Kamis, 11 Februari 2010
inspirasi kodrat
MATI TAKDIR ATAU KESALAHAN
Dalam kuliah Anatomi fFsiologi, seorang Profesor memberikan pengantar kuliah dengan sebuah pendahuluan yang mengatakan bahwa manusia normalnya meninggal mendekati umur harapan hidup. Di beberapa Negara maju umur harapan hidup bisa mencapai 90 tahun. Maka bila kita mati sebelum umur 90 tahun itu buka semata-mata kehendak Sang Pencipta akan tetapi murni kesalahan manusia dan bila bisa lebih, baru merupakan kodrat alami dari Tuhan. Jadi umur manusia itu ditentuka oleh gaya hidupnya.
Apa yang diungkapkan oleh Profesor di atas dapat menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya melakukan pola hidup sehat untuk memperpanjang usia hidup. Kadang-kadang yang paling sering kita dengar adalah setiap kematian selalu dikatakan takdir yang di atas. Kalau memang takdir kenapa kata takdir itu tidak pernah terucap sebelum kejadian? Tidakkah itu kalimat penghibur bagi orang-orang yang sulit mencari jawaban atas sebuah kenyataan. Banyak orang sudah jelas matinya akibat kesalahan manusia. Seperti mati kecelakaaan akibat kebut-kebitan di jalan dalam kondisi mabuk atau mati akibat kangker paru karena perokok berat, meninggal akibat penyakit lever karena saat muda sebagai peminum kelas berat. Atau mati karena AIDS akibat dari pergaulan bebas. Semua kematian di atas rasanya murni akibat gaya hidup yang keliru tidak sesuai dengan gaya hidup sehat. Jadi mati sebelum waktunya (mendahului umur harapan hidup) akibat dari terserang suatu penyakit adalah merupakan kesalahan manusia yang tidak bisa menerapkan pola hidup sehat.
Memang beberapa kejadian mungkin tidak disebabkan oleh orang bersangkutan seperti ditabarak, kena runtuhan rumah akibat gempa, atau tenggelam karena banjir bandang. Namun kalau kita kaji lebih mendalam semua itu akibat kesalahan manusia juga seperti lalai berkendaraan, membuat rumah yg tidak tahan gempa walaupun sudah tahu daerahnya termasuk radius beresiko gempa. Apalagi banjir itu jelas-jelas adalah akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menggunduli hutan. Meninggal akibat kesalahan orang lain juga merupakan mati karena kesalahan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Nah kalau bisa hidup sampai mencapai umur harapan hidup (sesuai umur harapn hidup nasional) bahkan kalau bisa lebih, itu baru takdir karena matinya seiiring dengan kematian alami selnya tanpa ada rekayasa atau kelainan akibat ulah manusia. Perkembangan sel hormon pertumbungan berhenti sampai umur 20 tahun dan penurunan fungsi sel tubuh memang sudah dimulai sejak umur 30 tahun. Para ahli mengatakan bahwa kematian sel yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh diperkirakan menurun satu persen per tahun. Jadi kalau orang sampai bisa mecapai umur 90 tahun itu berarti fungsi tubuhnya maksimal berfungsi lagi 40 persen. Karena fungsi tubuhnya secara normal sudah menururn sampai mencapai 60 persen dari fungsi sel saat masih muda. Orang-orang yang bisa mencapai umur lebih dari usia harapan hidup, pastilah hidupnya dengan gaya yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang usianya di bawah umur harapan hidup. Gaya hidup sehat ini bersifat holistik atau menyeluruh. Hanya mereka yang selalu memelihara kesehatan fisik, mental dan spiritualah yang memungkinkan bisa melebihi rata-rata usia orang normal. Jadi bila mati kurang dari 90 tahun itu sebagian besar merupakan kesalahan manusia dan bila bisa lebih, itu merupakan kodrat alami panggilan Sang Pencipta. Sebelum saya menghakhiri perkennkan saya berdoa, "Semogakita pulang ke akhirat sesuai kodrat karena kelahiran kita berdasarkan kodrat pula!"
