Senin, 18 Januari 2010
inspirasi kebijaksanaan
KAMBING PUTIH
JADI HITAM
Selagi hidup setiap manusia selalu akan mengahadapi serangkaian masalah. Setiap permasalahan yang timbul yang menjadi topic utama adalah apa dan siapa penyebabnya?. Selalu mencari kambing hitam ke sana-kemari. Setiap orang yang dicurigai berpotensi akan menjadi tersangka. Tuduhan yang tidak mendasar merupakan akar timbulnya masalah baru. Kemudian akan muncul banyak kambing hitam yang akan menjadi tersangka timbulnya kesulitan-kesulitan maka masalah lama belum selesai yang baru muncul lagi. Kenapa setiap masalah yang timbul banyak orang getol hanya mencari kambing hitam saja? Dari manakah kambing hitam itu sebenarnya berasal? Apakah dengan menemukan kambing hitam sebagai tersangka utama masalah tersebut bisa dituntaskan semuanya ?
Cobalah mulai kita merenung! Kalau kita mau jujur bahwa reaksi orang lain atau tanggapan orang lain terhadap kita adalah akibat dari aksi yang kita lalukan terhadap mereka. Tidakan kita berupa ucapan, tingkah laku dan pikiran yang diperlihatkan lewat sikap terhadap orang lain sangatlah menentukan reaksi dari orang yang menerimanya. Reaksi orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan disebut masalah bagi diri kita. Jadi kitalah yang menyebut masalah ketika sebuah kenyataan yang timbul tidak sesuai dengan harapan. Dan lucunya lagi masalah itu pada dasarnya kita sendiri yang mengawali kemudian orang lain bereaksi. Ketika reaksinya tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka dengan gampang kita sebut mereka menimbulkan masalah.
Dengan timbulnya masalah kemudian kita akan beruasaha mencari kambing hitam penyebab masalah tersebut. Selama kita masih selalu berusaha mencari kambing hitam di luar, kita akan dibuat lelah, frustrasi dan putus asa karena kambing hitam itu selalu akan muncul dan bahkan menjadi lebih banyak lagi.
Marilah sekarang kita mencoba berhenti mencari kambing hitam bila setiap timbul masalah. Cobalah energi yang terbuang sia-sia kita simpan dengan cara berhenti mencari kambing hitam ke luar. Mulailah merenung! Lihatlah ke dalam diri! Temukanlah kambing yang kita cari tadi di dalam. Saya yakin banyak orang tidak akan menemukan warna kambing hitam di dalam dirinya. Mereka jarang mau mengakui bahwa setiap masalah yang timbul sumber utamanya adalah dirinya sendiri. Hanya orang-orang yang bijaksanalah yang akan mampu menemukan kambing berwarna putih ketika mau mencari penyebab masalah ke dalam diri sendiri. Munculnya kambing hitam yang kita selalu cari bila ada masalah merupakan hasil duplikat kambing putih yang ada di dalam diri yang kita poles dengan warna hitam. Warna hitam itu tebentuk akibat pencampuran aneka warna seperti warna kebencian, kesombongan, iri hati, kecurigaan, ketakutan, kemarahan , egoisme, keserakahan dan sebagainya. Setelah dicat dengan aneka warna-warni di atas kambing yang putih tadi akan menjadi kambing berwarna. hitam. Karena banyak ada kambing hitam di dalam diri hasil duplikat tadi beberapa kambing itu keluar kandang kesadaran. Maka munculah banyak kambing hitam di luar. Kemudian setiap ada permasalahan kita akan selalu mencarinya ke luar. Padahal banyaknya kambing hitam sebagai penyebab masalah itu adalah hasil dari produksi kambing dalam negeri.
