci mulia dari jaman terciptanya manusia sampai sekarang kebanyakan mempunyai misi seperti itu. Jadi tujuan yang paling mulia adalah agar diberikan kesempatan lahir kembali untuk membantu umat manusia agar bisa menyadari hakekat hidup dan juga mati. Semoga kebingungan hidup bisa berkurang dengan semakin mengerti tujuan kematian yang sesungguhnya!
AKU DAN DIA
Ketika anak saya berumur tiga tahun sifatnya sangat egois. Setiap ada mainan yang disukai selalu dianggap miliknya. Semua yang ada menganggap dirinya yang punya.. ”Ini aku yang punya, ini bapakku, rumah ini milikku, semua ini adalah miliku.” Inilah celotehan lugu yang sering kita dengar dari sifat psikologis alamiah seorang anak. Rasa keakuan inilah yang kadang kala masih melekat sampai dewasa. Sifat keakuan yang dominan dalam hidup akan melahirkan sifat egois, mau menang sendiri. Psikologi alami anak-anak ini bila masih mendominasi sampai dewasa akan melahirkan prilaku anti toleransi karena memiliki anggapan hanya aku yang ada
Setelah mulai agak besar, ketika mereka punya mainan yang harus dimainakan berpasangan atau berkelompok, yang pasti ia mulai membutuhkan teman bermain. Disinilah mulai kita menyadari bahwa pentingnya keberadaan teman sebagai partner. Keberadaan kita mulai membutuhkan keberadaan orang lain (dia). Maka kita mulai menyadari aku dan dia ada. Semua teman-teman yang datang bermain adalah karena kita yang menginginkan, mengundang, mendatangkan. Sehingga kedatangan dia merupakan akibat dari keberadaan kita. Kita akan membilang dia ada karena aku ada.
Selesai bermain dengan teman-teman kita mulai pulang. Di rumah ketemu orang tua. Keberadaan orang tua akan menyadarkan bahwa merekalah yang melahirkan, merawat dan membesarkan sampai kita menjadi seperti sekarang. Keberadaan kita ini adalah hasil bentukan, tuntunan dan arahan kedua orang tua. Dari kenyataan ini kita baru akan menyadari bahwa keberadaan aku karena keberadaan kedua orang tua kita. Keberadaan orang tua dengan cita kasihnya menghendaki lahiran kita ke dunia. Maka dari itu aku ada karena dia ada.
Seiring bertambahnya usia kita mulai mencari tahu keberadaan kita dan orang tua sebenarnya berasal dari mana? Semua kehidupan ini siapa yang menciptakan? Kita mulai mempelajari sesuatu yang tidak ada tetapi dipercaya bahwa itu ada. Semakin jauh kita mencari tentang keberadaan kita semakin sadar apa yang ada di dunia ini adalah berasal dari zat yang tidak ada (tidak terlihat tetapi dipercaya ada). Maka dari pencarian ini akan menyadarkan bahwa diriku sebenarnya berasal dari dia (Tuhan). Maka dapat kita katakana bahwa aku ada dari dia yang tidak ada (Tuhan).
Semakin tua usia kita semakin menyadari keberadaan kita yang sebenarnya. Hukum kehidupan menyebutkan bahwa kita dilahirkan untuk hidup, setelah hidup kita akan pulang bersama kematian. Bagi sebagian yang percaya dengan keberadaan Yang Agung maka ketika kita meninggal, walaupun tubuh hancur berkalang tanah dan lenyap bersama angin. Tetapi ketidak beradaan kita di dunia ini sebenarnya semua sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta. Kapan waktunya kita pulang ke akhirat itu semua sudah terjadwal di kantor Malikat pencabut nyawa. Kematian yang sebenarnya adalah ketidak beradaan manusia secara fisik untuk menuju keberadaan yang kekal (Tuhan). Akhirnya kita akan sadar bahwa aku tiada karena dia ada (keberadaan yang kekal)
Perjalanan rohani setelah kematian adalah untuk menuju Sang Penyebab keberadaan itu sendiri. Maka banyak orang melakukan pendakian rohani. Melalui usaha yang keras dan penuh disiplin serta perjalanan menuju kemuliaan akan mengatarkan roh kita menuju tempat yang kekal. Rohani yang sifatnya kekal itu mempunyai kecendrungan untuk menyatu dengan Kekekalan itu sendiri. Keberadaanku sebagai unsur roh dalam tingkatan pendakian spiritual tertinggi akan menyatu dengan keberadaan dia sebagai unsur penyebab dari semua unsure yang ada. Kesadaran orang-orang mulia yang sangat suci akan akan memiliki pemahaman bahwa aku dan dia tiada untuk menjadi yang kekal adanya (lenyap bersatu menjadi Yang Esa).
Dari evolusi rohani di atas kita akan mendapat gambaran bahwa keberadaan kita di dunia ini adalah untuk menunggu ketidakberadaan menuju keberadaan yang kekal. Akhirnya kita mulai bisa menyadari perjalanan rohani manusia adalah aku dan dia ada juga tiada untuk kekal adanya. Namun yang kekal itu ternyata perubahan. Apakah sebaiknya setelahkita mencapai kekekalan itu kita harus kembali menjadi manusia agar bisa bersatu dan menolong orang yang belum mencapai kekkalan untuk menujuk Yang Kekal itu? Terserah pembaca!
Senin, 18 Januari 2010
inspirasi kebijaksanaan
KAMBING PUTIH
JADI HITAM
Selagi hidup setiap manusia selalu akan mengahadapi serangkaian masalah. Setiap permasalahan yang timbul yang menjadi topic utama adalah apa dan siapa penyebabnya?. Selalu mencari kambing hitam ke sana-kemari. Setiap orang yang dicurigai berpotensi akan menjadi tersangka. Tuduhan yang tidak mendasar merupakan akar timbulnya masalah baru. Kemudian akan muncul banyak kambing hitam yang akan menjadi tersangka timbulnya kesulitan-kesulitan maka masalah lama belum selesai yang baru muncul lagi. Kenapa setiap masalah yang timbul banyak orang getol hanya mencari kambing hitam saja? Dari manakah kambing hitam itu sebenarnya berasal? Apakah dengan menemukan kambing hitam sebagai tersangka utama masalah tersebut bisa dituntaskan semuanya ?
Cobalah mulai kita merenung! Kalau kita mau jujur bahwa reaksi orang lain atau tanggapan orang lain terhadap kita adalah akibat dari aksi yang kita lalukan terhadap mereka. Tidakan kita berupa ucapan, tingkah laku dan pikiran yang diperlihatkan lewat sikap terhadap orang lain sangatlah menentukan reaksi dari orang yang menerimanya. Reaksi orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan disebut masalah bagi diri kita. Jadi kitalah yang menyebut masalah ketika sebuah kenyataan yang timbul tidak sesuai dengan harapan. Dan lucunya lagi masalah itu pada dasarnya kita sendiri yang mengawali kemudian orang lain bereaksi. Ketika reaksinya tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka dengan gampang kita sebut mereka menimbulkan masalah.
Dengan timbulnya masalah kemudian kita akan beruasaha mencari kambing hitam penyebab masalah tersebut. Selama kita masih selalu berusaha mencari kambing hitam di luar, kita akan dibuat lelah, frustrasi dan putus asa karena kambing hitam itu selalu akan muncul dan bahkan menjadi lebih banyak lagi.
