Minggu, 28 Februari 2010
Inspirasi Sehat
SEHAT ITU MURAH
Semakin maju peradaban manusia malah jumlah dan jenis penyakit semakin banyak. Bahkan ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyebab penyakit pun semakin banyak dan tidak bisa terdeteksi oleh manusia. Lalu apa sih penyebab utama penyakit tersebut? Dan bagaimana agar selalu hidup sehat?
Secara umum penyebab penyakit itu ada datang dari luar seperti kuman, zat kimia, lingkungan yang buruk dan sebagainya. Kalau penyebab dari dalam timbul karena ketidak beresan factor di dalam tubuh itu sendiri. Di zaman serba cangih ini penyebab penyakit pun semakin berkembang. Namun menurut saya hanya ada tiga penyebab utama penyakit di dunia ini yaitu penyakit timbul oleh karena: 1. Memori penuh dengan data penderitaan (tidak membahagiakan). 2. Tidak mampu mengendalikan diri. 3. Diri luar kendali.
Memori penuh yang ada di otak manusia dipenuhi oleh data mengenai hal-hal yang menimbulkan penderitaan. Hampir 95% informasi yang masuk ke otak manusia setiap hari berhubungan dengan hal-hal yang menimbulkan penederitaan (tidak membahagiakan), seperti : di koran banyak berita pembunuhan, pencurian, kecelakaan, nonton TV beritanya lebih banyak perceraian, perselingkuha, pamer kemewahan yang menimbulkan iri hati, korupsi dan berita kriminal lainnya. Lingkungan juga banyak memperlihatkan penderitaan seperti banyak orang tampak stress, sibuk, dan sebagainya. Inilah penyebab utama penyakit mental seperti stress dari tahap ringan sampai berat. Stres yang berat akan mempengaruhi timbulnya beberapa penyakit fisik seperti maag, jantung, tekana darah tinggi, daya tahan tubuh menurun dan sebagainya.
Kalau akibat tidak mampu mengendalikan diri akan memungkinkan muncul penyakit-penyakit kambuhan seperti penyakit alergi ( Asma, Gatal ). Ini karena tidak mampu mengendalikan diri untuk menghindari penyebab alergi tersebut. Begitu juga penyakit kronis seperti kencing manis, karena tidak mampu mengontrol dietnya, Lever karena tidak mampu mengendalikan diri terhadap minuman beralkohol. Penyakit gaya hidup seperti AIDS, penyakit kelamin ini kebanyakan akibat seksual yang bebas, tidak bisa menahan nafsu.
Beberapa penyakit kadang-kadang datangnya diluar kemapuan kita seperti stress sudah tidak bisa dikendalikan yang mengakibatkan sampai menjadi gila.
Untuk bisa hidup sehat itu sangat murah karena unsure-unsur kesehatan itu hampir semuanya gratis. Unsur utama kesehatan adalah udara dan sinar. Udara segar dan sinar matahari pagi di hamparan kebun di ladang, lapangan, pantai dan areal hutan semuanya tidak ada yang bayar. Hiruplah udara yang segar dengan teknik yang baik niscaya satamina pasti terjaga. Begitu juga sempatkan keluar ruangan dan nikmati sinar matahari pagi akan mengaktifkan beberapa unsure vitamin dan mindra yang dibutuhkan tubuh. Unsu kesehatan berikutnya adalah makanan, minuman, gerak, istirahan dan kebersihan. Makanan sehat lebih murah dari makan yang enak. Kalau makanan sehat adalah makanan segar yang bisa kita cari di kebun atau beli di pasar umum. Setelah dimasak dengan lebih banyak merebus lalu disajikan di rumah bersama keluarga. Kalau makan enak kita belinya di restoran terkenal apalagi makannya di hotel pastitalh lebih mahal. Makan sehat adalah makan yang dibutuhkan oleh tubuh sedangkan makan enak makana yang diperlukan oleh keinginan. jadi kalau makan keinginan artinya orang beli makan bukan karena lapar tapi karena keinginannya yang lapar padahal perutnya masih kenyang. Minuman pun demikian, di desa air masih gratis namun kalau di kota air yang bersih harganya cukup mahal apalagi dari air kemasan merek terkenl. Agar murah bisa saja pakai air kran yang direbus agar menjadi air sehat sebatas bebas kuman. Masalah gerak dan istirahat ini semuanya gratis asal ada kemauan. Gerak itu tidak sealu olah raga, bekerja yang berat pun sudah memungkinkan orang bisa sehat . kalau tubuh selalu aktif butuh istirahat, maka istirahatlah dengan cukup baik secara kwantitas maupun kwalitas niscaya kebugaran tubuh akan segera pulih.
Sehat itu sebenarnya adalah gaya hidup. Gaya hidup sehat itu murah seperti : berpikir bahagia (berpikir positif, meditasi), berprilaku sehat seperti bernafas yg baik dengan udara yang bersih, bukan dengan asap rokok, makanan dan minumanlah yang sehat, bukan yang selau yang enak. Olah raga dan istirahat yang teratur, dan yang terakhir jaga kebersihan. Maka dari itu untuk sehat itu sangatlah murah, relatih tidah membutuhkan biaya, sedangkan sakit itu mahal karena butuh biaya berobat untuk bisa sembuh. jadi sehat itu murah dan sakit itu mahal
MEMUNDURKAN UMUR
Seorang pejabat pemerintahan dengan sikap sangat sopan bercakap-cakap dengan temennya. Setelah menanyakan kabar dan basa-basi sebentar, mereka menyudahi obrolannya dengan penuh hormat. Saya menjadi begitu herang kenapa pejabat yang cukup terkenal itu kok sangat santun dan sungkan dengan temennya sendiri? Saya jadi ingin tahu siapa sih temennya yang tampak seperti sebaya itu? Setelah saya tanya ternyata yang dia ajak bicara itu ialah gurunya ketika sekolah di TK dulu. Lalu saya tanya, ”Kenapa kami dengan Bu Guru tadi sepertinya sebaya?” "Semenjak menjadi pejabat beban pekerjaan saya sangat berat, saya haru meminpin rapat beberapa bawahan saya yang usiannya seumur 8apak saya. saya harus mampu berperan harus lebih dewasa dari mereka walaupun saya muda, Maka saya merasa usia saya sudah tua padahal saya baru berumur 30 tahun.”Dia menjelaskan tugasnya sebagai pejabat. ”Berapa sih umur gurumu tadi?” Saya melanjutkan. ”Beliau sebaya dengan umur ibuku, tapi karena selalu bergaul dengan anak-anak maka tampaknya jauh lebih muda dari usianya.”
Dari cerita di atas dapat digambarkan bahwa penampilan seseorang tidak selalu sama dengan usia yang sebenarnya. Lalu pertanyaannya kenapa seseorang bisa tampak lebih muda atau lebih tua dari usia sebenarnya? Bagaimana caranya agar tampak lebih muda? Apakah seseorang bisa mengundurkan umurnya sendiri?
Berbicara masalah umur ternyata dapat dilihat dari beberapa dimensi. Ada empat dimensi umur yaitu: umur kronologis, biologis, mental dan umur spiritual. Pada umumnya orang mengenal umur kronologis yaitu usia sejak kita dilahirkan sesuai yang tercantum pada akte kelahiran dan bertambah seiring perjalanan bumi mengelilingi matahari dari sumbunnya. Bila bumi mengelilingi matahari dalam satu kali perputaran maka seseorang akan merayakan ulang tahunnya, Sehingga orang tersebut dikatakan bertambah usia satu tahun. Karena tahun itu terus bertambah maka umur kronologis seseorang ini tidak akan pernah berkurang. Lalu umur manusia yang bagaimana bisa berkurang?
