Minggu, 28 Februari 2010
Inspirasi Sehat
SEHAT ITU MURAH
Semakin maju peradaban manusia malah jumlah dan jenis penyakit semakin banyak. Bahkan ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyebab penyakit pun semakin banyak dan tidak bisa terdeteksi oleh manusia. Lalu apa sih penyebab utama penyakit tersebut? Dan bagaimana agar selalu hidup sehat?
Secara umum penyebab penyakit itu ada datang dari luar seperti kuman, zat kimia, lingkungan yang buruk dan sebagainya. Kalau penyebab dari dalam timbul karena ketidak beresan factor di dalam tubuh itu sendiri. Di zaman serba cangih ini penyebab penyakit pun semakin berkembang. Namun menurut saya hanya ada tiga penyebab utama penyakit di dunia ini yaitu penyakit timbul oleh karena: 1. Memori penuh dengan data penderitaan (tidak membahagiakan). 2. Tidak mampu mengendalikan diri. 3. Diri luar kendali.
Memori penuh yang ada di otak manusia dipenuhi oleh data mengenai hal-hal yang menimbulkan penderitaan. Hampir 95% informasi yang masuk ke otak manusia setiap hari berhubungan dengan hal-hal yang menimbulkan penederitaan (tidak membahagiakan), seperti : di koran banyak berita pembunuhan, pencurian, kecelakaan, nonton TV beritanya lebih banyak perceraian, perselingkuha, pamer kemewahan yang menimbulkan iri hati, korupsi dan berita kriminal lainnya. Lingkungan juga banyak memperlihatkan penderitaan seperti banyak orang tampak stress, sibuk, dan sebagainya. Inilah penyebab utama penyakit mental seperti stress dari tahap ringan sampai berat. Stres yang berat akan mempengaruhi timbulnya beberapa penyakit fisik seperti maag, jantung, tekana darah tinggi, daya tahan tubuh menurun dan sebagainya.
Kalau akibat tidak mampu mengendalikan diri akan memungkinkan muncul penyakit-penyakit kambuhan seperti penyakit alergi ( Asma, Gatal ). Ini karena tidak mampu mengendalikan diri untuk menghindari penyebab alergi tersebut. Begitu juga penyakit kronis seperti kencing manis, karena tidak mampu mengontrol dietnya, Lever karena tidak mampu mengendalikan diri terhadap minuman beralkohol. Penyakit gaya hidup seperti AIDS, penyakit kelamin ini kebanyakan akibat seksual yang bebas, tidak bisa menahan nafsu.
Beberapa penyakit kadang-kadang datangnya diluar kemapuan kita seperti stress sudah tidak bisa dikendalikan yang mengakibatkan sampai menjadi gila.
Untuk bisa hidup sehat itu sangat murah karena unsure-unsur kesehatan itu hampir semuanya gratis. Unsur utama kesehatan adalah udara dan sinar. Udara segar dan sinar matahari pagi di hamparan kebun di ladang, lapangan, pantai dan areal hutan semuanya tidak ada yang bayar. Hiruplah udara yang segar dengan teknik yang baik niscaya satamina pasti terjaga. Begitu juga sempatkan keluar ruangan dan nikmati sinar matahari pagi akan mengaktifkan beberapa unsure vitamin dan mindra yang dibutuhkan tubuh. Unsu kesehatan berikutnya adalah makanan, minuman, gerak, istirahan dan kebersihan. Makanan sehat lebih murah dari makan yang enak. Kalau makanan sehat adalah makanan segar yang bisa kita cari di kebun atau beli di pasar umum. Setelah dimasak dengan lebih banyak merebus lalu disajikan di rumah bersama keluarga. Kalau makan enak kita belinya di restoran terkenal apalagi makannya di hotel pastitalh lebih mahal. Makan sehat adalah makan yang dibutuhkan oleh tubuh sedangkan makan enak makana yang diperlukan oleh keinginan. jadi kalau makan keinginan artinya orang beli makan bukan karena lapar tapi karena keinginannya yang lapar padahal perutnya masih kenyang. Minuman pun demikian, di desa air masih gratis namun kalau di kota air yang bersih harganya cukup mahal apalagi dari air kemasan merek terkenl. Agar murah bisa saja pakai air kran yang direbus agar menjadi air sehat sebatas bebas kuman. Masalah gerak dan istirahat ini semuanya gratis asal ada kemauan. Gerak itu tidak sealu olah raga, bekerja yang berat pun sudah memungkinkan orang bisa sehat . kalau tubuh selalu aktif butuh istirahat, maka istirahatlah dengan cukup baik secara kwantitas maupun kwalitas niscaya kebugaran tubuh akan segera pulih.