Marilah sekarang kita mencoba berhenti mencari kambing hitam bila setiap timbul masalah. Cobalah energi yang terbuang sia-sia kita simpan dengan cara berhenti mencari kambing hitam ke luar. Mulailah merenung! Lihatlah ke dalam diri! Temukanlah kambing yang kita cari tadi di dalam. Saya yakin banyak orang tidak akan menemukan warna kambing hitam di dalam dirinya. Mereka jarang mau mengakui bahwa setiap masalah yang timbul sumber utamanya adalah dirinya sendiri. Hanya orang-orang yang bijaksanalah yang akan mampu menemukan kambing berwarna putih ketika mau mencari penyebab masalah ke dalam diri sendiri. Munculnya kambing hitam yang kita selalu cari bila ada masalah merupakan hasil duplikat kambing putih yang ada di dalam diri yang kita poles dengan warna hitam. Warna hitam itu tebentuk akibat pencampuran aneka warna seperti warna kebencian, kesombongan, iri hati, kecurigaan, ketakutan, kemarahan , egoisme, keserakahan dan sebagainya. Setelah dicat dengan aneka warna-warni di atas kambing yang putih tadi akan menjadi kambing berwarna. hitam. Karena banyak ada kambing hitam di dalam diri hasil duplikat tadi beberapa kambing itu keluar kandang kesadaran. Maka munculah banyak kambing hitam di luar. Kemudian setiap ada permasalahan kita akan selalu mencarinya ke luar. Padahal banyaknya kambing hitam sebagai penyebab masalah itu adalah hasil dari produksi kambing dalam negeri.
Masalah tidak akan pernah selesai dengan baik bila masih selalu mencari kambing hitam ke luar sebagai akar penyebabnya. Setelah kita tahu bahwa semua yang terjadi di luar adalah bersumber dari diri sendiri. Maka setiap ada permaslahan marilah kita menemukan kambing putih yang ada di dalam diri masing-masing. Dan setelah ketemu jangan dioles dengan beraneka warna sifat buruk manusia, niscaya kambing putih itu akan tetap berada di dalam kandang kebijaksanaan. Selamat memelihara kambing putih di dalam kandang kebijaksanaan!
DISERANG JADI TIGA
MENYERANG JADI SATU
Sering saya mendengar banyak teman kena sugesti dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia tidak sadari. Setelah kejadian baru dia tahu bahwa apa yang dilakukan adalah merugikan diri sendiri. Seperti dia memberikan uang kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal saat memberikan itu dia seperti linglung. Teman yang lain juga bercerita mengenai dia tidak bisa focus saat melakukan suatu kegiatan, baik saat bekerja atau sembahyang. Apa yang terjadi terhadap teman kita di atas? Bagaimana caranya bila diserang dengan sugesti yang merugikan? Dan bila kita mau menyerang atau bekerja apa yang harus dilalukan agar bisa efektif?
Ketika kita menghadapai masalah sering kita terbawa dengan masalah tersebut. Padahal antara masalah dengan kita tidaklah sama. Orang-orang yang kurang bijaksana seolah-olah masalah itu menyatu dengan dirinya. Tidak jarang orang menjadi bingung, stress bahkan sampai sakit padahal masalah itu tidak seberat yang dia bayangkan. Setiap kita diserang dengan berbagai masalah seperti ada orang memperdaya lewat pengaruh sugestinya kita sebaiknya jadi tiga. Karena diri kita yang sebenarnya bukanlah fisik, juga buka pikiran itu sendiri. Kita bisa buktikan dengan mengatakan menurut pikiran saya atau ini tubuh saya. Jadi saya sebenarnyaitu siapa ? Ya jiwa itu sendiri sebagai roh kekal yang menyebabkan kita hidup. Oleh sebab itu kita sebenarnya terdiri dari tiga unsur yaitu fisik, pikiran dan jiwa. Nah cobalah membagi diri menjadi tiga bila kita dihadapkan dengan sebuah masalah. Jiwa mengamati kejadian dengan selalu berkata benar. Pikiran mem-pertimbangkannya dengan selalu menginginkan hasil yang menyenangkan, begitu juga fisik yang cendrung selalu ingin merasakan kenyamanan. Pikiran dan fisik lebih terikat dengan kesenangan dan rasa nyaman yang kadang kala sering mengabaikan kebenaran. Lain dengan sifat jiwa yang selalu membisikkan kebenaran walaupun fisik atau mulut sering berkata bohong. Oleh karena itu jadikanlah jiwa sebagai pengamat bila mengahdapi suatu persoalan. Pikiran disuruh mem-pertimbangkan apakah kenikmatan yang belum tentu benar atau kebenaran yang belum tentu terasa nikmat akan menjadi acuanya. Bila sudah bisa membedakan hal itu, maka kita akan menjadikan diri tiga saat diserang masalah, sehingga kita akan bisa menghadapainya denga tindakan sangat bijaksana. Oarng-orang bijaksana biasanya relative terhindar dari tipu muslihat dan kejahatan manusia.
Kalau kita melakukan suatu tindakan atau usaha untuk tujuan kemuliaan diperlukan pikiran yang fokus, Dengan fokus terhadap suatu hal, maka akan lebih tepat sasaran. Yang dimaksud dengan fokus adalah kita menjadi totalitas manunggal. Dengan menjadikan jiwa raga dan pikiran menyatu, apapun yang dikerjakan akan lebih maksimal sehingga mendapatkan hasil yang optimal.. Kita akan bisa merasakan kehebatan sebuah totalitas saat-saat kita berdoa. Berserah sepenuhnya kehadapan Yang Kuasa akan mendapatkan suasana sangat khusuk walaupun dalam keramaian. Menjadikan satu jiwa raga dan pikiran disaat melakukan penyerangan terhadap suatu rintangan amatlah efektif untuk meraih kesuksesan.
JADI HITAM
Selagi hidup setiap manusia selalu akan mengahadapi serangkaian masalah. Setiap permasalahan yang timbul yang menjadi topic utama adalah apa dan siapa penyebabnya?. Selalu mencari kambing hitam ke sana-kemari. Setiap orang yang dicurigai berpotensi akan menjadi tersangka. Tuduhan yang tidak mendasar merupakan akar timbulnya masalah baru. Kemudian akan muncul banyak kambing hitam yang akan menjadi tersangka timbulnya kesulitan-kesulitan maka masalah lama belum selesai yang baru muncul lagi. Kenapa setiap masalah yang timbul banyak orang getol hanya mencari kambing hitam saja? Dari manakah kambing hitam itu sebenarnya berasal? Apakah dengan menemukan kambing hitam sebagai tersangka utama masalah tersebut bisa dituntaskan semuanya ?
Cobalah mulai kita merenung! Kalau kita mau jujur bahwa reaksi orang lain atau tanggapan orang lain terhadap kita adalah akibat dari aksi yang kita lalukan terhadap mereka. Tidakan kita berupa ucapan, tingkah laku dan pikiran yang diperlihatkan lewat sikap terhadap orang lain sangatlah menentukan reaksi dari orang yang menerimanya. Reaksi orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan disebut masalah bagi diri kita. Jadi kitalah yang menyebut masalah ketika sebuah kenyataan yang timbul tidak sesuai dengan harapan. Dan lucunya lagi masalah itu pada dasarnya kita sendiri yang mengawali kemudian orang lain bereaksi. Ketika reaksinya tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka dengan gampang kita sebut mereka menimbulkan masalah.
Dengan timbulnya masalah kemudian kita akan beruasaha mencari kambing hitam penyebab masalah tersebut. Selama kita masih selalu berusaha mencari kambing hitam di luar, kita akan dibuat lelah, frustrasi dan putus asa karena kambing hitam itu selalu akan muncul dan bahkan menjadi lebih banyak lagi.
Marilah sekarang kita mencoba berhenti mencari kambing hitam bila setiap timbul masalah. Cobalah energi yang terbuang sia-sia kita simpan dengan cara berhenti mencari kambing hitam ke luar. Mulailah merenung! Lihatlah ke dalam diri! Temukanlah kambing yang kita cari tadi di dalam. Saya yakin banyak orang tidak akan menemukan warna kambing hitam di dalam dirinya. Mereka jarang mau mengakui bahwa setiap masalah yang timbul sumber utamanya adalah dirinya sendiri. Hanya orang-orang yang bijaksanalah yang akan mampu menemukan kambing berwarna putih ketika mau mencari penyebab masalah ke dalam diri sendiri. Munculnya kambing hitam yang kita selalu cari bila ada masalah merupakan hasil duplikat kambing putih yang ada di dalam diri yang kita poles dengan warna hitam. Warna hitam itu tebentuk akibat pencampuran aneka warna seperti warna kebencian, kesombongan, iri hati, kecurigaan, ketakutan, kemarahan , egoisme, keserakahan dan sebagainya. Setelah dicat dengan aneka warna-warni di atas kambing yang putih tadi akan menjadi kambing berwarna. hitam. Karena banyak ada kambing hitam di dalam diri hasil duplikat tadi beberapa kambing itu keluar kandang kesadaran. Maka munculah banyak kambing hitam di luar. Kemudian setiap ada permasalahan kita akan selalu mencarinya ke luar. Padahal banyaknya kambing hitam sebagai penyebab masalah itu adalah hasil dari produksi kambing dalam negeri.