Masalah tidak akan pernah selesai dengan baik bila masih selalu mencari kambing hitam ke luar sebagai akar penyebabnya. Setelah kita tahu bahwa semua yang terjadi di luar adalah bersumber dari diri sendiri. Maka setiap ada permaslahan marilah kita menemukan kambing putih yang ada di dalam diri masing-masing. Dan setelah ketemu jangan dioles dengan beraneka warna sifat buruk manusia, niscaya kambing putih itu akan tetap berada di dalam kandang kebijaksanaan. Selamat memelihara kambing putih di dalam kandang kebijaksanaan!
DISERANG JADI TIGA
MENYERANG JADI SATU
Sering saya mendengar banyak teman kena sugesti dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia tidak sadari. Setelah kejadian baru dia tahu bahwa apa yang dilakukan adalah merugikan diri sendiri. Seperti dia memberikan uang kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal saat memberikan itu dia seperti linglung. Teman yang lain juga bercerita mengenai dia tidak bisa focus saat melakukan suatu kegiatan, baik saat bekerja atau sembahyang. Apa yang terjadi terhadap teman kita di atas? Bagaimana caranya bila diserang dengan sugesti yang merugikan? Dan bila kita mau menyerang atau bekerja apa yang harus dilalukan agar bisa efektif?
Ketika kita menghadapai masalah sering kita terbawa dengan masalah tersebut. Padahal antara masalah dengan kita tidaklah sama. Orang-orang yang kurang bijaksana seolah-olah masalah itu menyatu dengan dirinya. Tidak jarang orang menjadi bingung, stress bahkan sampai sakit padahal masalah itu tidak seberat yang dia bayangkan. Setiap kita diserang dengan berbagai masalah seperti ada orang memperdaya lewat pengaruh sugestinya kita sebaiknya jadi tiga. Karena diri kita yang sebenarnya bukanlah fisik, juga buka pikiran itu sendiri. Kita bisa buktikan dengan mengatakan menurut pikiran saya atau ini tubuh saya. Jadi saya sebenarnyaitu siapa ? Ya jiwa itu sendiri sebagai roh kekal yang menyebabkan kita hidup. Oleh sebab itu kita sebenarnya terdiri dari tiga unsur yaitu fisik, pikiran dan jiwa. Nah cobalah membagi diri menjadi tiga bila kita dihadapkan dengan sebuah masalah. Jiwa mengamati kejadian dengan selalu berkata benar. Pikiran mem-pertimbangkannya dengan selalu menginginkan hasil yang menyenangkan, begitu juga fisik yang cendrung selalu ingin merasakan kenyamanan. Pikiran dan fisik lebih terikat dengan kesenangan dan rasa nyaman yang kadang kala sering mengabaikan kebenaran. Lain dengan sifat jiwa yang selalu membisikkan kebenaran walaupun fisik atau mulut sering berkata bohong. Oleh karena itu jadikanlah jiwa sebagai pengamat bila mengahdapi suatu persoalan. Pikiran disuruh mem-pertimbangkan apakah kenikmatan yang belum tentu benar atau kebenaran yang belum tentu terasa nikmat akan menjadi acuanya. Bila sudah bisa membedakan hal itu, maka kita akan menjadikan diri tiga saat diserang masalah, sehingga kita akan bisa menghadapainya denga tindakan sangat bijaksana. Oarng-orang bijaksana biasanya relative terhindar dari tipu muslihat dan kejahatan manusia.
Kalau kita melakukan suatu tindakan atau usaha untuk tujuan kemuliaan diperlukan pikiran yang fokus, Dengan fokus terhadap suatu hal, maka akan lebih tepat sasaran. Yang dimaksud dengan fokus adalah kita menjadi totalitas manunggal. Dengan menjadikan jiwa raga dan pikiran menyatu, apapun yang dikerjakan akan lebih maksimal sehingga mendapatkan hasil yang optimal.. Kita akan bisa merasakan kehebatan sebuah totalitas saat-saat kita berdoa. Berserah sepenuhnya kehadapan Yang Kuasa akan mendapatkan suasana sangat khusuk walaupun dalam keramaian. Menjadikan satu jiwa raga dan pikiran disaat melakukan penyerangan terhadap suatu rintangan amatlah efektif untuk meraih kesuksesan.
