Ingetang Makenyem

Senyum itu awal Kebahagiaan
Senyum itu akhir Kebahagiaan
Senyum itulah Kebahagiaan

Bila kita ingin senang tersenyumlah pada lingkungan, jika ingin hidup penuh suka cita senyumlah pada diri sendiri dan ketika menginginkan hidup tenang persembahkanlah senyum tulus kehadapan Sang Pencipta. Maka salah satu cara untuk mewujudkan kebahagiaan hanya dengan selalu tersenyum tulus.

Senyumlah tulus dalam keadaan apa pun, kapan pun, dimana pun serta kepada siapa pun. Dunia pun akan tersenyum bila kita tersenyum.

Ingat senyum sejati itu tidaklah memerlukan alasan, tidak dibuat-buat serta tulus hati, maka "Senyum, ya Tersenyumlah......" ! Anda pasti akan menemukan makna senyum yang sesungguhnya.

Salam Senyum..!

































Senin, 15 Maret 2010

Salam Kenal

TAK SAYANG, MAKA TAK KENAL

Pada saat pertemuan perdana perkuliahan tengah semester, saya diajar oleh seorang dosen baru yang sangat lucu dan pintar. Agar  suasana mencair, beliau memyampaikan pendahuluan, ”Bapak-Ibu sebelum kita mulai kuliah, pertama-tama kita akan perkenalan dulu, karena tak sayang, maka tak kenal.” Beliau ucapakan kalimat itu dengan ekpresi sepertinya tidak ada yang keliru. Mendengar ungkapan yang dibalik seperti itu, sepontan semua mahsiswa tersenyum dan tertawa sehingga suasanan menjadi santai yang sebelumnya amat tegang. Dengan gaya Dosen yang santai tapi serius akhirnya mahasiswa dapat mengikuti pelajaran dengan happy. Kuliah pun berjalan lancar dan sukses.

Setelah sampai di rumah saya merenungi kembali apa yang di ucapkan oleh  Dosen tadi ternyata ada benarnya juga.Walaupun tampakanya Beliau menyampaikannya seperti bercanda, tetapi makna yang terkandung dalam kalimat yang diucapkannya amatlah dalam.

Pada umumnya orang mengucapkan kalimat ” tak kenal, maka tak sayang” yang mengandung makna bila sudah saling mengenal akan tumbuh rasa sayang. Dalam prakteknya setelah kenal, bila tidak ada keuntungan belum tentu saling menyayangi. Karena di jaman materialistis sekarang masih banyak beranggapan tak ada uang tak ada sayang. Perkenalan seperti itu biasanya bersifat sementara.

Namun kalimat yang lebih cocok di era sekarang ialah ”tak sayang, maka tak kenal.” Sebelum kita akan mengenal seseorang diperlukan rasa sayang terhadap semua insan terlebih dahulu. Dasar yang dipakai berkenalam ialah hati yang tulus. Rasa sayang, berpikir positif, saling memerlukan merupakan sifat-sifat seorang penyayang berbudi luhur. Sifat-sifat itulah menjadi modal awal sebuah pertemuan. Memahami bahwa semua jiwa yang bersemayam pada setiap orang berasal dari satu sumber yang sama ialah Sang Pencipt, maka kita semua sebenarnya sama, aku adalah engkau dan engkau juga adalah aku. Konsep ini akan bisa menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi. Bila rasa sayang dan toleransi menjadi dasar sebuah pertemuan, niscaya perkenalan akan lancar dan sukses serta kekal adanya.

Bagaimana mungkin orang yang sebelum bertemu sudah punya rasa benci, selalu berpikir negatif akan bisa mengenal orang lebih jauh? Beberapa sifat buruk seperti; selalu membenci, berpikir negatif, dengki, sirik dan dendam, akan sangat sulit bisa berkenalan dengan orang lain. Bahkan mereka yang tidak punya rasa sayang, akan selalu menghindar bila akan dipertemukan dengan orang yang tidak dikenalnya. Prasangka buruk selalu menghantui hidupnya, dia beranggapan orang asing yang belum dia kenal akan membahayakan dirinya, merugikan, membuat onar dan sebagainya. Bila dari awal sudah menyebarkan energi negatif pada orang lain, maka orang yang ingin bertemu pun mungkin akan membatalkan pertemuannya. Jadi orang yang tak sayang tak akan kenal orang lain.

Dari dua kalimat di atas yaitu; tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak kenal, dapat disimpulkan bahwa kita perlu kenal dulu apa menumbuhkan rasa sayang dulu? Mana saja yang didahulukan boleh-boleh saja, namun yang paling penting sekarang ini, saya Arsiawan dengan  tulus hati dan rasa kasih sayang ingin berkenalan  dengan pembaca budiman. Untuk itu terimalah 'salam kenal' dari saya! Semoga perkenalan ini  membawa kita selalu bisa  tersenyum bahagia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas komentar anda !