Masalah tidak akan pernah selesai dengan baik bila masih selalu mencari kambing hitam ke luar sebagai akar penyebabnya. Setelah kita tahu bahwa semua yang terjadi di luar adalah bersumber dari diri sendiri. Maka setiap ada permaslahan marilah kita menemukan kambing putih yang ada di dalam diri masing-masing. Dan setelah ketemu jangan dioles dengan beraneka warna sifat buruk manusia, niscaya kambing putih itu akan tetap berada di dalam kandang kebijaksanaan. Selamat memelihara kambing putih di dalam kandang kebijaksanaan!
DISERANG JADI TIGA
MENYERANG JADI SATU
Sering saya mendengar banyak teman kena sugesti dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia tidak sadari. Setelah kejadian baru dia tahu bahwa apa yang dilakukan adalah merugikan diri sendiri. Seperti dia memberikan uang kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal saat memberikan itu dia seperti linglung. Teman yang lain juga bercerita mengenai dia tidak bisa focus saat melakukan suatu kegiatan, baik saat bekerja atau sembahyang. Apa yang terjadi terhadap teman kita di atas? Bagaimana caranya bila diserang dengan sugesti yang merugikan? Dan bila kita mau menyerang atau bekerja apa yang harus dilalukan agar bisa efektif?
Ketika kita menghadapai masalah sering kita terbawa dengan masalah tersebut. Padahal antara masalah dengan kita tidaklah sama. Orang-orang yang kurang bijaksana seolah-olah masalah itu menyatu dengan dirinya. Tidak jarang orang menjadi bingung, stress bahkan sampai sakit padahal masalah itu tidak seberat yang dia bayangkan. Setiap kita diserang dengan berbagai masalah seperti ada orang memperdaya lewat pengaruh sugestinya kita sebaiknya jadi tiga. Karena diri kita yang sebenarnya bukanlah fisik, juga buka pikiran itu sendiri. Kita bisa buktikan dengan mengatakan menurut pikiran saya atau ini tubuh saya. Jadi saya sebenarnyaitu siapa ? Ya jiwa itu sendiri sebagai roh kekal yang menyebabkan kita hidup. Oleh sebab itu kita sebenarnya terdiri dari tiga unsur yaitu fisik, pikiran dan jiwa. Nah cobalah membagi diri menjadi tiga bila kita dihadapkan dengan sebuah masalah. Jiwa mengamati kejadian dengan selalu berkata benar. Pikiran mem-pertimbangkannya dengan selalu menginginkan hasil yang menyenangkan, begitu juga fisik yang cendrung selalu ingin merasakan kenyamanan. Pikiran dan fisik lebih terikat dengan kesenangan dan rasa nyaman yang kadang kala sering mengabaikan kebenaran. Lain dengan sifat jiwa yang selalu membisikkan kebenaran walaupun fisik atau mulut sering berkata bohong. Oleh karena itu jadikanlah jiwa sebagai pengamat bila mengahdapi suatu persoalan. Pikiran disuruh mem-pertimbangkan apakah kenikmatan yang belum tentu benar atau kebenaran yang belum tentu terasa nikmat akan menjadi acuanya. Bila sudah bisa membedakan hal itu, maka kita akan menjadikan diri tiga saat diserang masalah, sehingga kita akan bisa menghadapainya denga tindakan sangat bijaksana. Oarng-orang bijaksana biasanya relative terhindar dari tipu muslihat dan kejahatan manusia.
Kalau kita melakukan suatu tindakan atau usaha untuk tujuan kemuliaan diperlukan pikiran yang fokus, Dengan fokus terhadap suatu hal, maka akan lebih tepat sasaran. Yang dimaksud dengan fokus adalah kita menjadi totalitas manunggal. Dengan menjadikan jiwa raga dan pikiran menyatu, apapun yang dikerjakan akan lebih maksimal sehingga mendapatkan hasil yang optimal.. Kita akan bisa merasakan kehebatan sebuah totalitas saat-saat kita berdoa. Berserah sepenuhnya kehadapan Yang Kuasa akan mendapatkan suasana sangat khusuk walaupun dalam keramaian. Menjadikan satu jiwa raga dan pikiran disaat melakukan penyerangan terhadap suatu rintangan amatlah efektif untuk meraih kesuksesan.
Jumat, 15 Januari 2010
Inspirasi Bersyukur
DI BAWAH BERSYUKUR DI ATAS BERSABAR
Dalam acara pertemuan bisnis yang dihadiri komunitas pengusaha, saya berjumpa dengan teman lama yang dulu sama-sama hidup menderita. Sekarang setelah menjadi pengusaha sukses dengan sikap kurang akrab dan nada sedikit sombong menceritakan kesibukannya mengurus semua perusahan yang dia miliki. Di bilang akhir-akhir ini dirinya sangat sibuk, waktunya sedikit sekali untuk orang lain. Dia juga mengeluh tentang situasi bisnis jaman sekarang yang penuh persaingan, ”Hari ini aku kekurang banyak uang untuk mengembangkan usaha baruku” Dia berucap dengan wajah penuh beban. Kemudia dia terburu-buru meninggalkan saya tanpa sempat bercerita nostalgia masa susah dulu, seperti kenangan saat membagi satu bungkus mie untuk makan satu hari karena memang kami benar-benar tidak punya duit saat itu. Ternyata sosok teman saya itu adalah gambaran sebagian besar di era materialistis ini. Banyak orang lupa bersyukur ketika sukses dan selalu mengeluh disaat-saat menderita. Bahkan yang sangat tragis lagi ketika dibawa (keadaan susah) dia selau mengeluh kekurangan, namun setelah dia beada di puncak keberhasilan masih juga mengeluh kekurangan. Sehingga praktis selama hidupnya tidak pernah bersyukur.
Sebagai umat beragama kita dilatih untuk bersabar ketika keadaan di bawah (hudup susah). Dan wajib bersyukur bila kondisi di atas (hudup sukses). Pada umumnya inilah yang sering dipahami orang walupun kenyataanya cukup susah untuk dipraktekkan. Dengan kesabaran diharapkan kita akan bisa lebih tenang untuk berjuang menuju kesuksesan. Dan yang lebih penting lagi setelah mencapai puncak kesuksesan kita tidak menjadi orang takabur, lupa diri apalagi lupa bersyukur. Orang-orang yang sudah tingkat spiritualnya bagus akan selalu tampak tenang. Dia akan bersabar ketika di bawah dan selalu bersyukur setelah keadaannya berubah. Setiap tangga kesuksesan yang dilewati akan diikuti dengan ucapan syukur kehadapan Tuhan yang memberikan berkah kesuksesan itu.
Bagi sebagian orang yang luar biasa malah akan bersyur ketika hidup masih susah (di bawah) dan bersabar bila berada di puncak kesuksesan. Ternyata di jaman kebebasan ini keadaan yang paling sulit dalam hidup ini adalah ketika pembunyai uang paling banyak. Godaan akan datang dari segala penjuru. Banyak yang tidak kuasa melawan banjir wanita canti atau laki-laki tampan, wabah kekuasaan dan sunami harta kesenangan duniawi. Maka sangat dibutuhkan kesabaran disaat seperti ini. Begitu juga banyak orang yang ingin memanfaatkan waktu kita, ada yang ingin bertemu, ada yang ingin silaturahmi serta ada yang ingin membicarakan bisnis. Otomatis waktu untuk diri sendiri dan keluarga amatlah kurang. Kalau orang yang hidupnya serba kekurangan di akan terbebas dengan godaan-godaan seperti tersebut di atas. Maka akan punya waktu untuk mensyukuri hidup, punya waktu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Maka kesuksesan yang dicapai tanpa pernah merasakan penderitaan sebelunya akan kurang menimbulkan rasa syukur karena tidak bisa membandingkan keadaan saat menderita dan saat sukses secara pengalaman dan melakoninya langsung. Maka Bersyukurlah ketika saat di bawa dan bersabarlah setelah di atas kesuksesan! Namun yang paling baik adalah bersyukur dan bersabarlah apapun keadaan kita saat ini! Selamat menjadi penyabar yang selalu tampak tenang!
