Kamis, 14 Januari 2010
inspirasi bahagia
LEVEL KEBAHAGIAAN
Setiap bertanya tentang kebahagiaan kepada seseorang selalu mendapat jawaban yang berbeda. Ada yang mengatakan dia bahagia setelah punya mobil mewah, ada yang mengatakan bahagia ketika memberikan pelayanan secara tulus kepada orang yang membutuhkan bahkan ada yang mengatakan dia bahagia ketika mendonasikan hartanya untuk kemanusiaan dan kemuliaan. Kebahagiaan adalah sebuah perasaan senang atau tentram yang ada dalam hati. Apapun yang menyebabkan orang bisa merasa nyaman dan aman itulah sebuah kebahagiaan. Namun apa sebenarnya penyebab kebahagiaan itu? Ada berapa level kebahagiaan di dunia ini menurut penyebabnya? Kebahagiaan tingkat pertama sering disebut dengan kesenangan. Mereka bisa bahagia dengan cara memiliki, menikmati penyebab kebahagiaan itu sendiri. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah harta tahta dan wanita/pria. Bagian tubuh yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah panca indera. Pikiran sadar secara rasional akan memepertimbangkan obyek kebendaan yang bisa menyebabkan seseorang bisa bahagia. Waktu untuk merasakannya adalah sekarang dan disini (now and here) yaitu saat melakukannya. Bekerja keras adalah kegiatan uatamanya. Karena kebahagiaan jenis ini bersifat sementara, maka sering disebut kebahagiaan semu. Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “saya akan bahagia setelah sukses mempunyai harta, tahta dan pasangan hidup sesuai harapan” landasan pengetahuannya matematika dan fisika.
Kebahagiaan tingkat utama sering disebut dengan suka cita. Mereka bisa bahagia dengan hanya memikirkan saja penyebab kebahagiaan itu.. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah berhubungan dengan obyek keduniawian. Bagian yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah pikiran. Terutama pikiran bawah sadar. Ini bersifat irasional-emosional. Tidak ada analisa lagi, tidak ada pertimbangan logis. Wujudnya abtrak. Bersifat masa lalu dan yang akan datang (before and next). Maka ada kalimat bijak mengatakan “Kebahagiaan tidak ada yang ada adalah saat bahagia”. Karena kebahagiaan jenis ini berlangsung lebih lama dan tidak terikat dengan kepemilikan, maka tidak jarang orang yang hidupnya serba kekurangannyapun bisa mendapatkan hanya dengan selalu berpikir bahagia. Melakukan pelayanan adalah bentuk kegiatan untuk kebahagiaan orang lain maupun diri sendiri Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya selau mensyukuri hidup. Dia mempunyai motto “Saya akan selalu bahagia menuju sukses” Pengetahuan psikologi adalah bidang ilmunya.
Kebahagiaan yang paling akhir adalah kebahagiaan tingkat mulia. ini sering disebut dengan ketenangan. Kebahagiaan sejati ini bisa didapatkan dengan cara melepaskan penyebab kebahagiaan itu sendiri. Maka kegiatannya banyak melakukan persembahan. Bagian yang paling berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah jiwa. Pikiran super sadar yang selalu diasah akan melahirkan ketajaman intuisi. Tingkat kebahagiaan inilah yang paling kekal. Kebahagiaan bisa terjadi kapan saja dan dimanapun berada (everytime and everywhere). Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat kecil keterikatannya dengan urusan duniawi. Dia tidak terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “Semua yang saya miliki adalah milik-Nya. Saya akan selalu bahagia karena bersama-Nya. Spiritual adalah landasan hidupnya.
Setelah kita mengenal level-level kebahagiaan, maka hak kita untuk memilih mau kebahagiaan tingkat ke berapa? Pilihlah sesuai dengan keadaan, tingkat pemahaman dan kematangan masing-masing! Karena hidup ini adalah sebuah pilihan.
KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Kebutuhan semua orang pada dasarnya sama, bersifat mendesak dan obyektif . Kebutuhan adalah sesuatu hal mutlak harus dipenuhi seperti butuh makan ,pakaian, dan tempat tinggal. Seorang yang hidupnya masih dilandasi kebutuhan dapat dilihat pada kehidupan seorang bayi. Dia denagn jujur dan apa adanya akan mengungkapkan bila ada sesuatu yang dibutuhkan. Ekpresi menangis adalah uangkapan paling umum untuk menyampaikan bahwa ia butuh sesuatu. Dengan tanpa rasa malu dia akan menangis baik di rumah maupun di tempat keramaian bila perutnya lapar, tubuhnya tidak nyaman, ada sesuatu yang mengganggu. Begitu juga bila kebutuhannya sudah terpenuhi dia akan tersenyum dan bercanda. Kepolosan bayi juga tercermin disaat dia tidur. Bayi dapat merilekkan tubuhnya secara maksimal disaat dia tertidur. Tibuhnya sangat rilek berbaring di tempat tidur. Terkadang kalau suasana hatinya senang dia tidak segan segan tersenyum di saat tidur. Kenapa kita yang sudah dewasa sulit sekali tersenyum saat tertidur? Karena orang dewasa hidupnya penuh kebohongan dan kepura-puraan.
Setelah mulai besar dengan masuknya pengaruh lingkungan dan mengnal perbandingan mulai muncul keinginan lebih menonjol dibandingakan kebutuhan. Keinginan adalah merupakan suatu kehendak personal berupa pilihan dan lebih sesuai dengan kecendrungan seseorang. Dasar keinginan itu adalah kesenangan subyektif. yang dipengaruhi lingkungan sekitar. Keinginan itu muncul akibat dorongan nafsu badaniah, pikiran positif dan dari pancaran jiwa. Dengan tahu perbandingan maka akan muncul pilihan yang mengarah ke suatu hal yang lebih baik, lebih mahal, lebih mewah, lebih bergengsi dan asesoris sejenis untuk menunjukkan sebuah keunggulan dan kesombongan menurut keperluan. Keinginan lebih cendrung muncul oleh didorong nafsu. Kadang kala orang sering menginginkan suatu hal yang tidak dibutuhkan. Keinginan ini semakin dipenuhi malah semakin bertambah. Keinginan ini bersifat tidak terbataats. Sedangkan kebutuhan itu sangat terbatas. Keinginan semakin dipenuhi dan dikejar malah semakin banyak dan semakin menjauh. Maka tidak ada seorangpun di dunia ini bisa memenuhi semua keinginannya karen keinginan itu selalu bertumbuh dan beranak terus secara berlipat ganda. Sedangkan kepemilikan yang bisa diusahakan bertambah secara bertahap mengikuti deret hitung. Makanya sampai matipun manusia masih belum mampu memenuhi semua keinginan itu.
Keninginan yang lahir dari pikiran positif akan selalu melahirkan ide, gagasan , cita-cita yang menuju kebaikan umat manusia. Keinginan seperti ini perlu dikembangkan dan dipupuk terus , walaupun tidak akan mampu memenuhi semua keinginan, Karena keinginan itulah motivator terhebat di dunia. Manusia tanpa keinginan hidupnya akan pasif. Manusia terlalu banyak keinginan hidupnya akan berat membawa beban. Jalan yang paling bijaksana adalah biarkan keinginan berkembang sebanyak-banyaknya biarkan juga yang tidak bisa bipenuhi berlalu begitu saja. Bersyukurlah bila bisa mewujudkan beberapa keinginan dan bersyukur pula bila ada keinginan yang belum terpenuhi karena kita masih diberi kesempatan untuk mewujudkanya.
Keinginan yang menuju kearah positif dan spesifik di sebut cita-cita. Banyak orang yang mempunyai cita-cita mulia. Banyak orang berkeinginan mewujudkan dunia lebih baik, banyak juga orang yang menginginkan dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berbudi luhur. Keinginan-keinginan seperti inilah yang perlu dikembangkan dan diusahakan untuk mewujudkannya. Orang-orang suci dan mulia selalu bercita-cita mewujudkan kebahagiaan dunia beserta isinya. Orientasi keinginannya adalh universal bahkan lebih cendrung untuk kebahagiaan orang lain. Seluruh hidupnya diabdikan untuk kepentingan umat seluruh duani. Jadi apakah keingina kita untuk kesenangan pribadi atau untuk kepentingan kelompak atau untuk seluruh umat manusia?