Umur biologis adalah merupakan komponen usia terpenting dalam proses penuaan. Beberapa indikator seorang dikatakan bertambah umur dari usia dapat dilihat pada beberapa perubahan biologis yang akan menjadi petunjuk seberapa sehat sistem fisiologi tubuh seseorang. Indikator tersebut merupakan tanda biologis dari penuaan seperti: Tekanan darah, pengaturan gula darah, kadar lemak, kolesterol, hormon, aktivitas metabolik, kepadatan tulang, Kapasitas aerobik, tingkat oxidan, kepadatan tulang, massa dan kekuatan otot, ketebalan kulit, pengaturan temperatur, tingkat antioxidan, nilai ambang pendengaran, penglihatan, fungsi kekebalan tubuh dan kapasitas aerobik. Secara umum semakin bertambah umur semua indikator di atas akan berubah, nilai idealnya akan menyesuaikan dengan keadaan usia orang tersebut. Tekanan darah, kadar kolestrol, kelenturan tubuh/ kekuatan otot, kemampuan pendengaran dan pengelihatan orang yang masih muda berbeda dengan orang yang sudah tua. Namun semua indikator di atas bisa diusahakan agar nilainya mendekati usia sebelumnya. Dengan selalu menerapkan pola hidup sehat niscaya kita bisa membalik usia biologis mundur beberapa pulih tahun dari umur kenyataan (umur kronologis). sekarang
Namun ada juga umur yang bisa diundur lebih cepat yaitu umur mental. Seperti contoh Ibu Guru TK di atas , karena selalu mempersepsikan usianya sekarang lebih muda dari kenyataanya maka dia akan tampak awet muda. Persepsi kita terhadap umur diri kita sekarang itulah usia penampilan sekarang. Persepsi akan menimbulkan suatu tindakan, tindakan akan mencerminkan gaya hidup. Gaya hidup yang di tampilakan itulah diri kita yang nyata. Kalau mempersepsikan diri seperti anak-anak akan tampak seperti anak-anak, kalau mengnggap diri sebagai orang tua walaupun umurnya masih muda, maka dalam kesehariannya akan berperan seperti orang tua dan lama-lama akan tampak lebih tua dari umur sebenarnya. Itulah yang menyebabkan seseorang akan tampak berbeda dengan umur yang sebenarnya.
Kalau umur spiritual ini sifatnya relatif. Kelahiran seseorang secara spiritual akan dimulai ketika seseorang menyadari siapa diri mereka sebenarnya. Pada umumnya seseorang bisa dianggap lahir secara spiritual ketika seorang guru spiritual mau menerima dan mengangkatnya menjadi murud spiritualnya. Guru akan menandai kelahiran muridnya dengan berbagai cara ada dengan inisiasi, ada dengan uparara khusus atau dengan hanya mengucapkan janji dan sumpah sesuai budaya yang dianut. Mulai saat itu seorang murid spiritualnya akan dianggap sebagai anaknya dan menjadi anggota keluarga komunitas spiritual tersebut. Tingkat spiritual seseorang akan dapat dilihat dari seberapa dalam memahami ajaran spiritual tersebut. Usia spiritual bukan mencerminkan seberapa lama mereka mulai belajar spiritual namun seberapa dalam pemahamnya terhadap kehidupan ini. Namun orang akan melihat usia spiritual dari sejak mereka tercerahkan dalam hidupnya. Umur spiritual mungkin akan tampak terbalik dengan usia kronologis karena semakin tercerahkan seseorang malah akan tampak semakin muda dengan wajah cerah bersinar.
Jadi setelah kita tahu ternyata umur ada banyak jenis maka setiap orang dapat mengundurkan umur sendiri dengan cara; (1). Melakukan pola hidup sehat sehingga semua indikator umur biologis bisa di kembalikan ke ambang nilai umur sebelumnya, (2). Mengundurkan atau merestart kembali persepsi umur anda yang sebenarnya, (3). Selalu berpikir positif dan bahagia serta meningkatkan kedalaman tingkat spiritual untuk menjadikan diri hidup tercerahkan. Akhirnya setelah kita tahu caranya mengundurkan umur, maka selamat menentukan umur baru anda !
SEHAT PERIKSA, YANG SAKIT TIDAK
Ketika mau melanjutkan sekolah, saya datang ke rumah sakit ingin mencari surat keterangan sehat jiwa sebagai persyaratan untuk mendaftar di universitas. Ini merupakan kewajiban setiap orang untuk memerikasakan diri agar mengetahui status kesehatanya, terutama menyangkut kesehatan jiwanya. Kita tidak berhak mengatakan jiwa saya sehat. Yang mempunyai kewenangan untuk itu adalah ahlinya dibidang itu yaitu seorang psikiater. Sebelum dinyatakan layak mendapat surat keterangan sehat jiwa saya harus menjalani wawancara dan sejumlah test test tulis. Hampir selama dua jam saya harus ngisi test tulis dengan cara menyentang tanda setuju atau tidak di lembar jawaban yang tersedia dari hampir 500 pernyataan yang ada. Betapa senangnya hati saya begitu selesai test saya dinyatakan sehat jiwa.
Saat perjalanan pulang saya bertemu dengan teman saya. Wajahnya tampak gelisah, murung, tatapannya tampak kosong Kemudian saya Tanya,”Apa yang terjadi terhadap dirimu teman?” Dengan jawaban sedikit kacau dia mengeluh.”Saya selalu cemas, mimpi saya sering buruk, kadang-kadang mendengar suara aneh, secara tiba-tiba tubuh saya gemetar lalu seperti mau pingsan, dan jantung saya juga sering berdebar.” Sambil menunjukkan rasa simpati saya melanjutkan obrolan.”Apakah kamu sudah pernah periksa ke dokter jiwa?” Dengan nada seperti tidak percaya dia mejawab.” Saya kapok ke dokter jiwa. Waktu itu saya dinyatakan menderita kelainan jiwa, sinting Endak dokter jiwa itu. Saya sehat begini. Tubuh saya kuat, makan saya banyak. Kok dinyatakan sakit, saya kan menanyakan arti mimpi saya yang buruk , kok jawabnya sakit jiwa?” Kemudia denga seperti ikut jengkel dengan dokter itu saya menasehati. “ Memang kamu sehat begini kok dinyatakan sakit, akan tetapi menurut saya biar sehat atau sakit sebaiknya kita rajin memeriksakan diri, Saya pun baru datang dari periksa jiwa.” Belum selesai saya menjelaskan dia langsung menyela.” Memangnya kamu sakit apa, apa kamu sakit jiwa juga?” Dia bertanya seperti orang menuduh. “ Memang saya merasa sehat, akan tetapi yang berhak mengatakan saya benar-benar sehat adalah pakarnya yaitu psikiater. Karena dia punya standar yang baku dan sudah diakui tingkat kevalidanya untuk mengatakan seorang sehat atau sakit. Syukur sehat yang saya rasakan, juga sehat dinyatakan menurut ahlinya sesuai standar yang berlaku. ” Mendengar penjelasan itu dia mulai sadar bahwa sehat menurut diri sendiri belum tentu sehat yang sebenarnya. Dia baru tahu tenyata dirinya yang merasa jiwanya sakit tidak mau memeriksakan diri lagi. Kemudian dia meminta saya kalau periksa lagi agar memberitahuka padanya agar bisa bersama-sama periksa sambil ngobrol.
Jadi yang memrikasakan diri ternyata saya yang sehat karena ingin mendapatkan kepastian apakah memang sehat sesuai standar yang berlaku. Namun teman saya yang nyata-nyata mengalami gangguan dalam dirinya tidak mau periksa karena belum menyadari arti sehat yang dirasakan dengan kenyataan sehat yang sebenarnya menurut kriteria sesungguhnya
Semakin maju peradaban manusia malah jumlah dan jenis penyakit semakin banyak. Bahkan ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyebab penyakit pun semakin banyak dan tidak bisa terdeteksi oleh manusia. Lalu apa sih penyebab utama penyakit tersebut? Dan bagaimana agar selalu hidup sehat?
Secara umum penyebab penyakit itu ada datang dari luar seperti kuman, zat kimia, lingkungan yang buruk dan sebagainya. Kalau penyebab dari dalam timbul karena ketidak beresan factor di dalam tubuh itu sendiri. Di zaman serba cangih ini penyebab penyakit pun semakin berkembang. Namun menurut saya hanya ada tiga penyebab utama penyakit di dunia ini yaitu penyakit timbul oleh karena: 1. Memori penuh dengan data penderitaan (tidak membahagiakan). 2. Tidak mampu mengendalikan diri. 3. Diri luar kendali.
Memori penuh yang ada di otak manusia dipenuhi oleh data mengenai hal-hal yang menimbulkan penderitaan. Hampir 95% informasi yang masuk ke otak manusia setiap hari berhubungan dengan hal-hal yang menimbulkan penederitaan (tidak membahagiakan), seperti : di koran banyak berita pembunuhan, pencurian, kecelakaan, nonton TV beritanya lebih banyak perceraian, perselingkuha, pamer kemewahan yang menimbulkan iri hati, korupsi dan berita kriminal lainnya. Lingkungan juga banyak memperlihatkan penderitaan seperti banyak orang tampak stress, sibuk, dan sebagainya. Inilah penyebab utama penyakit mental seperti stress dari tahap ringan sampai berat. Stres yang berat akan mempengaruhi timbulnya beberapa penyakit fisik seperti maag, jantung, tekana darah tinggi, daya tahan tubuh menurun dan sebagainya.