Sehat itu sebenarnya adalah gaya hidup. Gaya hidup sehat itu murah seperti : berpikir bahagia (berpikir positif, meditasi), berprilaku sehat seperti bernafas yg baik dengan udara yang bersih, bukan dengan asap rokok, makanan dan minumanlah yang sehat, bukan yang selau yang enak. Olah raga dan istirahat yang teratur, dan yang terakhir jaga kebersihan. Maka dari itu untuk sehat itu sangatlah murah, relatih tidah membutuhkan biaya, sedangkan sakit itu mahal karena butuh biaya berobat untuk bisa sembuh. jadi sehat itu murah dan sakit itu mahal
MEMUNDURKAN UMUR
Seorang pejabat pemerintahan dengan sikap sangat sopan bercakap-cakap dengan temennya. Setelah menanyakan kabar dan basa-basi sebentar, mereka menyudahi obrolannya dengan penuh hormat. Saya menjadi begitu herang kenapa pejabat yang cukup terkenal itu kok sangat santun dan sungkan dengan temennya sendiri? Saya jadi ingin tahu siapa sih temennya yang tampak seperti sebaya itu? Setelah saya tanya ternyata yang dia ajak bicara itu ialah gurunya ketika sekolah di TK dulu. Lalu saya tanya, ”Kenapa kami dengan Bu Guru tadi sepertinya sebaya?” "Semenjak menjadi pejabat beban pekerjaan saya sangat berat, saya haru meminpin rapat beberapa bawahan saya yang usiannya seumur 8apak saya. saya harus mampu berperan harus lebih dewasa dari mereka walaupun saya muda, Maka saya merasa usia saya sudah tua padahal saya baru berumur 30 tahun.”Dia menjelaskan tugasnya sebagai pejabat. ”Berapa sih umur gurumu tadi?” Saya melanjutkan. ”Beliau sebaya dengan umur ibuku, tapi karena selalu bergaul dengan anak-anak maka tampaknya jauh lebih muda dari usianya.”
Dari cerita di atas dapat digambarkan bahwa penampilan seseorang tidak selalu sama dengan usia yang sebenarnya. Lalu pertanyaannya kenapa seseorang bisa tampak lebih muda atau lebih tua dari usia sebenarnya? Bagaimana caranya agar tampak lebih muda? Apakah seseorang bisa mengundurkan umurnya sendiri?
Berbicara masalah umur ternyata dapat dilihat dari beberapa dimensi. Ada empat dimensi umur yaitu: umur kronologis, biologis, mental dan umur spiritual. Pada umumnya orang mengenal umur kronologis yaitu usia sejak kita dilahirkan sesuai yang tercantum pada akte kelahiran dan bertambah seiring perjalanan bumi mengelilingi matahari dari sumbunnya. Bila bumi mengelilingi matahari dalam satu kali perputaran maka seseorang akan merayakan ulang tahunnya, Sehingga orang tersebut dikatakan bertambah usia satu tahun. Karena tahun itu terus bertambah maka umur kronologis seseorang ini tidak akan pernah berkurang. Lalu umur manusia yang bagaimana bisa berkurang?