BAHAGIA TIDAK MERASA
KEHILANGAN
Suatu ketika saya berkunjung ke rumah teman sekantor. Dia temam baik saya yang sering diajak curhat berbagai masalah baik masalah kantor maupun masalah hidup berumah tangga. Kami mempunyai hobi yang sama, yaitu sama-sama suka berkebun, menata tanaman dan memelihara ikan hias. Saking asyiknya ngobrol, tidak terasa mentari sudah terbenam. Sebelum malam tiba, saya kemudian minta diri pulang. Dengan penuh kenangan, sekeluarga kemudian mengantar saya sampai pintu pagar depan.” Selamat jalan, salam buat keluarga di rumah. Kami sangat senang atas kedatanganmu” Itulah ucapat perpisahan yang di sampaikan sambil melambaikan tangan sampai mobil yang saya kemudikan tidak terlihat.lagi.
Saya pun pulang dengan sangat senang karena mendapat oleh-oleh beberapa tanaman hias. Samapai di rumah saya sampaikan kejadian itu dengan istri, Istripun sangat gembira dan menitipkan salam balik buat teman saya sekeluarga. Saya kemudia tidur dengan nyenyak.
Besoknya tiba-tiba teman saya datang dengan wajah cemas dan penuh keheranan. Sambil menggeleng-gelengkan kepala keheranan dia berkata,’Kamu ini memang keterlaluan. Masa Handphone semahal ini kamu lupakan. Saya menemukannya tergeletak di atas meja yang ada di kebunku. Kami sekeluarga tidak bisa tidur membayangkan kamu stress memikirkan HPmu yang canggih ini hilang. Kami sekeluarga membayangkan kamu tidak bisa tidur memikirkannya. Saya coba menghubungimu pulsaku habis. Maaf ya saya baru sempat membawa HPmu ke mari.” Lalu saya jawab.” Memangnya HPku hilang?’ sambil mencari HPku di tas yang biasa dipakai tempat HP. Setelah tidak ada dengan senyum saya berkata,” O. Sorry ya HPku memang ketinggalan. Maaf sudah membuat kamu sekeluarga menjadi tidak bahagia. Padahal semalaman saya tidur dengan tenang karena saya tidak merasa kehilangan apa-apa,”
Dari peristiwa di atas menyadarkan bahwa orang yang sulit menikmati kebahagiaan adalah orang yang selalu merasakan kehilangan dalam hidupnya baik miliknya maupun bukan miliknya. Kehilangan yang sudah terjadi akan menimbulkan kerugian, kurang beruntung, nasib sial dan alasan lainya untuk mencari kambing hitam dari pristiwa yang tidak diharapkan itu. Bila perasaan kehilangan dari apa yang akan terjadi akan menimbulkan kecemasan. peneyesalan dan kecemasan inilah penyebab ketidakbahagiaan seseorang Perasaan kehilangan belum tentu berhubungan dengan kepemilikan. Kehilangan secara fisik adalah melepaskan keterikatan secara obyektif formal terhadap suatu material. Namun kehilangan psikologi merupakan sebuah ketidakterikatan secara mental terhadap suatu obyek yang dimiliki maupun yang tidak merupakan haknya. Maka yang menentukan bahagia atau tidaknya seseorang adalah sejauh mana keterikatanya terhadap sebuah obyek..Kemudia dia mulai menyadari kenapa dia yang tidak kehilangan malah merasakan kehilangan. Sedang yang benar-benar kehilangan malah tenang-tenga dan bahagia. Karena tidak merasa kehilangan. Jadi orang bisa bahagia bila dalam hidupnya tidak selau merasa kehilangan