Kalau akibat tidak mampu mengendalikan diri akan memungkinkan muncul penyakit-penyakit kambuhan seperti penyakit alergi ( Asma, Gatal ). Ini karena tidak mampu mengendalikan diri untuk menghindari penyebab alergi tersebut. Begitu juga penyakit kronis seperti kencing manis, karena tidak mampu mengontrol dietnya, Lever karena tidak mampu mengendalikan diri terhadap minuman beralkohol. Penyakit gaya hidup seperti AIDS, penyakit kelamin ini kebanyakan akibat seksual yang bebas, tidak bisa menahan nafsu.
Beberapa penyakit kadang-kadang datangnya diluar kemapuan kita seperti stress sudah tidak bisa dikendalikan yang mengakibatkan sampai menjadi gila.
Untuk bisa hidup sehat itu sangat murah karena unsure-unsur kesehatan itu hampir semuanya gratis. Unsur utama kesehatan adalah udara dan sinar. Udara segar dan sinar matahari pagi di hamparan kebun di ladang, lapangan, pantai dan areal hutan semuanya tidak ada yang bayar. Hiruplah udara yang segar dengan teknik yang baik niscaya satamina pasti terjaga. Begitu juga sempatkan keluar ruangan dan nikmati sinar matahari pagi akan mengaktifkan beberapa unsure vitamin dan mindra yang dibutuhkan tubuh. Unsu kesehatan berikutnya adalah makanan, minuman, gerak, istirahan dan kebersihan. Makanan sehat lebih murah dari makan yang enak. Kalau makanan sehat adalah makanan segar yang bisa kita cari di kebun atau beli di pasar umum. Setelah dimasak dengan lebih banyak merebus lalu disajikan di rumah bersama keluarga. Kalau makan enak kita belinya di restoran terkenal apalagi makannya di hotel pastitalh lebih mahal. Makan sehat adalah makan yang dibutuhkan oleh tubuh sedangkan makan enak makana yang diperlukan oleh keinginan. jadi kalau makan keinginan artinya orang beli makan bukan karena lapar tapi karena keinginannya yang lapar padahal perutnya masih kenyang. Minuman pun demikian, di desa air masih gratis namun kalau di kota air yang bersih harganya cukup mahal apalagi dari air kemasan merek terkenl. Agar murah bisa saja pakai air kran yang direbus agar menjadi air sehat sebatas bebas kuman. Masalah gerak dan istirahat ini semuanya gratis asal ada kemauan. Gerak itu tidak sealu olah raga, bekerja yang berat pun sudah memungkinkan orang bisa sehat . kalau tubuh selalu aktif butuh istirahat, maka istirahatlah dengan cukup baik secara kwantitas maupun kwalitas niscaya kebugaran tubuh akan segera pulih.
Sehat itu sebenarnya adalah gaya hidup. Gaya hidup sehat itu murah seperti : berpikir bahagia (berpikir positif, meditasi), berprilaku sehat seperti bernafas yg baik dengan udara yang bersih, bukan dengan asap rokok, makanan dan minumanlah yang sehat, bukan yang selau yang enak. Olah raga dan istirahat yang teratur, dan yang terakhir jaga kebersihan. Maka dari itu untuk sehat itu sangatlah murah, relatih tidah membutuhkan biaya, sedangkan sakit itu mahal karena butuh biaya berobat untuk bisa sembuh. jadi sehat itu murah dan sakit itu mahal
MEMUNDURKAN UMUR
Seorang pejabat pemerintahan dengan sikap sangat sopan bercakap-cakap dengan temennya. Setelah menanyakan kabar dan basa-basi sebentar, mereka menyudahi obrolannya dengan penuh hormat. Saya menjadi begitu herang kenapa pejabat yang cukup terkenal itu kok sangat santun dan sungkan dengan temennya sendiri? Saya jadi ingin tahu siapa sih temennya yang tampak seperti sebaya itu? Setelah saya tanya ternyata yang dia ajak bicara itu ialah gurunya ketika sekolah di TK dulu. Lalu saya tanya, ”Kenapa kami dengan Bu Guru tadi sepertinya sebaya?” "Semenjak menjadi pejabat beban pekerjaan saya sangat berat, saya haru meminpin rapat beberapa bawahan saya yang usiannya seumur 8apak saya. saya harus mampu berperan harus lebih dewasa dari mereka walaupun saya muda, Maka saya merasa usia saya sudah tua padahal saya baru berumur 30 tahun.”Dia menjelaskan tugasnya sebagai pejabat. ”Berapa sih umur gurumu tadi?” Saya melanjutkan. ”Beliau sebaya dengan umur ibuku, tapi karena selalu bergaul dengan anak-anak maka tampaknya jauh lebih muda dari usianya.”
Dari cerita di atas dapat digambarkan bahwa penampilan seseorang tidak selalu sama dengan usia yang sebenarnya. Lalu pertanyaannya kenapa seseorang bisa tampak lebih muda atau lebih tua dari usia sebenarnya? Bagaimana caranya agar tampak lebih muda? Apakah seseorang bisa mengundurkan umurnya sendiri?
Berbicara masalah umur ternyata dapat dilihat dari beberapa dimensi. Ada empat dimensi umur yaitu: umur kronologis, biologis, mental dan umur spiritual. Pada umumnya orang mengenal umur kronologis yaitu usia sejak kita dilahirkan sesuai yang tercantum pada akte kelahiran dan bertambah seiring perjalanan bumi mengelilingi matahari dari sumbunnya. Bila bumi mengelilingi matahari dalam satu kali perputaran maka seseorang akan merayakan ulang tahunnya, Sehingga orang tersebut dikatakan bertambah usia satu tahun. Karena tahun itu terus bertambah maka umur kronologis seseorang ini tidak akan pernah berkurang. Lalu umur manusia yang bagaimana bisa berkurang?
Umur biologis adalah merupakan komponen usia terpenting dalam proses penuaan. Beberapa indikator seorang dikatakan bertambah umur dari usia dapat dilihat pada beberapa perubahan biologis yang akan menjadi petunjuk seberapa sehat sistem fisiologi tubuh seseorang. Indikator tersebut merupakan tanda biologis dari penuaan seperti: Tekanan darah, pengaturan gula darah, kadar lemak, kolesterol, hormon, aktivitas metabolik, kepadatan tulang, Kapasitas aerobik, tingkat oxidan, kepadatan tulang, massa dan kekuatan otot, ketebalan kulit, pengaturan temperatur, tingkat antioxidan, nilai ambang pendengaran, penglihatan, fungsi kekebalan tubuh dan kapasitas aerobik. Secara umum semakin bertambah umur semua indikator di atas akan berubah, nilai idealnya akan menyesuaikan dengan keadaan usia orang tersebut. Tekanan darah, kadar kolestrol, kelenturan tubuh/ kekuatan otot, kemampuan pendengaran dan pengelihatan orang yang masih muda berbeda dengan orang yang sudah tua. Namun semua indikator di atas bisa diusahakan agar nilainya mendekati usia sebelumnya. Dengan selalu menerapkan pola hidup sehat niscaya kita bisa membalik usia biologis mundur beberapa pulih tahun dari umur kenyataan (umur kronologis). sekarang
Namun ada juga umur yang bisa diundur lebih cepat yaitu umur mental. Seperti contoh Ibu Guru TK di atas , karena selalu mempersepsikan usianya sekarang lebih muda dari kenyataanya maka dia akan tampak awet muda. Persepsi kita terhadap umur diri kita sekarang itulah usia penampilan sekarang. Persepsi akan menimbulkan suatu tindakan, tindakan akan mencerminkan gaya hidup. Gaya hidup yang di tampilakan itulah diri kita yang nyata. Kalau mempersepsikan diri seperti anak-anak akan tampak seperti anak-anak, kalau mengnggap diri sebagai orang tua walaupun umurnya masih muda, maka dalam kesehariannya akan berperan seperti orang tua dan lama-lama akan tampak lebih tua dari umur sebenarnya. Itulah yang menyebabkan seseorang akan tampak berbeda dengan umur yang sebenarnya.