Dalam acara pertemuan bisnis yang dihadiri komunitas pengusaha, saya berjumpa dengan teman lama yang dulu sama-sama hidup menderita. Sekarang setelah menjadi pengusaha sukses dengan sikap kurang akrab dan nada sedikit sombong menceritakan kesibukannya mengurus semua perusahan yang dia miliki. Di bilang akhir-akhir ini dirinya sangat sibuk, waktunya sedikit sekali untuk orang lain. Dia juga mengeluh tentang situasi bisnis jaman sekarang yang penuh persaingan, ”Hari ini aku kekurang banyak uang untuk mengembangkan usaha baruku” Dia berucap dengan wajah penuh beban. Kemudia dia terburu-buru meninggalkan saya tanpa sempat bercerita nostalgia masa susah dulu, seperti kenangan saat membagi satu bungkus mie untuk makan satu hari karena memang kami benar-benar tidak punya duit saat itu. Ternyata sosok teman saya itu adalah gambaran sebagian besar di era materialistis ini. Banyak orang lupa bersyukur ketika sukses dan selalu mengeluh disaat-saat menderita. Bahkan yang sangat tragis lagi ketika dibawa (keadaan susah) dia selau mengeluh kekurangan, namun setelah dia beada di puncak keberhasilan masih juga mengeluh kekurangan. Sehingga praktis selama hidupnya tidak pernah bersyukur.
Sebagai umat beragama kita dilatih untuk bersabar ketika keadaan di bawah (hudup susah). Dan wajib bersyukur bila kondisi di atas (hudup sukses). Pada umumnya inilah yang sering dipahami orang walupun kenyataanya cukup susah untuk dipraktekkan. Dengan kesabaran diharapkan kita akan bisa lebih tenang untuk berjuang menuju kesuksesan. Dan yang lebih penting lagi setelah mencapai puncak kesuksesan kita tidak menjadi orang takabur, lupa diri apalagi lupa bersyukur. Orang-orang yang sudah tingkat spiritualnya bagus akan selalu tampak tenang. Dia akan bersabar ketika di bawah dan selalu bersyukur setelah keadaannya berubah. Setiap tangga kesuksesan yang dilewati akan diikuti dengan ucapan syukur kehadapan Tuhan yang memberikan berkah kesuksesan itu.
Bagi sebagian orang yang luar biasa malah akan bersyur ketika hidup masih susah (di bawah) dan bersabar bila berada di puncak kesuksesan. Ternyata di jaman kebebasan ini keadaan yang paling sulit dalam hidup ini adalah ketika pembunyai uang paling banyak. Godaan akan datang dari segala penjuru. Banyak yang tidak kuasa melawan banjir wanita canti atau laki-laki tampan, wabah kekuasaan dan sunami harta kesenangan duniawi. Maka sangat dibutuhkan kesabaran disaat seperti ini. Begitu juga banyak orang yang ingin memanfaatkan waktu kita, ada yang ingin bertemu, ada yang ingin silaturahmi serta ada yang ingin membicarakan bisnis. Otomatis waktu untuk diri sendiri dan keluarga amatlah kurang. Kalau orang yang hidupnya serba kekurangan di akan terbebas dengan godaan-godaan seperti tersebut di atas. Maka akan punya waktu untuk mensyukuri hidup, punya waktu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Maka kesuksesan yang dicapai tanpa pernah merasakan penderitaan sebelunya akan kurang menimbulkan rasa syukur karena tidak bisa membandingkan keadaan saat menderita dan saat sukses secara pengalaman dan melakoninya langsung. Maka Bersyukurlah ketika saat di bawa dan bersabarlah setelah di atas kesuksesan! Namun yang paling baik adalah bersyukur dan bersabarlah apapun keadaan kita saat ini! Selamat menjadi penyabar yang selalu tampak tenang!
Kamis, 14 Januari 2010
inspirasi bahagia
LEVEL KEBAHAGIAAN
Setiap bertanya tentang kebahagiaan kepada seseorang selalu mendapat jawaban yang berbeda. Ada yang mengatakan dia bahagia setelah punya mobil mewah, ada yang mengatakan bahagia ketika memberikan pelayanan secara tulus kepada orang yang membutuhkan bahkan ada yang mengatakan dia bahagia ketika mendonasikan hartanya untuk kemanusiaan dan kemuliaan. Kebahagiaan adalah sebuah perasaan senang atau tentram yang ada dalam hati. Apapun yang menyebabkan orang bisa merasa nyaman dan aman itulah sebuah kebahagiaan. Namun apa sebenarnya penyebab kebahagiaan itu? Ada berapa level kebahagiaan di dunia ini menurut penyebabnya? Kebahagiaan tingkat pertama sering disebut dengan kesenangan. Mereka bisa bahagia dengan cara memiliki, menikmati penyebab kebahagiaan itu sendiri. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah harta tahta dan wanita/pria. Bagian tubuh yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah panca indera. Pikiran sadar secara rasional akan memepertimbangkan obyek kebendaan yang bisa menyebabkan seseorang bisa bahagia. Waktu untuk merasakannya adalah sekarang dan disini (now and here) yaitu saat melakukannya. Bekerja keras adalah kegiatan uatamanya. Karena kebahagiaan jenis ini bersifat sementara, maka sering disebut kebahagiaan semu. Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “saya akan bahagia setelah sukses mempunyai harta, tahta dan pasangan hidup sesuai harapan” landasan pengetahuannya matematika dan fisika.
Kebahagiaan tingkat utama sering disebut dengan suka cita. Mereka bisa bahagia dengan hanya memikirkan saja penyebab kebahagiaan itu.. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah berhubungan dengan obyek keduniawian. Bagian yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah pikiran. Terutama pikiran bawah sadar. Ini bersifat irasional-emosional. Tidak ada analisa lagi, tidak ada pertimbangan logis. Wujudnya abtrak. Bersifat masa lalu dan yang akan datang (before and next). Maka ada kalimat bijak mengatakan “Kebahagiaan tidak ada yang ada adalah saat bahagia”. Karena kebahagiaan jenis ini berlangsung lebih lama dan tidak terikat dengan kepemilikan, maka tidak jarang orang yang hidupnya serba kekurangannyapun bisa mendapatkan hanya dengan selalu berpikir bahagia. Melakukan pelayanan adalah bentuk kegiatan untuk kebahagiaan orang lain maupun diri sendiri Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya selau mensyukuri hidup. Dia mempunyai motto “Saya akan selalu bahagia menuju sukses” Pengetahuan psikologi adalah bidang ilmunya.
Kebahagiaan yang paling akhir adalah kebahagiaan tingkat mulia. ini sering disebut dengan ketenangan. Kebahagiaan sejati ini bisa didapatkan dengan cara melepaskan penyebab kebahagiaan itu sendiri. Maka kegiatannya banyak melakukan persembahan. Bagian yang paling berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah jiwa. Pikiran super sadar yang selalu diasah akan melahirkan ketajaman intuisi. Tingkat kebahagiaan inilah yang paling kekal. Kebahagiaan bisa terjadi kapan saja dan dimanapun berada (everytime and everywhere). Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat kecil keterikatannya dengan urusan duniawi. Dia tidak terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “Semua yang saya miliki adalah milik-Nya. Saya akan selalu bahagia karena bersama-Nya. Spiritual adalah landasan hidupnya.
Setelah kita mengenal level-level kebahagiaan, maka hak kita untuk memilih mau kebahagiaan tingkat ke berapa? Pilihlah sesuai dengan keadaan, tingkat pemahaman dan kematangan masing-masing! Karena hidup ini adalah sebuah pilihan.
KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Kebutuhan semua orang pada dasarnya sama, bersifat mendesak dan obyektif . Kebutuhan adalah sesuatu hal mutlak harus dipenuhi seperti butuh makan ,pakaian, dan tempat tinggal. Seorang yang hidupnya masih dilandasi kebutuhan dapat dilihat pada kehidupan seorang bayi. Dia denagn jujur dan apa adanya akan mengungkapkan bila ada sesuatu yang dibutuhkan. Ekpresi menangis adalah uangkapan paling umum untuk menyampaikan bahwa ia butuh sesuatu. Dengan tanpa rasa malu dia akan menangis baik di rumah maupun di tempat keramaian bila perutnya lapar, tubuhnya tidak nyaman, ada sesuatu yang mengganggu. Begitu juga bila kebutuhannya sudah terpenuhi dia akan tersenyum dan bercanda. Kepolosan bayi juga tercermin disaat dia tidur. Bayi dapat merilekkan tubuhnya secara maksimal disaat dia tertidur. Tibuhnya sangat rilek berbaring di tempat tidur. Terkadang kalau suasana hatinya senang dia tidak segan segan tersenyum di saat tidur. Kenapa kita yang sudah dewasa sulit sekali tersenyum saat tertidur? Karena orang dewasa hidupnya penuh kebohongan dan kepura-puraan.
Setelah mulai besar dengan masuknya pengaruh lingkungan dan mengnal perbandingan mulai muncul keinginan lebih menonjol dibandingakan kebutuhan. Keinginan adalah merupakan suatu kehendak personal berupa pilihan dan lebih sesuai dengan kecendrungan seseorang. Dasar keinginan itu adalah kesenangan subyektif. yang dipengaruhi lingkungan sekitar. Keinginan itu muncul akibat dorongan nafsu badaniah, pikiran positif dan dari pancaran jiwa. Dengan tahu perbandingan maka akan muncul pilihan yang mengarah ke suatu hal yang lebih baik, lebih mahal, lebih mewah, lebih bergengsi dan asesoris sejenis untuk menunjukkan sebuah keunggulan dan kesombongan menurut keperluan. Keinginan lebih cendrung muncul oleh didorong nafsu. Kadang kala orang sering menginginkan suatu hal yang tidak dibutuhkan. Keinginan ini semakin dipenuhi malah semakin bertambah. Keinginan ini bersifat tidak terbataats. Sedangkan kebutuhan itu sangat terbatas. Keinginan semakin dipenuhi dan dikejar malah semakin banyak dan semakin menjauh. Maka tidak ada seorangpun di dunia ini bisa memenuhi semua keinginannya karen keinginan itu selalu bertumbuh dan beranak terus secara berlipat ganda. Sedangkan kepemilikan yang bisa diusahakan bertambah secara bertahap mengikuti deret hitung. Makanya sampai matipun manusia masih belum mampu memenuhi semua keinginan itu.
Keninginan yang lahir dari pikiran positif akan selalu melahirkan ide, gagasan , cita-cita yang menuju kebaikan umat manusia. Keinginan seperti ini perlu dikembangkan dan dipupuk terus , walaupun tidak akan mampu memenuhi semua keinginan, Karena keinginan itulah motivator terhebat di dunia. Manusia tanpa keinginan hidupnya akan pasif. Manusia terlalu banyak keinginan hidupnya akan berat membawa beban. Jalan yang paling bijaksana adalah biarkan keinginan berkembang sebanyak-banyaknya biarkan juga yang tidak bisa bipenuhi berlalu begitu saja. Bersyukurlah bila bisa mewujudkan beberapa keinginan dan bersyukur pula bila ada keinginan yang belum terpenuhi karena kita masih diberi kesempatan untuk mewujudkanya.
Keinginan yang menuju kearah positif dan spesifik di sebut cita-cita. Banyak orang yang mempunyai cita-cita mulia. Banyak orang berkeinginan mewujudkan dunia lebih baik, banyak juga orang yang menginginkan dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berbudi luhur. Keinginan-keinginan seperti inilah yang perlu dikembangkan dan diusahakan untuk mewujudkannya. Orang-orang suci dan mulia selalu bercita-cita mewujudkan kebahagiaan dunia beserta isinya. Orientasi keinginannya adalh universal bahkan lebih cendrung untuk kebahagiaan orang lain. Seluruh hidupnya diabdikan untuk kepentingan umat seluruh duani. Jadi apakah keingina kita untuk kesenangan pribadi atau untuk kepentingan kelompak atau untuk seluruh umat manusia?
BAHAGIA TIDAK MERASA
KEHILANGAN
Suatu ketika saya berkunjung ke rumah teman sekantor. Dia temam baik saya yang sering diajak curhat berbagai masalah baik masalah kantor maupun masalah hidup berumah tangga. Kami mempunyai hobi yang sama, yaitu sama-sama suka berkebun, menata tanaman dan memelihara ikan hias. Saking asyiknya ngobrol, tidak terasa mentari sudah terbenam. Sebelum malam tiba, saya kemudian minta diri pulang. Dengan penuh kenangan, sekeluarga kemudian mengantar saya sampai pintu pagar depan.” Selamat jalan, salam buat keluarga di rumah. Kami sangat senang atas kedatanganmu” Itulah ucapat perpisahan yang di sampaikan sambil melambaikan tangan sampai mobil yang saya kemudikan tidak terlihat.lagi.
Saya pun pulang dengan sangat senang karena mendapat oleh-oleh beberapa tanaman hias. Samapai di rumah saya sampaikan kejadian itu dengan istri, Istripun sangat gembira dan menitipkan salam balik buat teman saya sekeluarga. Saya kemudia tidur dengan nyenyak.
Besoknya tiba-tiba teman saya datang dengan wajah cemas dan penuh keheranan. Sambil menggeleng-gelengkan kepala keheranan dia berkata,’Kamu ini memang keterlaluan. Masa Handphone semahal ini kamu lupakan. Saya menemukannya tergeletak di atas meja yang ada di kebunku. Kami sekeluarga tidak bisa tidur membayangkan kamu stress memikirkan HPmu yang canggih ini hilang. Kami sekeluarga membayangkan kamu tidak bisa tidur memikirkannya. Saya coba menghubungimu pulsaku habis. Maaf ya saya baru sempat membawa HPmu ke mari.” Lalu saya jawab.” Memangnya HPku hilang?’ sambil mencari HPku di tas yang biasa dipakai tempat HP. Setelah tidak ada dengan senyum saya berkata,” O. Sorry ya HPku memang ketinggalan. Maaf sudah membuat kamu sekeluarga menjadi tidak bahagia. Padahal semalaman saya tidur dengan tenang karena saya tidak merasa kehilangan apa-apa,”
Dari peristiwa di atas menyadarkan bahwa orang yang sulit menikmati kebahagiaan adalah orang yang selalu merasakan kehilangan dalam hidupnya baik miliknya maupun bukan miliknya. Kehilangan yang sudah terjadi akan menimbulkan kerugian, kurang beruntung, nasib sial dan alasan lainya untuk mencari kambing hitam dari pristiwa yang tidak diharapkan itu. Bila perasaan kehilangan dari apa yang akan terjadi akan menimbulkan kecemasan. peneyesalan dan kecemasan inilah penyebab ketidakbahagiaan seseorang Perasaan kehilangan belum tentu berhubungan dengan kepemilikan. Kehilangan secara fisik adalah melepaskan keterikatan secara obyektif formal terhadap suatu material. Namun kehilangan psikologi merupakan sebuah ketidakterikatan secara mental terhadap suatu obyek yang dimiliki maupun yang tidak merupakan haknya. Maka yang menentukan bahagia atau tidaknya seseorang adalah sejauh mana keterikatanya terhadap sebuah obyek..Kemudia dia mulai menyadari kenapa dia yang tidak kehilangan malah merasakan kehilangan. Sedang yang benar-benar kehilangan malah tenang-tenga dan bahagia. Karena tidak merasa kehilangan. Jadi orang bisa bahagia bila dalam hidupnya tidak selau merasa kehilangan
Setiap bertanya tentang kebahagiaan kepada seseorang selalu mendapat jawaban yang berbeda. Ada yang mengatakan dia bahagia setelah punya mobil mewah, ada yang mengatakan bahagia ketika memberikan pelayanan secara tulus kepada orang yang membutuhkan bahkan ada yang mengatakan dia bahagia ketika mendonasikan hartanya untuk kemanusiaan dan kemuliaan. Kebahagiaan adalah sebuah perasaan senang atau tentram yang ada dalam hati. Apapun yang menyebabkan orang bisa merasa nyaman dan aman itulah sebuah kebahagiaan. Namun apa sebenarnya penyebab kebahagiaan itu? Ada berapa level kebahagiaan di dunia ini menurut penyebabnya? Kebahagiaan tingkat pertama sering disebut dengan kesenangan. Mereka bisa bahagia dengan cara memiliki, menikmati penyebab kebahagiaan itu sendiri. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah harta tahta dan wanita/pria. Bagian tubuh yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah panca indera. Pikiran sadar secara rasional akan memepertimbangkan obyek kebendaan yang bisa menyebabkan seseorang bisa bahagia. Waktu untuk merasakannya adalah sekarang dan disini (now and here) yaitu saat melakukannya. Bekerja keras adalah kegiatan uatamanya. Karena kebahagiaan jenis ini bersifat sementara, maka sering disebut kebahagiaan semu. Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “saya akan bahagia setelah sukses mempunyai harta, tahta dan pasangan hidup sesuai harapan” landasan pengetahuannya matematika dan fisika.