JADI HITAM
Selagi hidup setiap manusia selalu akan mengahadapi serangkaian masalah. Setiap permasalahan yang timbul yang menjadi topic utama adalah apa dan siapa penyebabnya?. Selalu mencari kambing hitam ke sana-kemari. Setiap orang yang dicurigai berpotensi akan menjadi tersangka. Tuduhan yang tidak mendasar merupakan akar timbulnya masalah baru. Kemudian akan muncul banyak kambing hitam yang akan menjadi tersangka timbulnya kesulitan-kesulitan maka masalah lama belum selesai yang baru muncul lagi. Kenapa setiap masalah yang timbul banyak orang getol hanya mencari kambing hitam saja? Dari manakah kambing hitam itu sebenarnya berasal? Apakah dengan menemukan kambing hitam sebagai tersangka utama masalah tersebut bisa dituntaskan semuanya ?
Cobalah mulai kita merenung! Kalau kita mau jujur bahwa reaksi orang lain atau tanggapan orang lain terhadap kita adalah akibat dari aksi yang kita lalukan terhadap mereka. Tidakan kita berupa ucapan, tingkah laku dan pikiran yang diperlihatkan lewat sikap terhadap orang lain sangatlah menentukan reaksi dari orang yang menerimanya. Reaksi orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan disebut masalah bagi diri kita. Jadi kitalah yang menyebut masalah ketika sebuah kenyataan yang timbul tidak sesuai dengan harapan. Dan lucunya lagi masalah itu pada dasarnya kita sendiri yang mengawali kemudian orang lain bereaksi. Ketika reaksinya tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka dengan gampang kita sebut mereka menimbulkan masalah.
Dengan timbulnya masalah kemudian kita akan beruasaha mencari kambing hitam penyebab masalah tersebut. Selama kita masih selalu berusaha mencari kambing hitam di luar, kita akan dibuat lelah, frustrasi dan putus asa karena kambing hitam itu selalu akan muncul dan bahkan menjadi lebih banyak lagi.
Marilah sekarang kita mencoba berhenti mencari kambing hitam bila setiap timbul masalah. Cobalah energi yang terbuang sia-sia kita simpan dengan cara berhenti mencari kambing hitam ke luar. Mulailah merenung! Lihatlah ke dalam diri! Temukanlah kambing yang kita cari tadi di dalam. Saya yakin banyak orang tidak akan menemukan warna kambing hitam di dalam dirinya. Mereka jarang mau mengakui bahwa setiap masalah yang timbul sumber utamanya adalah dirinya sendiri. Hanya orang-orang yang bijaksanalah yang akan mampu menemukan kambing berwarna putih ketika mau mencari penyebab masalah ke dalam diri sendiri. Munculnya kambing hitam yang kita selalu cari bila ada masalah merupakan hasil duplikat kambing putih yang ada di dalam diri yang kita poles dengan warna hitam. Warna hitam itu tebentuk akibat pencampuran aneka warna seperti warna kebencian, kesombongan, iri hati, kecurigaan, ketakutan, kemarahan , egoisme, keserakahan dan sebagainya. Setelah dicat dengan aneka warna-warni di atas kambing yang putih tadi akan menjadi kambing berwarna. hitam. Karena banyak ada kambing hitam di dalam diri hasil duplikat tadi beberapa kambing itu keluar kandang kesadaran. Maka munculah banyak kambing hitam di luar. Kemudian setiap ada permasalahan kita akan selalu mencarinya ke luar. Padahal banyaknya kambing hitam sebagai penyebab masalah itu adalah hasil dari produksi kambing dalam negeri.
Masalah tidak akan pernah selesai dengan baik bila masih selalu mencari kambing hitam ke luar sebagai akar penyebabnya. Setelah kita tahu bahwa semua yang terjadi di luar adalah bersumber dari diri sendiri. Maka setiap ada permaslahan marilah kita menemukan kambing putih yang ada di dalam diri masing-masing. Dan setelah ketemu jangan dioles dengan beraneka warna sifat buruk manusia, niscaya kambing putih itu akan tetap berada di dalam kandang kebijaksanaan. Selamat memelihara kambing putih di dalam kandang kebijaksanaan!