Kalau umur spiritual ini sifatnya relatif. Kelahiran seseorang secara spiritual akan dimulai ketika seseorang menyadari siapa diri mereka sebenarnya. Pada umumnya seseorang bisa dianggap lahir secara spiritual ketika seorang guru spiritual mau menerima dan mengangkatnya menjadi murud spiritualnya. Guru akan menandai kelahiran muridnya dengan berbagai cara ada dengan inisiasi, ada dengan uparara khusus atau dengan hanya mengucapkan janji dan sumpah sesuai budaya yang dianut. Mulai saat itu seorang murid spiritualnya akan dianggap sebagai anaknya dan menjadi anggota keluarga komunitas spiritual tersebut. Tingkat spiritual seseorang akan dapat dilihat dari seberapa dalam memahami ajaran spiritual tersebut. Usia spiritual bukan mencerminkan seberapa lama mereka mulai belajar spiritual namun seberapa dalam pemahamnya terhadap kehidupan ini. Namun orang akan melihat usia spiritual dari sejak mereka tercerahkan dalam hidupnya. Umur spiritual mungkin akan tampak terbalik dengan usia kronologis karena semakin tercerahkan seseorang malah akan tampak semakin muda dengan wajah cerah bersinar.
Jadi setelah kita tahu ternyata umur ada banyak jenis maka setiap orang dapat mengundurkan umur sendiri dengan cara; (1). Melakukan pola hidup sehat sehingga semua indikator umur biologis bisa di kembalikan ke ambang nilai umur sebelumnya, (2). Mengundurkan atau merestart kembali persepsi umur anda yang sebenarnya, (3). Selalu berpikir positif dan bahagia serta meningkatkan kedalaman tingkat spiritual untuk menjadikan diri hidup tercerahkan. Akhirnya setelah kita tahu caranya mengundurkan umur, maka selamat menentukan umur baru anda !
SEHAT PERIKSA, YANG SAKIT TIDAK
Ketika mau melanjutkan sekolah, saya datang ke rumah sakit ingin mencari surat keterangan sehat jiwa sebagai persyaratan untuk mendaftar di universitas. Ini merupakan kewajiban setiap orang untuk memerikasakan diri agar mengetahui status kesehatanya, terutama menyangkut kesehatan jiwanya. Kita tidak berhak mengatakan jiwa saya sehat. Yang mempunyai kewenangan untuk itu adalah ahlinya dibidang itu yaitu seorang psikiater. Sebelum dinyatakan layak mendapat surat keterangan sehat jiwa saya harus menjalani wawancara dan sejumlah test test tulis. Hampir selama dua jam saya harus ngisi test tulis dengan cara menyentang tanda setuju atau tidak di lembar jawaban yang tersedia dari hampir 500 pernyataan yang ada. Betapa senangnya hati saya begitu selesai test saya dinyatakan sehat jiwa.
Saat perjalanan pulang saya bertemu dengan teman saya. Wajahnya tampak gelisah, murung, tatapannya tampak kosong Kemudian saya Tanya,”Apa yang terjadi terhadap dirimu teman?” Dengan jawaban sedikit kacau dia mengeluh.”Saya selalu cemas, mimpi saya sering buruk, kadang-kadang mendengar suara aneh, secara tiba-tiba tubuh saya gemetar lalu seperti mau pingsan, dan jantung saya juga sering berdebar.” Sambil menunjukkan rasa simpati saya melanjutkan obrolan.”Apakah kamu sudah pernah periksa ke dokter jiwa?” Dengan nada seperti tidak percaya dia mejawab.” Saya kapok ke dokter jiwa. Waktu itu saya dinyatakan menderita kelainan jiwa, sinting Endak dokter jiwa itu. Saya sehat begini. Tubuh saya kuat, makan saya banyak. Kok dinyatakan sakit, saya kan menanyakan arti mimpi saya yang buruk , kok jawabnya sakit jiwa?” Kemudia denga seperti ikut jengkel dengan dokter itu saya menasehati. “ Memang kamu sehat begini kok dinyatakan sakit, akan tetapi menurut saya biar sehat atau sakit sebaiknya kita rajin memeriksakan diri, Saya pun baru datang dari periksa jiwa.” Belum selesai saya menjelaskan dia langsung menyela.” Memangnya kamu sakit apa, apa kamu sakit jiwa juga?” Dia bertanya seperti orang menuduh. “ Memang saya merasa sehat, akan tetapi yang berhak mengatakan saya benar-benar sehat adalah pakarnya yaitu psikiater. Karena dia punya standar yang baku dan sudah diakui tingkat kevalidanya untuk mengatakan seorang sehat atau sakit. Syukur sehat yang saya rasakan, juga sehat dinyatakan menurut ahlinya sesuai standar yang berlaku. ” Mendengar penjelasan itu dia mulai sadar bahwa sehat menurut diri sendiri belum tentu sehat yang sebenarnya. Dia baru tahu tenyata dirinya yang merasa jiwanya sakit tidak mau memeriksakan diri lagi. Kemudian dia meminta saya kalau periksa lagi agar memberitahuka padanya agar bisa bersama-sama periksa sambil ngobrol.
Jadi yang memrikasakan diri ternyata saya yang sehat karena ingin mendapatkan kepastian apakah memang sehat sesuai standar yang berlaku. Namun teman saya yang nyata-nyata mengalami gangguan dalam dirinya tidak mau periksa karena belum menyadari arti sehat yang dirasakan dengan kenyataan sehat yang sebenarnya menurut kriteria sesungguhnya
Jumat, 26 Februari 2010
Inspirasi Tuhan
WUJUD TAK BERWUJUD
Pada saat ada acara sembahyang bersama, saya ngobrol dengan teman-teman sembari menunggu acara usai, saya bertanya kepada seorang teman yang paling kritis, "Bagimana wujud Tuhan itu sebenarnya?" Dia menjawab bahwa Tuhan mempuyai wujud tertentu sesuai apa yang kita bayangkan. Kita datang sembahyang di tempat suci pada hari yang baik ini karena Tuhan itu bersetana di tempat suci itu.
Beberapa bulan kemudian saya juga berkunjung ke sebuah tempat belajar spiritual. Di sana saya melihat orang-orang pada khusuk berdoa dan bernyanyi. Kemudia mereka bersama-sama pada duduk hening, suasananya sangat damai. Setelah selesai acara, saat beranjak pulang di dalam mobil yang kami tumpangi bersama, saya bertanya pada salah satu teman yang paling senior, “Bagaimankah wujud Tuhan itu menurut Bapak?”. Dia menjawab, "Tuhan itu tak berwujud, dan hanya dipahami sebagai suatu sifat kemuliaan saja. Bila kita dalam berbuat, berbicara dan berpikir selalu mencerminkan kemuliaan-Nya maka kita sudah memancarkan cahaya ketuhanan. Tuhan pun sudah bersetanan dalam diri kita."
Dari pendapat kedua teman di atas maka Tuhan dapat dipahami sebagai suatu wujud dan sebuah sifat kemuliaan.yang tak berwujud. Tuhan sebagai suatu wujud membutuhkab adanya obyek (berwujud), ruang (Lokasi di mana obyek itu berada) dan waktu (kapan keberadaannya) , Suatu obyek pasti memerlukan tempat. Maka dari itu munculah tempat-tempat suci bagi umatnya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kabar kurang sedapnya sebagai suatu wujud obyek, Setiap obyek pasti akan memiliki nama dan bentuk serta ada yang memiliki, karena merasa memiliki Tuhan yang mereka kagumi, maka akan selalu dipertahankan sebagai hak miliknya yang harus dijaga sampai titik darah penghabisan. Mereka akan memeluk Tuhan atau Agamanya erat-erat agar tidak lepas atau diambil orang. Sebagai konsekwensi fanatikisme sempit itu maka timbullah perjuangan radikal berhaluan garis keras , militat , front pembela dsb. Siapa yang mengusiknya merupakan musuh paling utama di dunia.
Memahami Tuhan sebagai suatu sifat, seperti kita yakini bahwa sifat Tuhan ada dimana-mana, maka disetiap diri manusia juga ada Tuhan. Oleh karena itu orang mulai mencari Tuhan ke dalam dirinya. Meditasi adalah salah satu cara pencarian Tuhan ke dalam. Mewujudkan kemuliaan Tuhan dalam diri individu akan mencerminkan tindakan, perkataan dan pikiran yang menuju kemuliaan, kesucian dan sifat-sifat keagungan Tuhan. Agama hanya dipandang sebagai suatu moralitas. Seorang dikatakan beragama bila semua perbuatannya mencerminkan ajaran agama. Bila apa yang dilakukan bertentangan dengan ajaran agama, maka orang itu bukanlah beragamA, walaupun kenyataanya memeluk salah satu agama (agama dalam KTP). Mereka menitik beratkan pada kemuliaan untuk seluruh umat manusia, cinta kasih bagi sesama, pelayanan untu semua. Mereka mendasari hidupnya dengan mencintai semua mahluk hidup dan melayani semua umat manusia. Merek agama tidak begitu penting, tetapi isi agama itulah yang utama.