Kebahagiaan tingkat utama sering disebut dengan suka cita. Mereka bisa bahagia dengan hanya memikirkan saja penyebab kebahagiaan itu.. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah berhubungan dengan obyek keduniawian. Bagian yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah pikiran. Terutama pikiran bawah sadar. Ini bersifat irasional-emosional. Tidak ada analisa lagi, tidak ada pertimbangan logis. Wujudnya abtrak. Bersifat masa lalu dan yang akan datang (before and next). Maka ada kalimat bijak mengatakan “Kebahagiaan tidak ada yang ada adalah saat bahagia”. Karena kebahagiaan jenis ini berlangsung lebih lama dan tidak terikat dengan kepemilikan, maka tidak jarang orang yang hidupnya serba kekurangannyapun bisa mendapatkan hanya dengan selalu berpikir bahagia. Melakukan pelayanan adalah bentuk kegiatan untuk kebahagiaan orang lain maupun diri sendiri Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya selau mensyukuri hidup. Dia mempunyai motto “Saya akan selalu bahagia menuju sukses” Pengetahuan psikologi adalah bidang ilmunya.
Kebahagiaan yang paling akhir adalah kebahagiaan tingkat mulia. ini sering disebut dengan ketenangan. Kebahagiaan sejati ini bisa didapatkan dengan cara melepaskan penyebab kebahagiaan itu sendiri. Maka kegiatannya banyak melakukan persembahan. Bagian yang paling berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah jiwa. Pikiran super sadar yang selalu diasah akan melahirkan ketajaman intuisi. Tingkat kebahagiaan inilah yang paling kekal. Kebahagiaan bisa terjadi kapan saja dan dimanapun berada (everytime and everywhere). Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat kecil keterikatannya dengan urusan duniawi. Dia tidak terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “Semua yang saya miliki adalah milik-Nya. Saya akan selalu bahagia karena bersama-Nya. Spiritual adalah landasan hidupnya.
Setelah kita mengenal level-level kebahagiaan, maka hak kita untuk memilih mau kebahagiaan tingkat ke berapa? Pilihlah sesuai dengan keadaan, tingkat pemahaman dan kematangan masing-masing! Karena hidup ini adalah sebuah pilihan.
KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Kebutuhan semua orang pada dasarnya sama, bersifat mendesak dan obyektif . Kebutuhan adalah sesuatu hal mutlak harus dipenuhi seperti butuh makan ,pakaian, dan tempat tinggal. Seorang yang hidupnya masih dilandasi kebutuhan dapat dilihat pada kehidupan seorang bayi. Dia denagn jujur dan apa adanya akan mengungkapkan bila ada sesuatu yang dibutuhkan. Ekpresi menangis adalah uangkapan paling umum untuk menyampaikan bahwa ia butuh sesuatu. Dengan tanpa rasa malu dia akan menangis baik di rumah maupun di tempat keramaian bila perutnya lapar, tubuhnya tidak nyaman, ada sesuatu yang mengganggu. Begitu juga bila kebutuhannya sudah terpenuhi dia akan tersenyum dan bercanda. Kepolosan bayi juga tercermin disaat dia tidur. Bayi dapat merilekkan tubuhnya secara maksimal disaat dia tertidur. Tibuhnya sangat rilek berbaring di tempat tidur. Terkadang kalau suasana hatinya senang dia tidak segan segan tersenyum di saat tidur. Kenapa kita yang sudah dewasa sulit sekali tersenyum saat tertidur? Karena orang dewasa hidupnya penuh kebohongan dan kepura-puraan.
Setelah mulai besar dengan masuknya pengaruh lingkungan dan mengnal perbandingan mulai muncul keinginan lebih menonjol dibandingakan kebutuhan. Keinginan adalah merupakan suatu kehendak personal berupa pilihan dan lebih sesuai dengan kecendrungan seseorang. Dasar keinginan itu adalah kesenangan subyektif. yang dipengaruhi lingkungan sekitar. Keinginan itu muncul akibat dorongan nafsu badaniah, pikiran positif dan dari pancaran jiwa. Dengan tahu perbandingan maka akan muncul pilihan yang mengarah ke suatu hal yang lebih baik, lebih mahal, lebih mewah, lebih bergengsi dan asesoris sejenis untuk menunjukkan sebuah keunggulan dan kesombongan menurut keperluan. Keinginan lebih cendrung muncul oleh didorong nafsu. Kadang kala orang sering menginginkan suatu hal yang tidak dibutuhkan. Keinginan ini semakin dipenuhi malah semakin bertambah. Keinginan ini bersifat tidak terbataats. Sedangkan kebutuhan itu sangat terbatas. Keinginan semakin dipenuhi dan dikejar malah semakin banyak dan semakin menjauh. Maka tidak ada seorangpun di dunia ini bisa memenuhi semua keinginannya karen keinginan itu selalu bertumbuh dan beranak terus secara berlipat ganda. Sedangkan kepemilikan yang bisa diusahakan bertambah secara bertahap mengikuti deret hitung. Makanya sampai matipun manusia masih belum mampu memenuhi semua keinginan itu.
Keninginan yang lahir dari pikiran positif akan selalu melahirkan ide, gagasan , cita-cita yang menuju kebaikan umat manusia. Keinginan seperti ini perlu dikembangkan dan dipupuk terus , walaupun tidak akan mampu memenuhi semua keinginan, Karena keinginan itulah motivator terhebat di dunia. Manusia tanpa keinginan hidupnya akan pasif. Manusia terlalu banyak keinginan hidupnya akan berat membawa beban. Jalan yang paling bijaksana adalah biarkan keinginan berkembang sebanyak-banyaknya biarkan juga yang tidak bisa bipenuhi berlalu begitu saja. Bersyukurlah bila bisa mewujudkan beberapa keinginan dan bersyukur pula bila ada keinginan yang belum terpenuhi karena kita masih diberi kesempatan untuk mewujudkanya.
Keinginan yang menuju kearah positif dan spesifik di sebut cita-cita. Banyak orang yang mempunyai cita-cita mulia. Banyak orang berkeinginan mewujudkan dunia lebih baik, banyak juga orang yang menginginkan dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berbudi luhur. Keinginan-keinginan seperti inilah yang perlu dikembangkan dan diusahakan untuk mewujudkannya. Orang-orang suci dan mulia selalu bercita-cita mewujudkan kebahagiaan dunia beserta isinya. Orientasi keinginannya adalh universal bahkan lebih cendrung untuk kebahagiaan orang lain. Seluruh hidupnya diabdikan untuk kepentingan umat seluruh duani. Jadi apakah keingina kita untuk kesenangan pribadi atau untuk kepentingan kelompak atau untuk seluruh umat manusia?