DISERANG JADI TIGA
MENYERANG JADI SATU
Sering saya mendengar banyak teman kena sugesti dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia tidak sadari. Setelah kejadian baru dia tahu bahwa apa yang dilakukan adalah merugikan diri sendiri. Seperti dia memberikan uang kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal saat memberikan itu dia seperti linglung. Teman yang lain juga bercerita mengenai dia tidak bisa focus saat melakukan suatu kegiatan, baik saat bekerja atau sembahyang. Apa yang terjadi terhadap teman kita di atas? Bagaimana caranya bila diserang dengan sugesti yang merugikan? Dan bila kita mau menyerang atau bekerja apa yang harus dilalukan agar bisa efektif?
Ketika kita menghadapai masalah sering kita terbawa dengan masalah tersebut. Padahal antara masalah dengan kita tidaklah sama. Orang-orang yang kurang bijaksana seolah-olah masalah itu menyatu dengan dirinya. Tidak jarang orang menjadi bingung, stress bahkan sampai sakit padahal masalah itu tidak seberat yang dia bayangkan. Setiap kita diserang dengan berbagai masalah seperti ada orang memperdaya lewat pengaruh sugestinya kita sebaiknya jadi tiga. Karena diri kita yang sebenarnya bukanlah fisik, juga buka pikiran itu sendiri. Kita bisa buktikan dengan mengatakan menurut pikiran saya atau ini tubuh saya. Jadi saya sebenarnyaitu siapa ? Ya jiwa itu sendiri sebagai roh kekal yang menyebabkan kita hidup. Oleh sebab itu kita sebenarnya terdiri dari tiga unsur yaitu fisik, pikiran dan jiwa. Nah cobalah membagi diri menjadi tiga bila kita dihadapkan dengan sebuah masalah. Jiwa mengamati kejadian dengan selalu berkata benar. Pikiran mem-pertimbangkannya dengan selalu menginginkan hasil yang menyenangkan, begitu juga fisik yang cendrung selalu ingin merasakan kenyamanan. Pikiran dan fisik lebih terikat dengan kesenangan dan rasa nyaman yang kadang kala sering mengabaikan kebenaran. Lain dengan sifat jiwa yang selalu membisikkan kebenaran walaupun fisik atau mulut sering berkata bohong. Oleh karena itu jadikanlah jiwa sebagai pengamat bila mengahdapi suatu persoalan. Pikiran disuruh mem-pertimbangkan apakah kenikmatan yang belum tentu benar atau kebenaran yang belum tentu terasa nikmat akan menjadi acuanya. Bila sudah bisa membedakan hal itu, maka kita akan menjadikan diri tiga saat diserang masalah, sehingga kita akan bisa menghadapainya denga tindakan sangat bijaksana. Oarng-orang bijaksana biasanya relative terhindar dari tipu muslihat dan kejahatan manusia.
Kalau kita melakukan suatu tindakan atau usaha untuk tujuan kemuliaan diperlukan pikiran yang fokus, Dengan fokus terhadap suatu hal, maka akan lebih tepat sasaran. Yang dimaksud dengan fokus adalah kita menjadi totalitas manunggal. Dengan menjadikan jiwa raga dan pikiran menyatu, apapun yang dikerjakan akan lebih maksimal sehingga mendapatkan hasil yang optimal.. Kita akan bisa merasakan kehebatan sebuah totalitas saat-saat kita berdoa. Berserah sepenuhnya kehadapan Yang Kuasa akan mendapatkan suasana sangat khusuk walaupun dalam keramaian. Menjadikan satu jiwa raga dan pikiran disaat melakukan penyerangan terhadap suatu rintangan amatlah efektif untuk meraih kesuksesan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Trimakasih atas komentar anda !