Apapun pemahaman kita tetang Tuhan, Tuhan selalu bersedia menerima umatnya yang datang dengan ikhlas untuk selalu berbuat, berkata-kata dan berpikir yang baik guna mewujudkan kebahagiaan dan kedamaian dunia. Kemuliaan universal adalah Kebenaran yang baik diyakini oleh seluruh umat yang mendiami bumi ini., Kebenaran bagi semua mahluk adalah motto standart kebaikan universal. Mulailah selalu berbuat demi kebaikan kita, bukan kebenaran dan kebaikan hanya untuk kami (sekelompok orang) atau diri sendiri (saya). Kata kita berarti memposisikan diriku, dirimu dan semua kehidupan itu sama.
Pada saat ada acara sembahyang bersama, saya ngobrol dengan teman-teman sembari menunggu acara usai, saya bertanya kepada seorang teman yang paling kritis, "Bagimana wujud Tuhan itu sebenarnya?" Dia menjawab bahwa Tuhan mempuyai wujud tertentu sesuai apa yang kita bayangkan. Kita datang sembahyang di tempat suci pada hari yang baik ini karena Tuhan itu bersetana di tempat suci itu.
Beberapa bulan kemudian saya juga berkunjung ke sebuah tempat belajar spiritual. Di sana saya melihat orang-orang pada khusuk berdoa dan bernyanyi. Kemudia mereka bersama-sama pada duduk hening, suasananya sangat damai. Setelah selesai acara, saat beranjak pulang di dalam mobil yang kami tumpangi bersama, saya bertanya pada salah satu teman yang paling senior, “Bagaimankah wujud Tuhan itu menurut Bapak?”. Dia menjawab, "Tuhan itu tak berwujud, dan hanya dipahami sebagai suatu sifat kemuliaan saja. Bila kita dalam berbuat, berbicara dan berpikir selalu mencerminkan kemuliaan-Nya maka kita sudah memancarkan cahaya ketuhanan. Tuhan pun sudah bersetanan dalam diri kita."
Dari pendapat kedua teman di atas maka Tuhan dapat dipahami sebagai suatu wujud dan sebuah sifat kemuliaan.yang tak berwujud. Tuhan sebagai suatu wujud membutuhkab adanya obyek (berwujud), ruang (Lokasi di mana obyek itu berada) dan waktu (kapan keberadaannya) , Suatu obyek pasti memerlukan tempat. Maka dari itu munculah tempat-tempat suci bagi umatnya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kabar kurang sedapnya sebagai suatu wujud obyek, Setiap obyek pasti akan memiliki nama dan bentuk serta ada yang memiliki, karena merasa memiliki Tuhan yang mereka kagumi, maka akan selalu dipertahankan sebagai hak miliknya yang harus dijaga sampai titik darah penghabisan. Mereka akan memeluk Tuhan atau Agamanya erat-erat agar tidak lepas atau diambil orang. Sebagai konsekwensi fanatikisme sempit itu maka timbullah perjuangan radikal berhaluan garis keras , militat , front pembela dsb. Siapa yang mengusiknya merupakan musuh paling utama di dunia.
Memahami Tuhan sebagai suatu sifat, seperti kita yakini bahwa sifat Tuhan ada dimana-mana, maka disetiap diri manusia juga ada Tuhan. Oleh karena itu orang mulai mencari Tuhan ke dalam dirinya. Meditasi adalah salah satu cara pencarian Tuhan ke dalam. Mewujudkan kemuliaan Tuhan dalam diri individu akan mencerminkan tindakan, perkataan dan pikiran yang menuju kemuliaan, kesucian dan sifat-sifat keagungan Tuhan. Agama hanya dipandang sebagai suatu moralitas. Seorang dikatakan beragama bila semua perbuatannya mencerminkan ajaran agama. Bila apa yang dilakukan bertentangan dengan ajaran agama, maka orang itu bukanlah beragamA, walaupun kenyataanya memeluk salah satu agama (agama dalam KTP). Mereka menitik beratkan pada kemuliaan untuk seluruh umat manusia, cinta kasih bagi sesama, pelayanan untu semua. Mereka mendasari hidupnya dengan mencintai semua mahluk hidup dan melayani semua umat manusia. Merek agama tidak begitu penting, tetapi isi agama itulah yang utama.
Apapun pemahaman kita tetang Tuhan, Tuhan selalu bersedia menerima umatnya yang datang dengan ikhlas untuk selalu berbuat, berkata-kata dan berpikir yang baik guna mewujudkan kebahagiaan dan kedamaian dunia. Kemuliaan universal adalah Kebenaran yang baik diyakini oleh seluruh umat yang mendiami bumi ini., Kebenaran bagi semua mahluk adalah motto standart kebaikan universal. Mulailah selalu berbuat demi kebaikan kita, bukan kebenaran dan kebaikan hanya untuk kami (sekelompok orang) atau diri sendiri (saya). Kata kita berarti memposisikan diriku, dirimu dan semua kehidupan itu sama.
Rabu, 24 Februari 2010
Inspirasi doa
DOA TAK BERDOA
Doa adalah suatu permohonan yang disampaikan secara khusuk kehadapan Tuhan. Berdoa merupakan salah satu kegiatan utama bagi umat manusia yang beriman. Namun masing-masing orang tujuan dan cara berdoanya tidaklah sama. Ada dengan mengungkapkan kalimat-kalimat sesuai bahasa Kitab Suci dan ada juga memakai bahasa sehari-hari yang keluar dari lubuk hati. Lalu Apa sih yang sebenarnya diucapkan saat berdoa? Dan bagaimana cara mengungkannya? Serta apa jawaban Tuhan Terhadap umatnya yang berdoa?
Saat masih kecil, orang tua mendoakan agar kelak besar anaknya menjadi orang yang baik dan berguna di masyarakat. Setelah lebih besar mulai diajarkan berdoa sendiri memohon agar menjadi anak yang pinter, sukses, berguna atau anak yang soleh dan sebagainya. Kemudian sekarang setelah menjadi orang dewasa kadang-kala sering kita bingung berdoa. Kalau mengutarakan dengan kata-kata apa yang akan diminta, ternyata Tuhan itu Maha Tahu juga Maha Pengasih. Kalau begitu untuk apa diberi tahu lagi apa yang kita minta? Berdoa tanpa sepatah kata yang terucap rasanya seperti belum mengutarakan maksud dan tujuan kita berdoa. Kebanyakan orang berdoa dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, namun kadang kadang orang lebih khusuk menggunakan bahasa Kitab Suci dengan ucapan sesuai aturan yang benar, walaupun apa yang disampaikanya belum tentu dimengerti. Sebuah mantra atau kalimat-kalimat suci haruslah diucapkan dengan benar sesuai bahasa aslinya agar doanya terkabul. Apakah orang yang tidak beragama atau tidak mempelajari kitab suci itu tidak pernah berdoa? Apakah orang yang berdoa sesuai dengan kalimat-kalimat kitab suci itu lebih terkabul dari pada orang yang berdoa dengan kalimat sendiri?
Tuhan Maha Tahu akan selalu mengerti bahasa apa pun yang dipakai umatnya. Beliau Maha Adil yang akan selalu mengabulakan doa yang khusuk, entah itu orang mulia atau penjahat, rohaniawan atau orang biasa. Tuhan akan selalu menjawab ”ya” kepada setiap umatnya yang berdoa secara khusuk dan berusaha mewujudkan doanya dengan tindakan nyata. Maka di dunia ini ada dua orang yang berhasil dalam doanya yaitu berhasil menjadi orang mulia atau berhasil menjadi orang jahat (kejahatanya behasil dilaksanakan). Orang jahat juga berdoa terlebih dulu agar modus kejahatannya berhasil. Muksizat Tuhan itu selalu menyetujui apa pun doa umatnya asal diusahakan dengan sungguh-sungguh. Maka yang paling penting dari sebuah doa adalah kesungguhan, keyakinan dan usaha yang keras untuk mewujudkan doa tersebut melalui tindakan nyata. Doa diawali dengan sebuah keyakinan. Keyakinan yang tertanam dalam pikiran akan mempengaruhi tindakan menuju keberhasilan. Apa pun yang kita pikirkan saat berdoa itulah yang akan terwujud. Bila kita pikir doa akan berhasil Tuhan akan menjawab ”Ya” pasti berhasil dan bila kita pikir gagal apa pun yang diminta akan mengalami kegagalan. Maka hati-hatilah saat berdoa, usahakan selalu berpikir positif agar menghasilkan hal-hal yang positif pula. Jadi manusia akan menjadi seperti apa yang dipikirkanya karena keberhasilan doa itu ditentukan oleh keyakinan dan usaha yang tekun.