Dalam kuliah Anatomi fFsiologi, seorang Profesor memberikan pengantar kuliah dengan sebuah pendahuluan yang mengatakan bahwa manusia normalnya meninggal mendekati umur harapan hidup. Di beberapa Negara maju umur harapan hidup bisa mencapai 90 tahun. Maka bila kita mati sebelum umur 90 tahun itu buka semata-mata kehendak Sang Pencipta akan tetapi murni kesalahan manusia dan bila bisa lebih, baru merupakan kodrat alami dari Tuhan. Jadi umur manusia itu ditentuka oleh gaya hidupnya.
Apa yang diungkapkan oleh Profesor di atas dapat menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya melakukan pola hidup sehat untuk memperpanjang usia hidup. Kadang-kadang yang paling sering kita dengar adalah setiap kematian selalu dikatakan takdir yang di atas. Kalau memang takdir kenapa kata takdir itu tidak pernah terucap sebelum kejadian? Tidakkah itu kalimat penghibur bagi orang-orang yang sulit mencari jawaban atas sebuah kenyataan. Banyak orang sudah jelas matinya akibat kesalahan manusia. Seperti mati kecelakaaan akibat kebut-kebitan di jalan dalam kondisi mabuk atau mati akibat kangker paru karena perokok berat, meninggal akibat penyakit lever karena saat muda sebagai peminum kelas berat. Atau mati karena AIDS akibat dari pergaulan bebas. Semua kematian di atas rasanya murni akibat gaya hidup yang keliru tidak sesuai dengan gaya hidup sehat. Jadi mati sebelum waktunya (mendahului umur harapan hidup) akibat dari terserang suatu penyakit adalah merupakan kesalahan manusia yang tidak bisa menerapkan pola hidup sehat.
Memang beberapa kejadian mungkin tidak disebabkan oleh orang bersangkutan seperti ditabarak, kena runtuhan rumah akibat gempa, atau tenggelam karena banjir bandang. Namun kalau kita kaji lebih mendalam semua itu akibat kesalahan manusia juga seperti lalai berkendaraan, membuat rumah yg tidak tahan gempa walaupun sudah tahu daerahnya termasuk radius beresiko gempa. Apalagi banjir itu jelas-jelas adalah akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menggunduli hutan. Meninggal akibat kesalahan orang lain juga merupakan mati karena kesalahan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Nah kalau bisa hidup sampai mencapai umur harapan hidup (sesuai umur harapn hidup nasional) bahkan kalau bisa lebih, itu baru takdir karena matinya seiiring dengan kematian alami selnya tanpa ada rekayasa atau kelainan akibat ulah manusia. Perkembangan sel hormon pertumbungan berhenti sampai umur 20 tahun dan penurunan fungsi sel tubuh memang sudah dimulai sejak umur 30 tahun. Para ahli mengatakan bahwa kematian sel yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh diperkirakan menurun satu persen per tahun. Jadi kalau orang sampai bisa mecapai umur 90 tahun itu berarti fungsi tubuhnya maksimal berfungsi lagi 40 persen. Karena fungsi tubuhnya secara normal sudah menururn sampai mencapai 60 persen dari fungsi sel saat masih muda. Orang-orang yang bisa mencapai umur lebih dari usia harapan hidup, pastilah hidupnya dengan gaya yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang usianya di bawah umur harapan hidup. Gaya hidup sehat ini bersifat holistik atau menyeluruh. Hanya mereka yang selalu memelihara kesehatan fisik, mental dan spiritualah yang memungkinkan bisa melebihi rata-rata usia orang normal. Jadi bila mati kurang dari 90 tahun itu sebagian besar merupakan kesalahan manusia dan bila bisa lebih, itu merupakan kodrat alami panggilan Sang Pencipta. Sebelum saya menghakhiri perkennkan saya berdoa, "Semogakita pulang ke akhirat sesuai kodrat karena kelahiran kita berdasarkan kodrat pula!"

0 komentar:
Poskan Komentar
Trimakasih atas komentar anda !