Setiap bertanya tentang kebahagiaan kepada seseorang selalu mendapat jawaban yang berbeda. Ada yang mengatakan dia bahagia setelah punya mobil mewah, ada yang mengatakan bahagia ketika memberikan pelayanan secara tulus kepada orang yang membutuhkan bahkan ada yang mengatakan dia bahagia ketika mendonasikan hartanya untuk kemanusiaan dan kemuliaan. Kebahagiaan adalah sebuah perasaan senang atau tentram yang ada dalam hati. Apapun yang menyebabkan orang bisa merasa nyaman dan aman itulah sebuah kebahagiaan. Namun apa sebenarnya penyebab kebahagiaan itu? Ada berapa level kebahagiaan di dunia ini menurut penyebabnya? Kebahagiaan tingkat pertama sering disebut dengan kesenangan. Mereka bisa bahagia dengan cara memiliki, menikmati penyebab kebahagiaan itu sendiri. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah harta tahta dan wanita/pria. Bagian tubuh yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah panca indera. Pikiran sadar secara rasional akan memepertimbangkan obyek kebendaan yang bisa menyebabkan seseorang bisa bahagia. Waktu untuk merasakannya adalah sekarang dan disini (now and here) yaitu saat melakukannya. Bekerja keras adalah kegiatan uatamanya. Karena kebahagiaan jenis ini bersifat sementara, maka sering disebut kebahagiaan semu. Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “saya akan bahagia setelah sukses mempunyai harta, tahta dan pasangan hidup sesuai harapan” landasan pengetahuannya matematika dan fisika.
Kebahagiaan tingkat utama sering disebut dengan suka cita. Mereka bisa bahagia dengan hanya memikirkan saja penyebab kebahagiaan itu.. Pada umumnya penyebab kebahagiaan itu adalah berhubungan dengan obyek keduniawian. Bagian yang berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah pikiran. Terutama pikiran bawah sadar. Ini bersifat irasional-emosional. Tidak ada analisa lagi, tidak ada pertimbangan logis. Wujudnya abtrak. Bersifat masa lalu dan yang akan datang (before and next). Maka ada kalimat bijak mengatakan “Kebahagiaan tidak ada yang ada adalah saat bahagia”. Karena kebahagiaan jenis ini berlangsung lebih lama dan tidak terikat dengan kepemilikan, maka tidak jarang orang yang hidupnya serba kekurangannyapun bisa mendapatkan hanya dengan selalu berpikir bahagia. Melakukan pelayanan adalah bentuk kegiatan untuk kebahagiaan orang lain maupun diri sendiri Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya selau mensyukuri hidup. Dia mempunyai motto “Saya akan selalu bahagia menuju sukses” Pengetahuan psikologi adalah bidang ilmunya.
Kebahagiaan yang paling akhir adalah kebahagiaan tingkat mulia. ini sering disebut dengan ketenangan. Kebahagiaan sejati ini bisa didapatkan dengan cara melepaskan penyebab kebahagiaan itu sendiri. Maka kegiatannya banyak melakukan persembahan. Bagian yang paling berperan dalam menikmati jenis kebahagiaan ini adalah jiwa. Pikiran super sadar yang selalu diasah akan melahirkan ketajaman intuisi. Tingkat kebahagiaan inilah yang paling kekal. Kebahagiaan bisa terjadi kapan saja dan dimanapun berada (everytime and everywhere). Orang-orang bahagia dilevel ini biasanya sangat kecil keterikatannya dengan urusan duniawi. Dia tidak terikat dengan apa yang dimilikinya. Dia mempunyai motto “Semua yang saya miliki adalah milik-Nya. Saya akan selalu bahagia karena bersama-Nya. Spiritual adalah landasan hidupnya.
Setelah kita mengenal level-level kebahagiaan, maka hak kita untuk memilih mau kebahagiaan tingkat ke berapa? Pilihlah sesuai dengan keadaan, tingkat pemahaman dan kematangan masing-masing! Karena hidup ini adalah sebuah pilihan.
KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Kebutuhan semua orang pada dasarnya sama, bersifat mendesak dan obyektif . Kebutuhan adalah sesuatu hal mutlak harus dipenuhi seperti butuh makan ,pakaian, dan tempat tinggal. Seorang yang hidupnya masih dilandasi kebutuhan dapat dilihat pada kehidupan seorang bayi. Dia denagn jujur dan apa adanya akan mengungkapkan bila ada sesuatu yang dibutuhkan. Ekpresi menangis adalah uangkapan paling umum untuk menyampaikan bahwa ia butuh sesuatu. Dengan tanpa rasa malu dia akan menangis baik di rumah maupun di tempat keramaian bila perutnya lapar, tubuhnya tidak nyaman, ada sesuatu yang mengganggu. Begitu juga bila kebutuhannya sudah terpenuhi dia akan tersenyum dan bercanda. Kepolosan bayi juga tercermin disaat dia tidur. Bayi dapat merilekkan tubuhnya secara maksimal disaat dia tertidur. Tibuhnya sangat rilek berbaring di tempat tidur. Terkadang kalau suasana hatinya senang dia tidak segan segan tersenyum di saat tidur. Kenapa kita yang sudah dewasa sulit sekali tersenyum saat tertidur? Karena orang dewasa hidupnya penuh kebohongan dan kepura-puraan.
Setelah mulai besar dengan masuknya pengaruh lingkungan dan mengnal perbandingan mulai muncul keinginan lebih menonjol dibandingakan kebutuhan. Keinginan adalah merupakan suatu kehendak personal berupa pilihan dan lebih sesuai dengan kecendrungan seseorang. Dasar keinginan itu adalah kesenangan subyektif. yang dipengaruhi lingkungan sekitar. Keinginan itu muncul akibat dorongan nafsu badaniah, pikiran positif dan dari pancaran jiwa. Dengan tahu perbandingan maka akan muncul pilihan yang mengarah ke suatu hal yang lebih baik, lebih mahal, lebih mewah, lebih bergengsi dan asesoris sejenis untuk menunjukkan sebuah keunggulan dan kesombongan menurut keperluan. Keinginan lebih cendrung muncul oleh didorong nafsu. Kadang kala orang sering menginginkan suatu hal yang tidak dibutuhkan. Keinginan ini semakin dipenuhi malah semakin bertambah. Keinginan ini bersifat tidak terbataats. Sedangkan kebutuhan itu sangat terbatas. Keinginan semakin dipenuhi dan dikejar malah semakin banyak dan semakin menjauh. Maka tidak ada seorangpun di dunia ini bisa memenuhi semua keinginannya karen keinginan itu selalu bertumbuh dan beranak terus secara berlipat ganda. Sedangkan kepemilikan yang bisa diusahakan bertambah secara bertahap mengikuti deret hitung. Makanya sampai matipun manusia masih belum mampu memenuhi semua keinginan itu.
Keninginan yang lahir dari pikiran positif akan selalu melahirkan ide, gagasan , cita-cita yang menuju kebaikan umat manusia. Keinginan seperti ini perlu dikembangkan dan dipupuk terus , walaupun tidak akan mampu memenuhi semua keinginan, Karena keinginan itulah motivator terhebat di dunia. Manusia tanpa keinginan hidupnya akan pasif. Manusia terlalu banyak keinginan hidupnya akan berat membawa beban. Jalan yang paling bijaksana adalah biarkan keinginan berkembang sebanyak-banyaknya biarkan juga yang tidak bisa bipenuhi berlalu begitu saja. Bersyukurlah bila bisa mewujudkan beberapa keinginan dan bersyukur pula bila ada keinginan yang belum terpenuhi karena kita masih diberi kesempatan untuk mewujudkanya.
Keinginan yang menuju kearah positif dan spesifik di sebut cita-cita. Banyak orang yang mempunyai cita-cita mulia. Banyak orang berkeinginan mewujudkan dunia lebih baik, banyak juga orang yang menginginkan dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berbudi luhur. Keinginan-keinginan seperti inilah yang perlu dikembangkan dan diusahakan untuk mewujudkannya. Orang-orang suci dan mulia selalu bercita-cita mewujudkan kebahagiaan dunia beserta isinya. Orientasi keinginannya adalh universal bahkan lebih cendrung untuk kebahagiaan orang lain. Seluruh hidupnya diabdikan untuk kepentingan umat seluruh duani. Jadi apakah keingina kita untuk kesenangan pribadi atau untuk kepentingan kelompak atau untuk seluruh umat manusia?