Kita sebagai manusia biasa selama masih hidup selalu berbuat dosa entah itu sengaja atau tidak. Dalam keseharian sering kita menyakiti bahkan membunuh mahluk hidup seperti saat berjalan beberapa binatang dan tumbuhan kecil pasti terinjak. Kita sebagai mahluk sosial, semakin sering berbicara semakin banyak kesalahan yang dibuat, baik disadari maupun tidak. Oleh karena itu yang paling penting dalam berdoa adalah mengucapkan permohonan maaf atas dosa-dosa yang telah, sedang dan akan diperbuat baik sengaja-maupun tidak. Kejujuran kita mengakui kesalahan dan menyadari kita sudah berbuat dosa adalah yang utama dalam berdoa serta berjanji akan berbuat lebih baik lagi dan menghindari perbuatan dosa di kemudian hari. Jadi berdoa yang sebenarnya adalah memberi yaitu memberikan kesaksian, kejujuran atas perbuatan dosa yang sudah diperbuat dan memberi janji untuk selalu berbuat baik serta ke depan akan menghindari perbuatan dosa. Mengungkapkan rasa syukur atas karunia-Nya adalah hal yang paling utama dalam berdoa. Maka doa itu tidaklah mengungkapkan permemohonan (doa) karena Tuhan sudak tahu apa yang diminta, akan tetapi hal yang utama adalah menyampaikan rasa syukur dan memberi kesaksian ats dosa-dosa kita. Adapun kita memohon sesuatu saat berdoa itu hanya bersifat mengingatkan diri sendiri dengan apa yang kita minta karena manusia adalah mahluk pelupa. Bukan menyamapikan permohonan kehadapan Sang Pencipta karena apa yang kita minta itu juga diciptakan serta diketahui oleh Tuhan sebelum kita mengucapkannya. Selamat melakukan doa tanpa berdoa!
Doa adalah suatu permohonan yang disampaikan secara khusuk kehadapan Tuhan. Berdoa merupakan salah satu kegiatan utama bagi umat manusia yang beriman. Namun masing-masing orang tujuan dan cara berdoanya tidaklah sama. Ada dengan mengungkapkan kalimat-kalimat sesuai bahasa Kitab Suci dan ada juga memakai bahasa sehari-hari yang keluar dari lubuk hati. Lalu Apa sih yang sebenarnya diucapkan saat berdoa? Dan bagaimana cara mengungkannya? Serta apa jawaban Tuhan Terhadap umatnya yang berdoa?
Saat masih kecil, orang tua mendoakan agar kelak besar anaknya menjadi orang yang baik dan berguna di masyarakat. Setelah lebih besar mulai diajarkan berdoa sendiri memohon agar menjadi anak yang pinter, sukses, berguna atau anak yang soleh dan sebagainya. Kemudian sekarang setelah menjadi orang dewasa kadang-kala sering kita bingung berdoa. Kalau mengutarakan dengan kata-kata apa yang akan diminta, ternyata Tuhan itu Maha Tahu juga Maha Pengasih. Kalau begitu untuk apa diberi tahu lagi apa yang kita minta? Berdoa tanpa sepatah kata yang terucap rasanya seperti belum mengutarakan maksud dan tujuan kita berdoa. Kebanyakan orang berdoa dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, namun kadang kadang orang lebih khusuk menggunakan bahasa Kitab Suci dengan ucapan sesuai aturan yang benar, walaupun apa yang disampaikanya belum tentu dimengerti. Sebuah mantra atau kalimat-kalimat suci haruslah diucapkan dengan benar sesuai bahasa aslinya agar doanya terkabul. Apakah orang yang tidak beragama atau tidak mempelajari kitab suci itu tidak pernah berdoa? Apakah orang yang berdoa sesuai dengan kalimat-kalimat kitab suci itu lebih terkabul dari pada orang yang berdoa dengan kalimat sendiri?
Tuhan Maha Tahu akan selalu mengerti bahasa apa pun yang dipakai umatnya. Beliau Maha Adil yang akan selalu mengabulakan doa yang khusuk, entah itu orang mulia atau penjahat, rohaniawan atau orang biasa. Tuhan akan selalu menjawab ”ya” kepada setiap umatnya yang berdoa secara khusuk dan berusaha mewujudkan doanya dengan tindakan nyata. Maka di dunia ini ada dua orang yang berhasil dalam doanya yaitu berhasil menjadi orang mulia atau berhasil menjadi orang jahat (kejahatanya behasil dilaksanakan). Orang jahat juga berdoa terlebih dulu agar modus kejahatannya berhasil. Muksizat Tuhan itu selalu menyetujui apa pun doa umatnya asal diusahakan dengan sungguh-sungguh. Maka yang paling penting dari sebuah doa adalah kesungguhan, keyakinan dan usaha yang keras untuk mewujudkan doa tersebut melalui tindakan nyata. Doa diawali dengan sebuah keyakinan. Keyakinan yang tertanam dalam pikiran akan mempengaruhi tindakan menuju keberhasilan. Apa pun yang kita pikirkan saat berdoa itulah yang akan terwujud. Bila kita pikir doa akan berhasil Tuhan akan menjawab ”Ya” pasti berhasil dan bila kita pikir gagal apa pun yang diminta akan mengalami kegagalan. Maka hati-hatilah saat berdoa, usahakan selalu berpikir positif agar menghasilkan hal-hal yang positif pula. Jadi manusia akan menjadi seperti apa yang dipikirkanya karena keberhasilan doa itu ditentukan oleh keyakinan dan usaha yang tekun.
Kita sebagai manusia biasa selama masih hidup selalu berbuat dosa entah itu sengaja atau tidak. Dalam keseharian sering kita menyakiti bahkan membunuh mahluk hidup seperti saat berjalan beberapa binatang dan tumbuhan kecil pasti terinjak. Kita sebagai mahluk sosial, semakin sering berbicara semakin banyak kesalahan yang dibuat, baik disadari maupun tidak. Oleh karena itu yang paling penting dalam berdoa adalah mengucapkan permohonan maaf atas dosa-dosa yang telah, sedang dan akan diperbuat baik sengaja-maupun tidak. Kejujuran kita mengakui kesalahan dan menyadari kita sudah berbuat dosa adalah yang utama dalam berdoa serta berjanji akan berbuat lebih baik lagi dan menghindari perbuatan dosa di kemudian hari. Jadi berdoa yang sebenarnya adalah memberi yaitu memberikan kesaksian, kejujuran atas perbuatan dosa yang sudah diperbuat dan memberi janji untuk selalu berbuat baik serta ke depan akan menghindari perbuatan dosa. Mengungkapkan rasa syukur atas karunia-Nya adalah hal yang paling utama dalam berdoa. Maka doa itu tidaklah mengungkapkan permemohonan (doa) karena Tuhan sudak tahu apa yang diminta, akan tetapi hal yang utama adalah menyampaikan rasa syukur dan memberi kesaksian ats dosa-dosa kita. Adapun kita memohon sesuatu saat berdoa itu hanya bersifat mengingatkan diri sendiri dengan apa yang kita minta karena manusia adalah mahluk pelupa. Bukan menyamapikan permohonan kehadapan Sang Pencipta karena apa yang kita minta itu juga diciptakan serta diketahui oleh Tuhan sebelum kita mengucapkannya. Selamat melakukan doa tanpa berdoa!
Inspirasi maaf dan terima kasih
MINTA MAAF KETIKA BENAR
Suatu hari saya berkunjung ke rumah teman. Mereka adalah keluarga yang sangat harmonis, Hubungan antar anggota keluarganya sangat rukun, selalu hangat dan penuh ceria. Suatu ketika saya ingin tahu apa sih resepnya? Kenapa bisa selalu bisa rukun dan harmonis? Apakah memang dari tidak pernah bertengkar? Atau karena hidupnya sudah sejahtera?