Umur biologis adalah merupakan komponen usia terpenting dalam proses penuaan. Beberapa indikator seorang dikatakan bertambah umur dari usia dapat dilihat pada beberapa perubahan biologis yang akan menjadi petunjuk seberapa sehat sistem fisiologi tubuh seseorang. Indikator tersebut merupakan tanda biologis dari penuaan seperti: Tekanan darah, pengaturan gula darah, kadar lemak, kolesterol, hormon, aktivitas metabolik, kepadatan tulang, Kapasitas aerobik, tingkat oxidan, kepadatan tulang, massa dan kekuatan otot, ketebalan kulit, pengaturan temperatur, tingkat antioxidan, nilai ambang pendengaran, penglihatan, fungsi kekebalan tubuh dan kapasitas aerobik. Secara umum semakin bertambah umur semua indikator di atas akan berubah, nilai idealnya akan menyesuaikan dengan keadaan usia orang tersebut. Tekanan darah, kadar kolestrol, kelenturan tubuh/ kekuatan otot, kemampuan pendengaran dan pengelihatan orang yang masih muda berbeda dengan orang yang sudah tua. Namun semua indikator di atas bisa diusahakan agar nilainya mendekati usia sebelumnya. Dengan selalu menerapkan pola hidup sehat niscaya kita bisa membalik usia biologis mundur beberapa pulih tahun dari umur kenyataan (umur kronologis). sekarang
Namun ada juga umur yang bisa diundur lebih cepat yaitu umur mental. Seperti contoh Ibu Guru TK di atas , karena selalu mempersepsikan usianya sekarang lebih muda dari kenyataanya maka dia akan tampak awet muda. Persepsi kita terhadap umur diri kita sekarang itulah usia penampilan sekarang. Persepsi akan menimbulkan suatu tindakan, tindakan akan mencerminkan gaya hidup. Gaya hidup yang di tampilakan itulah diri kita yang nyata. Kalau mempersepsikan diri seperti anak-anak akan tampak seperti anak-anak, kalau mengnggap diri sebagai orang tua walaupun umurnya masih muda, maka dalam kesehariannya akan berperan seperti orang tua dan lama-lama akan tampak lebih tua dari umur sebenarnya. Itulah yang menyebabkan seseorang akan tampak berbeda dengan umur yang sebenarnya.
Kalau umur spiritual ini sifatnya relatif. Kelahiran seseorang secara spiritual akan dimulai ketika seseorang menyadari siapa diri mereka sebenarnya. Pada umumnya seseorang bisa dianggap lahir secara spiritual ketika seorang guru spiritual mau menerima dan mengangkatnya menjadi murud spiritualnya. Guru akan menandai kelahiran muridnya dengan berbagai cara ada dengan inisiasi, ada dengan uparara khusus atau dengan hanya mengucapkan janji dan sumpah sesuai budaya yang dianut. Mulai saat itu seorang murid spiritualnya akan dianggap sebagai anaknya dan menjadi anggota keluarga komunitas spiritual tersebut. Tingkat spiritual seseorang akan dapat dilihat dari seberapa dalam memahami ajaran spiritual tersebut. Usia spiritual bukan mencerminkan seberapa lama mereka mulai belajar spiritual namun seberapa dalam pemahamnya terhadap kehidupan ini. Namun orang akan melihat usia spiritual dari sejak mereka tercerahkan dalam hidupnya. Umur spiritual mungkin akan tampak terbalik dengan usia kronologis karena semakin tercerahkan seseorang malah akan tampak semakin muda dengan wajah cerah bersinar.
Jadi setelah kita tahu ternyata umur ada banyak jenis maka setiap orang dapat mengundurkan umur sendiri dengan cara; (1). Melakukan pola hidup sehat sehingga semua indikator umur biologis bisa di kembalikan ke ambang nilai umur sebelumnya, (2). Mengundurkan atau merestart kembali persepsi umur anda yang sebenarnya, (3). Selalu berpikir positif dan bahagia serta meningkatkan kedalaman tingkat spiritual untuk menjadikan diri hidup tercerahkan. Akhirnya setelah kita tahu caranya mengundurkan umur, maka selamat menentukan umur baru anda !