BAHAGIA TIDAK MERASA
KEHILANGAN
Suatu ketika saya berkunjung ke rumah teman sekantor. Dia temam baik saya yang sering diajak curhat berbagai masalah baik masalah kantor maupun masalah hidup berumah tangga. Kami mempunyai hobi yang sama, yaitu sama-sama suka berkebun, menata tanaman dan memelihara ikan hias. Saking asyiknya ngobrol, tidak terasa mentari sudah terbenam. Sebelum malam tiba, saya kemudian minta diri pulang. Dengan penuh kenangan, sekeluarga kemudian mengantar saya sampai pintu pagar depan.” Selamat jalan, salam buat keluarga di rumah. Kami sangat senang atas kedatanganmu” Itulah ucapat perpisahan yang di sampaikan sambil melambaikan tangan sampai mobil yang saya kemudikan tidak terlihat.lagi.
Saya pun pulang dengan sangat senang karena mendapat oleh-oleh beberapa tanaman hias. Samapai di rumah saya sampaikan kejadian itu dengan istri, Istripun sangat gembira dan menitipkan salam balik buat teman saya sekeluarga. Saya kemudia tidur dengan nyenyak.
Besoknya tiba-tiba teman saya datang dengan wajah cemas dan penuh keheranan. Sambil menggeleng-gelengkan kepala keheranan dia berkata,’Kamu ini memang keterlaluan. Masa Handphone semahal ini kamu lupakan. Saya menemukannya tergeletak di atas meja yang ada di kebunku. Kami sekeluarga tidak bisa tidur membayangkan kamu stress memikirkan HPmu yang canggih ini hilang. Kami sekeluarga membayangkan kamu tidak bisa tidur memikirkannya. Saya coba menghubungimu pulsaku habis. Maaf ya saya baru sempat membawa HPmu ke mari.” Lalu saya jawab.” Memangnya HPku hilang?’ sambil mencari HPku di tas yang biasa dipakai tempat HP. Setelah tidak ada dengan senyum saya berkata,” O. Sorry ya HPku memang ketinggalan. Maaf sudah membuat kamu sekeluarga menjadi tidak bahagia. Padahal semalaman saya tidur dengan tenang karena saya tidak merasa kehilangan apa-apa,”
Dari peristiwa di atas menyadarkan bahwa orang yang sulit menikmati kebahagiaan adalah orang yang selalu merasakan kehilangan dalam hidupnya baik miliknya maupun bukan miliknya. Kehilangan yang sudah terjadi akan menimbulkan kerugian, kurang beruntung, nasib sial dan alasan lainya untuk mencari kambing hitam dari pristiwa yang tidak diharapkan itu. Bila perasaan kehilangan dari apa yang akan terjadi akan menimbulkan kecemasan. peneyesalan dan kecemasan inilah penyebab ketidakbahagiaan seseorang Perasaan kehilangan belum tentu berhubungan dengan kepemilikan. Kehilangan secara fisik adalah melepaskan keterikatan secara obyektif formal terhadap suatu material. Namun kehilangan psikologi merupakan sebuah ketidakterikatan secara mental terhadap suatu obyek yang dimiliki maupun yang tidak merupakan haknya. Maka yang menentukan bahagia atau tidaknya seseorang adalah sejauh mana keterikatanya terhadap sebuah obyek..Kemudia dia mulai menyadari kenapa dia yang tidak kehilangan malah merasakan kehilangan. Sedang yang benar-benar kehilangan malah tenang-tenga dan bahagia. Karena tidak merasa kehilangan. Jadi orang bisa bahagia bila dalam hidupnya tidak selau merasa kehilangan
Rabu, 13 Januari 2010
Inpirasi plat mobil
DK 1001 SI
Kendaraan adalah merupakan alat transortasi utama yang paling banyak dugunakan oleh umat manusia. Sebagai alat transortasi darat, mobil dan sepeda motorlah yang paling mendominasi di jalan raya. Dari mobil yang kita lihat di jalanan, plat merupakan identias pengenal yang sangat penting . Maka dari itu banyak orang mencari nomor plat khusus untuk memberikan spirit kepada pemilik mobil tersebut. Beberapa nomor plat bahkan menjadi barang komuditi sangat mahal yang bisa dikomersilkan oleh oknum aparat. Plat dengan angka empat digit harganya sangat berbeda dengan menggunakan satu digit. Bagi sebagian orang yang tidak begitu percaya dengan kekuatan yang ditimbulkan dari spirit angka pada plat mobilnya, mereka akan menerima begitu saja berapapun nomor plat yang akan diberika ketika membeli mobil baru atau pergantian plat mobil yang lama. Lalu angka yang bagaimanakah yang paling diburu bahkan sampai mau mengeluarkan uang ektra puluhan juta untuk sekedar mendapatkan angka kesukaannya? Kenapa mereka tertarik dengan angka khusus itu? Berapakah nomor plat yang lebih sempurna dari angka plat yang paling sempurna? Berikut akan saya sajikan beberapa angka khusus yang paling sering diburu di Bali.
DK 1, untuk kepala daerah Propinsi Bali, seperti Gubernur. DK 2, untu ketua DPRD provinsi. Kalau untuk kabupaten disesuaikan dengan kode kabupaten setempat. Bupati dan ketua DPRD unutk DK 1 dan DK 2 diikuti dengan kode kabupaten masing-masing. Biasanya untuk mobil milik pemerintah nomor platnya selalu berwarna merah. Nomor plat satu digit menunjukkan lambang kekuasaan. serta identitas penguasa di daerah setempat. Yang mengendarai mobil tersebut biasanya identik dengan orang penting.
DK satu digit, misaln angka 1, 2 dan sebagainya merupakan incaran orang-orang yang ingin dianggap orang paling penting di daerah tersebut. Misalnya orang paling kaya atau orang yang memiliki status super terutama di bidang kekuasaan dan status social. Orang yang sampai mengincar angka satu digit biasanya orang berduit yang tidak perduli berapapun biaya ektra yang harus dikeluarkan.
Beberapa plat mobil khusus yang sangat diburu seperti oleh orang seperti DK 168, 1680, merupakan angka favorit bagi pengusaha keturunan Thionghoa. Menurut pengertian bahasa cina angka 168 diartikan “ satu jalan menuju bahagia, atau apa yang sudah dimiliki akan lebih kekal atau sulit hilang dari genggaman”. Terutam harta kekayaan.
DK 18, 180, 108, 1008, 1818, 9, 99, 999, 999, 27, 72, 45, 54,36, 63 dan sebagainya ini semua mengindikasikan bila deretan angka itu dijumlahkan akan berjumlah 9. Dia meyakini angka 9 disamping merupakan angka tertinggi dalam bilangan, angka tersebut juga dianggap keramat dan paling sempurna. Karen berapapun dikalikan 9 hasilnya setelah angka itu di tambahkan juga berjumlah 9. Ini juga dihubungkan dengan kekuatan spiritual. Seperti Wali Songo berjumlah 9 wali, Sembilan Dewa mata angina (Dewata Nawa Sanga), 9 Penjuru mata angina. 9 senjata kekutan para Dewa dan sebagainya.
DK 1001 SI merupakan angka yang lebih sempurna dari yang paling sempurna. Karena unsur angka yang paling menonjol adalah angaka 0 dan 1. yang memberikan makna bahawa semua yang ada (1) berasal dari tidak ada (0). Dan apapun yang sempurna di dunia ini bila dihadapakan atau dikalikan dengan angak 0 akan menjadi 0 . termasuk juga angka 9, bila dikalikan dengan 0 pasti menghasilkan angka 0 bukan sembilan (9 X 0 = 0, bukan 9). Maka angka 0 adalah simbul kekuatan melebur semua kekuatan. Begitu juga angka 0 sebagai sumber dari semua kekuatan (1 s/d 9). Angka berapapun bila dibagi 0 hasilnya tak terhingga ( x : 0 = ~ ). Angka 1001 sebagai bilangan biner. Angka ini yang banyak digunakan untuk memprogram computer, bila dikonversikan ke angaka decimal dan hexadesimal akan menghasilkan angka 9. Caranya setiap pemabangian biner selalu mengunakan angka 2. Bia 9 : 2 = 4 sisa 1. Angka 1 ini menjadi bilangan yang terletak paling akhir. Hasil 4 : 2 = 2 tidak menghasilkan sisa maka ditulis 0. akan menjadi angka urutan tiga. 2 : 2 = 1. berarti tiak ada sisa tulis 0 akan menajdi urutan angka ke dua. Hasil angka 1 bila dibagi 2 akan sisa 1 ( 1 : 2 hasilnya akan sisa 1), maka angka 1 akan menjadi angka paling awal. Bila penempatanya diurut dari belakang akan menghasilkan deretan angka 1001. Maka DK 1001 SI adalah plat kendaran denga nomor lebih sempurna dari nomor plat yang paling semburna, SI dibelakngnya merupakan singkatan dari Spiritual Inteligent.