Dari hasil ngobrol-ngobrol saya jadi tahu, ternyata mereka pada awalnya adalah keluarga biasa-biasa saja, sering bertengkar juga. Hamil yang pertama mereka mengalami pertengkaran hebat dan setelah anak kedua lahir malah lebih hebat lagi sampai-sampai hampir cerai. Dia pernah memutuskan tinggal bersama orang tuanya untuk sementara waktu. Bersyukur mertuannya sangat bijaksana yang memarahi anaknya dan menyuruh segera pulang ke rumah suaminya untuk bermusyawarah mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi. ”Dalam perkawian pertengharan itu biasa, yang tidak baik bila lari dari masalah dengan meninggalkan rumah” Itu nasehat dari mertuanya setiap istrinya ngambek. Dia juga menuturkan bahwa sering masalahnya hanya sepele akan tetapi akibat kemarahannya yang tidak bisa dikendalikan, mereka bertengkar sangat keras sehingga timbul masalah baru yang lebih besar lagi. Seiring perjalanan waktu akhirnya mereka berdua menemukan tip jitu untuk meredakan setiap pertengkaran yaitu dengan meminta maaf ketika benar.
Pada umumnya kita minta maaf ketika bersalah. Hal ini amatlah normal adanya, dengan minta maaf diharapkan mereka yang benar mau mengampuni orang yang bersalah.
Namun masih banyak orang tidak tau akan kesalahan yang diperbuatnya. Sehingga orang ini tidak mau minta maaf. Bahkan ada juga orang yang bersalah sama sekali tidak mau minta maaf dengan alasan harga diri. Dia menganggap dengan minta maaf akan dapat menurunkan harga dirinya. Pokoknya gengsi deh untuk minta maaf denangan orang lain. Orang-orang inilah menjadi sumber pertengkaran di rumah tangga tanpa memperdulikan besar kecilnya masalah. Walaupun masalahnya kecil dan terang-terangan bersalah, unutk menutupi kesalahannya sering orang ini marah duluan. Maka terjadilah pertengkaran dan tidak ada yang mau mengalah. Yang salah tidak mau mengalah yang benar sikapnya lebih beringas. Menghadapi orang seperti tersebut di atas salah satu tip yang bisa diterapkan adalah dimulai dari orang yang paling benar mendahului minta maaf. Lakukan dengan tulus. ”Pak/Bu maaf saya yang salah belum bisa meyakinkan Bapak/Ibu apa yang saya lakukan itu benar. Dan kalaupun saya yang dianggap salah saya minta maaf.”
Banyak orang tidak bisa membedakan mana masalah mana emosi. Kalau emosi duluan yang meledak masalah sulit selesai bahkan akan timbul masalah baru dari respon kemarahan kita. Kalau mau mengedepankan solusi dari setiap masalah yang dihadapi, niscara akan menemukan titik terang. Mencari kambing hitam bukanlah tindakan bijaksanan. Menawarkan solusi dan menagani akar permasalahan secara proporsional dan profesional adalah langkah paling optimal dalam menyelesaikan setiapa masalah. Kalau sudah tahu mana yang benar dan siapa yang salah. Langkah yang terbaik adalah bila kita salah segera minta maaf dan bila benar yang salah tidah tahu tentang kesalahanya atau gengsi gengsi minta maaf , cobalah yang benar minta maaf karena belum mampu menyakinkan bahwa kita yang benar. Dan berterima kasihlah bila masalah bisa meredaatau selesai karena kita mau dengan tuluis meminta maaf walaupun kita benar. Suadah siapakah kita minta maaf baik saat salah maupun ketika kita merasa benar? Selamat mencoba!
BERTERIMA KASIH SAAT MENOLONG
Pada Tahun 2007 kami melakukan perjalanan wisata ke India. Selama sembilan hari rombongan kami bermalam di sebuah tempat Spiritual yang ada di India. Di India Selatan ada sebuah Pusat spiritual yang sangat luar biasa. Pusat spiritual tersebut selalu bersih, bangunannya tertata sangat rapi dengan luas areal kira-kira 62 hektare yang dilengkapi lebih dari 30 apartemen dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantor Bank, Bioskop, Supermarket, Toko Buku dan juga terdapat sebuah Hall yang sangat besar berkapasitas 20.000 orang sebagai tempat pertemuan. Walaupun banyak orang yang menginap di sana, namun suasananya sangat tertib dan nyaman. Ada hal yang sangat menarik di sana, semua orang yang bekerja di sana penuh ketulusan. Mereka akan memperoleh suatu kebanggaan dan kebahagiaan bila mendapat kesempatan menjadi pelayan di tempat itu. Bagi orang dari luar India yang ingin menjadi pelayan di sana tidak jarang sampai menunggu bertahun-tahun untuk mendapat panggilan agar bisa menjadi pelayan di pusat spiritual tersebut. Pemiliknya adalah orang yang sangat luar biasa. Beliau punya Bardar Udara pribadi, stadion, musium dan beberapa sekolah dari tingkat dasara sampai universitas. Selain itu juga punya dua Rumah Sakit Internasional. Pada saat itu rombongan kami ingin menyumbang darah agar bisa beramal untuk kemanusiaan. Rombongan kami langsung mendatangi kesalah satu Rumah Sakitnya, namun kami ditolak dengan alasan masih banyak orang yang mengantre ingin berbuat baik. Mau menyumbang darah tidak dapat kesempatan, mau jadi pelayan harus antre bertahun-tahun. Kenapa di tempat itu sulit sekali mendapatkan kesempatan untuk berbuat baik? Apa yang harus dilakukan bila nanti kita mendapat kesempatan berbuat baik?
Dari sana mulai saya sadar bahwa mau berbuat baik itu juga tidak mudah. Maka saya akan mengucapkan terima kasih bila mendapat kesempatan menolong orang yang membutuhkan. Karena diberikan kesempatan berbuat baik itu jarang ditemukan, orang lebih sering memberikan kesempatan berbuat tidak baik. Seperti mengajak membenci orang, mengajak korupsi, menwarkan cara merusak kerukunan rumah tangga orang laian, bakan demi kesenangan duniawi tidak jarang kita ditawari menyakiti bahkan sampai membunuh orang yang tidak bersalah.
Setelah direnungkan ternyata masih lebih mulia orang yang mau berterima kasih saat menolong dibandingkan saat menerima pertolongan. Berbuat baik ditambah berterima kasih akan menyebabkan tabungan kebaikan dunia dan akhirat akan bertambah. Kalau berterimakasih saat ditolong itu hal yang wajar, karena hutang kebaikan kita, sudah terbayar dengan dengan kebaikan lewat ucapan terima kasih. Beterima kasih saat dibantu orang lain itu kewajiban normal sebagai insan sosial. Ini sebuah tindakan impas antara hutang kebaikan dibalas dengan kebaikan. Yang sangat parah bila tidak pernah membalas kebaikan orang lain dengan dengan berbuat baik walaupun sekedar dengan ucapan terima kasih. Orang yang paling banyak punya hutang kebaikan di dunia ini adalah mereka yang tidak pernah berbuat baik serta tidak mau berterimakasih saat menerima kebaikan orang lain. Orang yang tidak mau berterima kasih saat ditolong dan tidak pernah menolong orang dialah paling banyak punya hutang kehidupan.
Dengan selalu melatih diri mengucapakan terima kasih ketika membantu akan menjadikan sebuah kebiasaan yang baik untuk kemuliaan. Dan bila selalu berterima kasih saat dibantu oleh oraazng, ia telah melaksanakan kewajiban sebagai manusia biasa. Dan ketika lupa berterima kasih saat dibantu akan menumpukan hutang kehidupan. Hal ini mesti segera dibayar dengan perbuatan baik dan selalu mengucapkan terima kasih. Berterima kasih dilakukan baik saat membantu maupun dibantu. Selamat menabung kebaikan dunia akhirat dengan selalu berterima kasih ketika menolong!
Suatu hari saya berkunjung ke rumah teman. Mereka adalah keluarga yang sangat harmonis, Hubungan antar anggota keluarganya sangat rukun, selalu hangat dan penuh ceria. Suatu ketika saya ingin tahu apa sih resepnya? Kenapa bisa selalu bisa rukun dan harmonis? Apakah memang dari tidak pernah bertengkar? Atau karena hidupnya sudah sejahtera?
Dari hasil ngobrol-ngobrol saya jadi tahu, ternyata mereka pada awalnya adalah keluarga biasa-biasa saja, sering bertengkar juga. Hamil yang pertama mereka mengalami pertengkaran hebat dan setelah anak kedua lahir malah lebih hebat lagi sampai-sampai hampir cerai. Dia pernah memutuskan tinggal bersama orang tuanya untuk sementara waktu. Bersyukur mertuannya sangat bijaksana yang memarahi anaknya dan menyuruh segera pulang ke rumah suaminya untuk bermusyawarah mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi. ”Dalam perkawian pertengharan itu biasa, yang tidak baik bila lari dari masalah dengan meninggalkan rumah” Itu nasehat dari mertuanya setiap istrinya ngambek. Dia juga menuturkan bahwa sering masalahnya hanya sepele akan tetapi akibat kemarahannya yang tidak bisa dikendalikan, mereka bertengkar sangat keras sehingga timbul masalah baru yang lebih besar lagi. Seiring perjalanan waktu akhirnya mereka berdua menemukan tip jitu untuk meredakan setiap pertengkaran yaitu dengan meminta maaf ketika benar.