SEHAT PERIKSA, YANG SAKIT TIDAK
Ketika mau melanjutkan sekolah, saya datang ke rumah sakit ingin mencari surat keterangan sehat jiwa sebagai persyaratan untuk mendaftar di universitas. Ini merupakan kewajiban setiap orang untuk memerikasakan diri agar mengetahui status kesehatanya, terutama menyangkut kesehatan jiwanya. Kita tidak berhak mengatakan jiwa saya sehat. Yang mempunyai kewenangan untuk itu adalah ahlinya dibidang itu yaitu seorang psikiater. Sebelum dinyatakan layak mendapat surat keterangan sehat jiwa saya harus menjalani wawancara dan sejumlah test test tulis. Hampir selama dua jam saya harus ngisi test tulis dengan cara menyentang tanda setuju atau tidak di lembar jawaban yang tersedia dari hampir 500 pernyataan yang ada. Betapa senangnya hati saya begitu selesai test saya dinyatakan sehat jiwa.
Saat perjalanan pulang saya bertemu dengan teman saya. Wajahnya tampak gelisah, murung, tatapannya tampak kosong Kemudian saya Tanya,”Apa yang terjadi terhadap dirimu teman?” Dengan jawaban sedikit kacau dia mengeluh.”Saya selalu cemas, mimpi saya sering buruk, kadang-kadang mendengar suara aneh, secara tiba-tiba tubuh saya gemetar lalu seperti mau pingsan, dan jantung saya juga sering berdebar.” Sambil menunjukkan rasa simpati saya melanjutkan obrolan.”Apakah kamu sudah pernah periksa ke dokter jiwa?” Dengan nada seperti tidak percaya dia mejawab.” Saya kapok ke dokter jiwa. Waktu itu saya dinyatakan menderita kelainan jiwa, sinting Endak dokter jiwa itu. Saya sehat begini. Tubuh saya kuat, makan saya banyak. Kok dinyatakan sakit, saya kan menanyakan arti mimpi saya yang buruk , kok jawabnya sakit jiwa?” Kemudia denga seperti ikut jengkel dengan dokter itu saya menasehati. “ Memang kamu sehat begini kok dinyatakan sakit, akan tetapi menurut saya biar sehat atau sakit sebaiknya kita rajin memeriksakan diri, Saya pun baru datang dari periksa jiwa.” Belum selesai saya menjelaskan dia langsung menyela.” Memangnya kamu sakit apa, apa kamu sakit jiwa juga?” Dia bertanya seperti orang menuduh. “ Memang saya merasa sehat, akan tetapi yang berhak mengatakan saya benar-benar sehat adalah pakarnya yaitu psikiater. Karena dia punya standar yang baku dan sudah diakui tingkat kevalidanya untuk mengatakan seorang sehat atau sakit. Syukur sehat yang saya rasakan, juga sehat dinyatakan menurut ahlinya sesuai standar yang berlaku. ” Mendengar penjelasan itu dia mulai sadar bahwa sehat menurut diri sendiri belum tentu sehat yang sebenarnya. Dia baru tahu tenyata dirinya yang merasa jiwanya sakit tidak mau memeriksakan diri lagi. Kemudian dia meminta saya kalau periksa lagi agar memberitahuka padanya agar bisa bersama-sama periksa sambil ngobrol.
Jadi yang memrikasakan diri ternyata saya yang sehat karena ingin mendapatkan kepastian apakah memang sehat sesuai standar yang berlaku. Namun teman saya yang nyata-nyata mengalami gangguan dalam dirinya tidak mau periksa karena belum menyadari arti sehat yang dirasakan dengan kenyataan sehat yang sebenarnya menurut kriteria sesungguhnya
Semakin maju peradaban manusia malah jumlah dan jenis penyakit semakin banyak. Bahkan ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyebab penyakit pun semakin banyak dan tidak bisa terdeteksi oleh manusia. Lalu apa sih penyebab utama penyakit tersebut? Dan bagaimana agar selalu hidup sehat?