BAHAGIA TIDAK MERASA
KEHILANGAN
Suatu ketika saya berkunjung ke rumah teman sekantor. Dia temam baik saya yang sering diajak curhat berbagai masalah baik masalah kantor maupun masalah hidup berumah tangga. Kami mempunyai hobi yang sama, yaitu sama-sama suka berkebun, menata tanaman dan memelihara ikan hias. Saking asyiknya ngobrol, tidak terasa mentari sudah terbenam. Sebelum malam tiba, saya kemudian minta diri pulang. Dengan penuh kenangan, sekeluarga kemudian mengantar saya sampai pintu pagar depan.” Selamat jalan, salam buat keluarga di rumah. Kami sangat senang atas kedatanganmu” Itulah ucapat perpisahan yang di sampaikan sambil melambaikan tangan sampai mobil yang saya kemudikan tidak terlihat.lagi.
Saya pun pulang dengan sangat senang karena mendapat oleh-oleh beberapa tanaman hias. Samapai di rumah saya sampaikan kejadian itu dengan istri, Istripun sangat gembira dan menitipkan salam balik buat teman saya sekeluarga. Saya kemudia tidur dengan nyenyak.
Besoknya tiba-tiba teman saya datang dengan wajah cemas dan penuh keheranan. Sambil menggeleng-gelengkan kepala keheranan dia berkata,’Kamu ini memang keterlaluan. Masa Handphone semahal ini kamu lupakan. Saya menemukannya tergeletak di atas meja yang ada di kebunku. Kami sekeluarga tidak bisa tidur membayangkan kamu stress memikirkan HPmu yang canggih ini hilang. Kami sekeluarga membayangkan kamu tidak bisa tidur memikirkannya. Saya coba menghubungimu pulsaku habis. Maaf ya saya baru sempat membawa HPmu ke mari.” Lalu saya jawab.” Memangnya HPku hilang?’ sambil mencari HPku di tas yang biasa dipakai tempat HP. Setelah tidak ada dengan senyum saya berkata,” O. Sorry ya HPku memang ketinggalan. Maaf sudah membuat kamu sekeluarga menjadi tidak bahagia. Padahal semalaman saya tidur dengan tenang karena saya tidak merasa kehilangan apa-apa,”
Dari peristiwa di atas menyadarkan bahwa orang yang sulit menikmati kebahagiaan adalah orang yang selalu merasakan kehilangan dalam hidupnya baik miliknya maupun bukan miliknya. Kehilangan yang sudah terjadi akan menimbulkan kerugian, kurang beruntung, nasib sial dan alasan lainya untuk mencari kambing hitam dari pristiwa yang tidak diharapkan itu. Bila perasaan kehilangan dari apa yang akan terjadi akan menimbulkan kecemasan. peneyesalan dan kecemasan inilah penyebab ketidakbahagiaan seseorang Perasaan kehilangan belum tentu berhubungan dengan kepemilikan. Kehilangan secara fisik adalah melepaskan keterikatan secara obyektif formal terhadap suatu material. Namun kehilangan psikologi merupakan sebuah ketidakterikatan secara mental terhadap suatu obyek yang dimiliki maupun yang tidak merupakan haknya. Maka yang menentukan bahagia atau tidaknya seseorang adalah sejauh mana keterikatanya terhadap sebuah obyek..Kemudia dia mulai menyadari kenapa dia yang tidak kehilangan malah merasakan kehilangan. Sedang yang benar-benar kehilangan malah tenang-tenga dan bahagia. Karena tidak merasa kehilangan. Jadi orang bisa bahagia bila dalam hidupnya tidak selau merasa kehilangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Trimakasih atas komentar anda !