Selain hal tersebut di atas, ada juga plat kend araan bermotor yang ditulis dengan modifikasi menjadi deretan hurup yang mengandung makna. Seperti DK 124 TU bila ditulis hasil modifikasi menjadi “RATU”. “BOSS” hasil modifikasi DK 130 SS atau DK 80 SS. “SAI BA” hasil DK 541 BA, “ARSI” hasil dari DK 412 SI, “LUSI” hasil dari 14 SI, “BABA” dari DK 3434 . ‘SITI “ DK 5151. “GIGOLO” hasil dari DK 6160 LO. “BOY” hasil dari DK 1304. “SARI” hasil dari DK 5421, “SUSI” dari DK 5451.
Dari tulisan di atas mudah-mudahan bisa dipakai inspirasi saat membeli kendaraan baru atau akan mengganti plat yang lama. Selamat memilih angka yang diyakini sangat jitu atau modifikasi angka menjadi hurup yang bisa memberi semangat untuk menuju sukses! Salam Senyum!
Kendaraan adalah merupakan alat transortasi utama yang paling banyak dugunakan oleh umat manusia. Sebagai alat transortasi darat, mobil dan sepeda motorlah yang paling mendominasi di jalan raya. Dari mobil yang kita lihat di jalanan, plat merupakan identias pengenal yang sangat penting . Maka dari itu banyak orang mencari nomor plat khusus untuk memberikan spirit kepada pemilik mobil tersebut. Beberapa nomor plat bahkan menjadi barang komuditi sangat mahal yang bisa dikomersilkan oleh oknum aparat. Plat dengan angka empat digit harganya sangat berbeda dengan menggunakan satu digit. Bagi sebagian orang yang tidak begitu percaya dengan kekuatan yang ditimbulkan dari spirit angka pada plat mobilnya, mereka akan menerima begitu saja berapapun nomor plat yang akan diberika ketika membeli mobil baru atau pergantian plat mobil yang lama. Lalu angka yang bagaimanakah yang paling diburu bahkan sampai mau mengeluarkan uang ektra puluhan juta untuk sekedar mendapatkan angka kesukaannya? Kenapa mereka tertarik dengan angka khusus itu? Berapakah nomor plat yang lebih sempurna dari angka plat yang paling sempurna? Berikut akan saya sajikan beberapa angka khusus yang paling sering diburu di Bali.
DK 1, untuk kepala daerah Propinsi Bali, seperti Gubernur. DK 2, untu ketua DPRD provinsi. Kalau untuk kabupaten disesuaikan dengan kode kabupaten setempat. Bupati dan ketua DPRD unutk DK 1 dan DK 2 diikuti dengan kode kabupaten masing-masing. Biasanya untuk mobil milik pemerintah nomor platnya selalu berwarna merah. Nomor plat satu digit menunjukkan lambang kekuasaan. serta identitas penguasa di daerah setempat. Yang mengendarai mobil tersebut biasanya identik dengan orang penting.
DK satu digit, misaln angka 1, 2 dan sebagainya merupakan incaran orang-orang yang ingin dianggap orang paling penting di daerah tersebut. Misalnya orang paling kaya atau orang yang memiliki status super terutama di bidang kekuasaan dan status social. Orang yang sampai mengincar angka satu digit biasanya orang berduit yang tidak perduli berapapun biaya ektra yang harus dikeluarkan.
Beberapa plat mobil khusus yang sangat diburu seperti oleh orang seperti DK 168, 1680, merupakan angka favorit bagi pengusaha keturunan Thionghoa. Menurut pengertian bahasa cina angka 168 diartikan “ satu jalan menuju bahagia, atau apa yang sudah dimiliki akan lebih kekal atau sulit hilang dari genggaman”. Terutam harta kekayaan.
DK 18, 180, 108, 1008, 1818, 9, 99, 999, 999, 27, 72, 45, 54,36, 63 dan sebagainya ini semua mengindikasikan bila deretan angka itu dijumlahkan akan berjumlah 9. Dia meyakini angka 9 disamping merupakan angka tertinggi dalam bilangan, angka tersebut juga dianggap keramat dan paling sempurna. Karen berapapun dikalikan 9 hasilnya setelah angka itu di tambahkan juga berjumlah 9. Ini juga dihubungkan dengan kekuatan spiritual. Seperti Wali Songo berjumlah 9 wali, Sembilan Dewa mata angina (Dewata Nawa Sanga), 9 Penjuru mata angina. 9 senjata kekutan para Dewa dan sebagainya.
DK 1001 SI merupakan angka yang lebih sempurna dari yang paling sempurna. Karena unsur angka yang paling menonjol adalah angaka 0 dan 1. yang memberikan makna bahawa semua yang ada (1) berasal dari tidak ada (0). Dan apapun yang sempurna di dunia ini bila dihadapakan atau dikalikan dengan angak 0 akan menjadi 0 . termasuk juga angka 9, bila dikalikan dengan 0 pasti menghasilkan angka 0 bukan sembilan (9 X 0 = 0, bukan 9). Maka angka 0 adalah simbul kekuatan melebur semua kekuatan. Begitu juga angka 0 sebagai sumber dari semua kekuatan (1 s/d 9). Angka berapapun bila dibagi 0 hasilnya tak terhingga ( x : 0 = ~ ). Angka 1001 sebagai bilangan biner. Angka ini yang banyak digunakan untuk memprogram computer, bila dikonversikan ke angaka decimal dan hexadesimal akan menghasilkan angka 9. Caranya setiap pemabangian biner selalu mengunakan angka 2. Bia 9 : 2 = 4 sisa 1. Angka 1 ini menjadi bilangan yang terletak paling akhir. Hasil 4 : 2 = 2 tidak menghasilkan sisa maka ditulis 0. akan menjadi angka urutan tiga. 2 : 2 = 1. berarti tiak ada sisa tulis 0 akan menajdi urutan angka ke dua. Hasil angka 1 bila dibagi 2 akan sisa 1 ( 1 : 2 hasilnya akan sisa 1), maka angka 1 akan menjadi angka paling awal. Bila penempatanya diurut dari belakang akan menghasilkan deretan angka 1001. Maka DK 1001 SI adalah plat kendaran denga nomor lebih sempurna dari nomor plat yang paling semburna, SI dibelakngnya merupakan singkatan dari Spiritual Inteligent.
Selain hal tersebut di atas, ada juga plat kend araan bermotor yang ditulis dengan modifikasi menjadi deretan hurup yang mengandung makna. Seperti DK 124 TU bila ditulis hasil modifikasi menjadi “RATU”. “BOSS” hasil modifikasi DK 130 SS atau DK 80 SS. “SAI BA” hasil DK 541 BA, “ARSI” hasil dari DK 412 SI, “LUSI” hasil dari 14 SI, “BABA” dari DK 3434 . ‘SITI “ DK 5151. “GIGOLO” hasil dari DK 6160 LO. “BOY” hasil dari DK 1304. “SARI” hasil dari DK 5421, “SUSI” dari DK 5451.
Dari tulisan di atas mudah-mudahan bisa dipakai inspirasi saat membeli kendaraan baru atau akan mengganti plat yang lama. Selamat memilih angka yang diyakini sangat jitu atau modifikasi angka menjadi hurup yang bisa memberi semangat untuk menuju sukses! Salam Senyum!