Secara umum penyebab penyakit itu ada datang dari luar seperti kuman, zat kimia, lingkungan yang buruk dan sebagainya. Kalau penyebab dari dalam timbul karena ketidak beresan factor di dalam tubuh itu sendiri. Di zaman serba cangih ini penyebab penyakit pun semakin berkembang. Namun menurut saya hanya ada tiga penyebab utama penyakit di dunia ini yaitu penyakit timbul oleh karena: 1. Memori penuh dengan data penderitaan (tidak membahagiakan). 2. Tidak mampu mengendalikan diri. 3. Diri luar kendali.
Memori penuh yang ada di otak manusia dipenuhi oleh data mengenai hal-hal yang menimbulkan penderitaan. Hampir 95% informasi yang masuk ke otak manusia setiap hari berhubungan dengan hal-hal yang menimbulkan penederitaan (tidak membahagiakan), seperti : di koran banyak berita pembunuhan, pencurian, kecelakaan, nonton TV beritanya lebih banyak perceraian, perselingkuha, pamer kemewahan yang menimbulkan iri hati, korupsi dan berita kriminal lainnya. Lingkungan juga banyak memperlihatkan penderitaan seperti banyak orang tampak stress, sibuk, dan sebagainya. Inilah penyebab utama penyakit mental seperti stress dari tahap ringan sampai berat. Stres yang berat akan mempengaruhi timbulnya beberapa penyakit fisik seperti maag, jantung, tekana darah tinggi, daya tahan tubuh menurun dan sebagainya.
Kalau akibat tidak mampu mengendalikan diri akan memungkinkan muncul penyakit-penyakit kambuhan seperti penyakit alergi ( Asma, Gatal ). Ini karena tidak mampu mengendalikan diri untuk menghindari penyebab alergi tersebut. Begitu juga penyakit kronis seperti kencing manis, karena tidak mampu mengontrol dietnya, Lever karena tidak mampu mengendalikan diri terhadap minuman beralkohol. Penyakit gaya hidup seperti AIDS, penyakit kelamin ini kebanyakan akibat seksual yang bebas, tidak bisa menahan nafsu.
Beberapa penyakit kadang-kadang datangnya diluar kemapuan kita seperti stress sudah tidak bisa dikendalikan yang mengakibatkan sampai menjadi gila.
Untuk bisa hidup sehat itu sangat murah karena unsure-unsur kesehatan itu hampir semuanya gratis. Unsur utama kesehatan adalah udara dan sinar. Udara segar dan sinar matahari pagi di hamparan kebun di ladang, lapangan, pantai dan areal hutan semuanya tidak ada yang bayar. Hiruplah udara yang segar dengan teknik yang baik niscaya satamina pasti terjaga. Begitu juga sempatkan keluar ruangan dan nikmati sinar matahari pagi akan mengaktifkan beberapa unsure vitamin dan mindra yang dibutuhkan tubuh. Unsu kesehatan berikutnya adalah makanan, minuman, gerak, istirahan dan kebersihan. Makanan sehat lebih murah dari makan yang enak. Kalau makanan sehat adalah makanan segar yang bisa kita cari di kebun atau beli di pasar umum. Setelah dimasak dengan lebih banyak merebus lalu disajikan di rumah bersama keluarga. Kalau makan enak kita belinya di restoran terkenal apalagi makannya di hotel pastitalh lebih mahal. Makan sehat adalah makan yang dibutuhkan oleh tubuh sedangkan makan enak makana yang diperlukan oleh keinginan. jadi kalau makan keinginan artinya orang beli makan bukan karena lapar tapi karena keinginannya yang lapar padahal perutnya masih kenyang. Minuman pun demikian, di desa air masih gratis namun kalau di kota air yang bersih harganya cukup mahal apalagi dari air kemasan merek terkenl. Agar murah bisa saja pakai air kran yang direbus agar menjadi air sehat sebatas bebas kuman. Masalah gerak dan istirahat ini semuanya gratis asal ada kemauan. Gerak itu tidak sealu olah raga, bekerja yang berat pun sudah memungkinkan orang bisa sehat . kalau tubuh selalu aktif butuh istirahat, maka istirahatlah dengan cukup baik secara kwantitas maupun kwalitas niscaya kebugaran tubuh akan segera pulih.
Sehat itu sebenarnya adalah gaya hidup. Gaya hidup sehat itu murah seperti : berpikir bahagia (berpikir positif, meditasi), berprilaku sehat seperti bernafas yg baik dengan udara yang bersih, bukan dengan asap rokok, makanan dan minumanlah yang sehat, bukan yang selau yang enak. Olah raga dan istirahat yang teratur, dan yang terakhir jaga kebersihan. Maka dari itu untuk sehat itu sangatlah murah, relatih tidah membutuhkan biaya, sedangkan sakit itu mahal karena butuh biaya berobat untuk bisa sembuh. jadi sehat itu murah dan sakit itu mahal
MEMUNDURKAN UMUR
Seorang pejabat pemerintahan dengan sikap sangat sopan bercakap-cakap dengan temennya. Setelah menanyakan kabar dan basa-basi sebentar, mereka menyudahi obrolannya dengan penuh hormat. Saya menjadi begitu herang kenapa pejabat yang cukup terkenal itu kok sangat santun dan sungkan dengan temennya sendiri? Saya jadi ingin tahu siapa sih temennya yang tampak seperti sebaya itu? Setelah saya tanya ternyata yang dia ajak bicara itu ialah gurunya ketika sekolah di TK dulu. Lalu saya tanya, ”Kenapa kami dengan Bu Guru tadi sepertinya sebaya?” "Semenjak menjadi pejabat beban pekerjaan saya sangat berat, saya haru meminpin rapat beberapa bawahan saya yang usiannya seumur 8apak saya. saya harus mampu berperan harus lebih dewasa dari mereka walaupun saya muda, Maka saya merasa usia saya sudah tua padahal saya baru berumur 30 tahun.”Dia menjelaskan tugasnya sebagai pejabat. ”Berapa sih umur gurumu tadi?” Saya melanjutkan. ”Beliau sebaya dengan umur ibuku, tapi karena selalu bergaul dengan anak-anak maka tampaknya jauh lebih muda dari usianya.”
Dari cerita di atas dapat digambarkan bahwa penampilan seseorang tidak selalu sama dengan usia yang sebenarnya. Lalu pertanyaannya kenapa seseorang bisa tampak lebih muda atau lebih tua dari usia sebenarnya? Bagaimana caranya agar tampak lebih muda? Apakah seseorang bisa mengundurkan umurnya sendiri?
Berbicara masalah umur ternyata dapat dilihat dari beberapa dimensi. Ada empat dimensi umur yaitu: umur kronologis, biologis, mental dan umur spiritual. Pada umumnya orang mengenal umur kronologis yaitu usia sejak kita dilahirkan sesuai yang tercantum pada akte kelahiran dan bertambah seiring perjalanan bumi mengelilingi matahari dari sumbunnya. Bila bumi mengelilingi matahari dalam satu kali perputaran maka seseorang akan merayakan ulang tahunnya, Sehingga orang tersebut dikatakan bertambah usia satu tahun. Karena tahun itu terus bertambah maka umur kronologis seseorang ini tidak akan pernah berkurang. Lalu umur manusia yang bagaimana bisa berkurang?
Umur biologis adalah merupakan komponen usia terpenting dalam proses penuaan. Beberapa indikator seorang dikatakan bertambah umur dari usia dapat dilihat pada beberapa perubahan biologis yang akan menjadi petunjuk seberapa sehat sistem fisiologi tubuh seseorang. Indikator tersebut merupakan tanda biologis dari penuaan seperti: Tekanan darah, pengaturan gula darah, kadar lemak, kolesterol, hormon, aktivitas metabolik, kepadatan tulang, Kapasitas aerobik, tingkat oxidan, kepadatan tulang, massa dan kekuatan otot, ketebalan kulit, pengaturan temperatur, tingkat antioxidan, nilai ambang pendengaran, penglihatan, fungsi kekebalan tubuh dan kapasitas aerobik. Secara umum semakin bertambah umur semua indikator di atas akan berubah, nilai idealnya akan menyesuaikan dengan keadaan usia orang tersebut. Tekanan darah, kadar kolestrol, kelenturan tubuh/ kekuatan otot, kemampuan pendengaran dan pengelihatan orang yang masih muda berbeda dengan orang yang sudah tua. Namun semua indikator di atas bisa diusahakan agar nilainya mendekati usia sebelumnya. Dengan selalu menerapkan pola hidup sehat niscaya kita bisa membalik usia biologis mundur beberapa pulih tahun dari umur kenyataan (umur kronologis). sekarang
Namun ada juga umur yang bisa diundur lebih cepat yaitu umur mental. Seperti contoh Ibu Guru TK di atas , karena selalu mempersepsikan usianya sekarang lebih muda dari kenyataanya maka dia akan tampak awet muda. Persepsi kita terhadap umur diri kita sekarang itulah usia penampilan sekarang. Persepsi akan menimbulkan suatu tindakan, tindakan akan mencerminkan gaya hidup. Gaya hidup yang di tampilakan itulah diri kita yang nyata. Kalau mempersepsikan diri seperti anak-anak akan tampak seperti anak-anak, kalau mengnggap diri sebagai orang tua walaupun umurnya masih muda, maka dalam kesehariannya akan berperan seperti orang tua dan lama-lama akan tampak lebih tua dari umur sebenarnya. Itulah yang menyebabkan seseorang akan tampak berbeda dengan umur yang sebenarnya.
Kalau umur spiritual ini sifatnya relatif. Kelahiran seseorang secara spiritual akan dimulai ketika seseorang menyadari siapa diri mereka sebenarnya. Pada umumnya seseorang bisa dianggap lahir secara spiritual ketika seorang guru spiritual mau menerima dan mengangkatnya menjadi murud spiritualnya. Guru akan menandai kelahiran muridnya dengan berbagai cara ada dengan inisiasi, ada dengan uparara khusus atau dengan hanya mengucapkan janji dan sumpah sesuai budaya yang dianut. Mulai saat itu seorang murid spiritualnya akan dianggap sebagai anaknya dan menjadi anggota keluarga komunitas spiritual tersebut. Tingkat spiritual seseorang akan dapat dilihat dari seberapa dalam memahami ajaran spiritual tersebut. Usia spiritual bukan mencerminkan seberapa lama mereka mulai belajar spiritual namun seberapa dalam pemahamnya terhadap kehidupan ini. Namun orang akan melihat usia spiritual dari sejak mereka tercerahkan dalam hidupnya. Umur spiritual mungkin akan tampak terbalik dengan usia kronologis karena semakin tercerahkan seseorang malah akan tampak semakin muda dengan wajah cerah bersinar.
Jadi setelah kita tahu ternyata umur ada banyak jenis maka setiap orang dapat mengundurkan umur sendiri dengan cara; (1). Melakukan pola hidup sehat sehingga semua indikator umur biologis bisa di kembalikan ke ambang nilai umur sebelumnya, (2). Mengundurkan atau merestart kembali persepsi umur anda yang sebenarnya, (3). Selalu berpikir positif dan bahagia serta meningkatkan kedalaman tingkat spiritual untuk menjadikan diri hidup tercerahkan. Akhirnya setelah kita tahu caranya mengundurkan umur, maka selamat menentukan umur baru anda !
SEHAT PERIKSA, YANG SAKIT TIDAK
Ketika mau melanjutkan sekolah, saya datang ke rumah sakit ingin mencari surat keterangan sehat jiwa sebagai persyaratan untuk mendaftar di universitas. Ini merupakan kewajiban setiap orang untuk memerikasakan diri agar mengetahui status kesehatanya, terutama menyangkut kesehatan jiwanya. Kita tidak berhak mengatakan jiwa saya sehat. Yang mempunyai kewenangan untuk itu adalah ahlinya dibidang itu yaitu seorang psikiater. Sebelum dinyatakan layak mendapat surat keterangan sehat jiwa saya harus menjalani wawancara dan sejumlah test test tulis. Hampir selama dua jam saya harus ngisi test tulis dengan cara menyentang tanda setuju atau tidak di lembar jawaban yang tersedia dari hampir 500 pernyataan yang ada. Betapa senangnya hati saya begitu selesai test saya dinyatakan sehat jiwa.
Saat perjalanan pulang saya bertemu dengan teman saya. Wajahnya tampak gelisah, murung, tatapannya tampak kosong Kemudian saya Tanya,”Apa yang terjadi terhadap dirimu teman?” Dengan jawaban sedikit kacau dia mengeluh.”Saya selalu cemas, mimpi saya sering buruk, kadang-kadang mendengar suara aneh, secara tiba-tiba tubuh saya gemetar lalu seperti mau pingsan, dan jantung saya juga sering berdebar.” Sambil menunjukkan rasa simpati saya melanjutkan obrolan.”Apakah kamu sudah pernah periksa ke dokter jiwa?” Dengan nada seperti tidak percaya dia mejawab.” Saya kapok ke dokter jiwa. Waktu itu saya dinyatakan menderita kelainan jiwa, sinting Endak dokter jiwa itu. Saya sehat begini. Tubuh saya kuat, makan saya banyak. Kok dinyatakan sakit, saya kan menanyakan arti mimpi saya yang buruk , kok jawabnya sakit jiwa?” Kemudia denga seperti ikut jengkel dengan dokter itu saya menasehati. “ Memang kamu sehat begini kok dinyatakan sakit, akan tetapi menurut saya biar sehat atau sakit sebaiknya kita rajin memeriksakan diri, Saya pun baru datang dari periksa jiwa.” Belum selesai saya menjelaskan dia langsung menyela.” Memangnya kamu sakit apa, apa kamu sakit jiwa juga?” Dia bertanya seperti orang menuduh. “ Memang saya merasa sehat, akan tetapi yang berhak mengatakan saya benar-benar sehat adalah pakarnya yaitu psikiater. Karena dia punya standar yang baku dan sudah diakui tingkat kevalidanya untuk mengatakan seorang sehat atau sakit. Syukur sehat yang saya rasakan, juga sehat dinyatakan menurut ahlinya sesuai standar yang berlaku. ” Mendengar penjelasan itu dia mulai sadar bahwa sehat menurut diri sendiri belum tentu sehat yang sebenarnya. Dia baru tahu tenyata dirinya yang merasa jiwanya sakit tidak mau memeriksakan diri lagi. Kemudian dia meminta saya kalau periksa lagi agar memberitahuka padanya agar bisa bersama-sama periksa sambil ngobrol.
Jadi yang memrikasakan diri ternyata saya yang sehat karena ingin mendapatkan kepastian apakah memang sehat sesuai standar yang berlaku. Namun teman saya yang nyata-nyata mengalami gangguan dalam dirinya tidak mau periksa karena belum menyadari arti sehat yang dirasakan dengan kenyataan sehat yang sebenarnya menurut kriteria sesungguhnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Trimakasih atas komentar anda !