Pada umumnya kita minta maaf ketika bersalah. Hal ini amatlah normal adanya, dengan minta maaf diharapkan mereka yang benar mau mengampuni orang yang bersalah.
Namun masih banyak orang tidak tau akan kesalahan yang diperbuatnya. Sehingga orang ini tidak mau minta maaf. Bahkan ada juga orang yang bersalah sama sekali tidak mau minta maaf dengan alasan harga diri. Dia menganggap dengan minta maaf akan dapat menurunkan harga dirinya. Pokoknya gengsi deh untuk minta maaf denangan orang lain. Orang-orang inilah menjadi sumber pertengkaran di rumah tangga tanpa memperdulikan besar kecilnya masalah. Walaupun masalahnya kecil dan terang-terangan bersalah, unutk menutupi kesalahannya sering orang ini marah duluan. Maka terjadilah pertengkaran dan tidak ada yang mau mengalah. Yang salah tidak mau mengalah yang benar sikapnya lebih beringas. Menghadapi orang seperti tersebut di atas salah satu tip yang bisa diterapkan adalah dimulai dari orang yang paling benar mendahului minta maaf. Lakukan dengan tulus. ”Pak/Bu maaf saya yang salah belum bisa meyakinkan Bapak/Ibu apa yang saya lakukan itu benar. Dan kalaupun saya yang dianggap salah saya minta maaf.”
Banyak orang tidak bisa membedakan mana masalah mana emosi. Kalau emosi duluan yang meledak masalah sulit selesai bahkan akan timbul masalah baru dari respon kemarahan kita. Kalau mau mengedepankan solusi dari setiap masalah yang dihadapi, niscara akan menemukan titik terang. Mencari kambing hitam bukanlah tindakan bijaksanan. Menawarkan solusi dan menagani akar permasalahan secara proporsional dan profesional adalah langkah paling optimal dalam menyelesaikan setiapa masalah. Kalau sudah tahu mana yang benar dan siapa yang salah. Langkah yang terbaik adalah bila kita salah segera minta maaf dan bila benar yang salah tidah tahu tentang kesalahanya atau gengsi gengsi minta maaf , cobalah yang benar minta maaf karena belum mampu menyakinkan bahwa kita yang benar. Dan berterima kasihlah bila masalah bisa meredaatau selesai karena kita mau dengan tuluis meminta maaf walaupun kita benar. Suadah siapakah kita minta maaf baik saat salah maupun ketika kita merasa benar? Selamat mencoba!
BERTERIMA KASIH SAAT MENOLONG
Pada Tahun 2007 kami melakukan perjalanan wisata ke India. Selama sembilan hari rombongan kami bermalam di sebuah tempat Spiritual yang ada di India. Di India Selatan ada sebuah Pusat spiritual yang sangat luar biasa. Pusat spiritual tersebut selalu bersih, bangunannya tertata sangat rapi dengan luas areal kira-kira 62 hektare yang dilengkapi lebih dari 30 apartemen dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantor Bank, Bioskop, Supermarket, Toko Buku dan juga terdapat sebuah Hall yang sangat besar berkapasitas 20.000 orang sebagai tempat pertemuan. Walaupun banyak orang yang menginap di sana, namun suasananya sangat tertib dan nyaman. Ada hal yang sangat menarik di sana, semua orang yang bekerja di sana penuh ketulusan. Mereka akan memperoleh suatu kebanggaan dan kebahagiaan bila mendapat kesempatan menjadi pelayan di tempat itu. Bagi orang dari luar India yang ingin menjadi pelayan di sana tidak jarang sampai menunggu bertahun-tahun untuk mendapat panggilan agar bisa menjadi pelayan di pusat spiritual tersebut. Pemiliknya adalah orang yang sangat luar biasa. Beliau punya Bardar Udara pribadi, stadion, musium dan beberapa sekolah dari tingkat dasara sampai universitas. Selain itu juga punya dua Rumah Sakit Internasional. Pada saat itu rombongan kami ingin menyumbang darah agar bisa beramal untuk kemanusiaan. Rombongan kami langsung mendatangi kesalah satu Rumah Sakitnya, namun kami ditolak dengan alasan masih banyak orang yang mengantre ingin berbuat baik. Mau menyumbang darah tidak dapat kesempatan, mau jadi pelayan harus antre bertahun-tahun. Kenapa di tempat itu sulit sekali mendapatkan kesempatan untuk berbuat baik? Apa yang harus dilakukan bila nanti kita mendapat kesempatan berbuat baik?
Dari sana mulai saya sadar bahwa mau berbuat baik itu juga tidak mudah. Maka saya akan mengucapkan terima kasih bila mendapat kesempatan menolong orang yang membutuhkan. Karena diberikan kesempatan berbuat baik itu jarang ditemukan, orang lebih sering memberikan kesempatan berbuat tidak baik. Seperti mengajak membenci orang, mengajak korupsi, menwarkan cara merusak kerukunan rumah tangga orang laian, bakan demi kesenangan duniawi tidak jarang kita ditawari menyakiti bahkan sampai membunuh orang yang tidak bersalah.
Setelah direnungkan ternyata masih lebih mulia orang yang mau berterima kasih saat menolong dibandingkan saat menerima pertolongan. Berbuat baik ditambah berterima kasih akan menyebabkan tabungan kebaikan dunia dan akhirat akan bertambah. Kalau berterimakasih saat ditolong itu hal yang wajar, karena hutang kebaikan kita, sudah terbayar dengan dengan kebaikan lewat ucapan terima kasih. Beterima kasih saat dibantu orang lain itu kewajiban normal sebagai insan sosial. Ini sebuah tindakan impas antara hutang kebaikan dibalas dengan kebaikan. Yang sangat parah bila tidak pernah membalas kebaikan orang lain dengan dengan berbuat baik walaupun sekedar dengan ucapan terima kasih. Orang yang paling banyak punya hutang kebaikan di dunia ini adalah mereka yang tidak pernah berbuat baik serta tidak mau berterimakasih saat menerima kebaikan orang lain. Orang yang tidak mau berterima kasih saat ditolong dan tidak pernah menolong orang dialah paling banyak punya hutang kehidupan.
Dengan selalu melatih diri mengucapakan terima kasih ketika membantu akan menjadikan sebuah kebiasaan yang baik untuk kemuliaan. Dan bila selalu berterima kasih saat dibantu oleh oraazng, ia telah melaksanakan kewajiban sebagai manusia biasa. Dan ketika lupa berterima kasih saat dibantu akan menumpukan hutang kehidupan. Hal ini mesti segera dibayar dengan perbuatan baik dan selalu mengucapkan terima kasih. Berterima kasih dilakukan baik saat membantu maupun dibantu. Selamat menabung kebaikan dunia akhirat dengan selalu berterima kasih ketika menolong!
Senin, 22 Februari 2010
Inspirasi menulis buku
9 BUKU OLEH BUKAN PENULIS
Pada awalnya saya tidak pernah membayangkan akan bisa membuat sembilan buah buku seperti sekarang. Saya lebih senang kalau teman-teman menyebut saya seorang pendokumen kebahagiaan. Karena semua buku ini adalah sebuah catatan rekaman kehidupan.
Ide pertama kali untuk mencatat muncul sejak tahun 2004 yang lalu ketika saya menunggu istri sedang creambath di salon. Untuk mengurangi rasa bosan, saya mencoba membaca koran bekas yang ada di sana. Ada sebuah artikel menarik hasil penemuan tentang kebahagiaan, yang menyebutkan bahwa kenapa di jaman sekarang banyak orang hidupnya tidak bahagia? Itu karena kemalasan kita mendokumentasikan momem-momen bahagia dalam hidup ini. Penemuan itu menyimpulkan bahwa, “Orang bahagia adalah orang yang paling banyak mendokumentasikan kebahagiaan dalam hidupnya” Dokumentasi bisa visual seperti foto atau rekaman pristiwa-pristiawa bahagia. Yang paling penting dan jarang orang lakukan adalah mencatat ide, pikiran atau saat-saat mimpi bahgia.
Dari sana saya mulai rajin memcatat pristiwa-peristiwa bahagia yang terjadi dalam hidup ini. karena saya ingin menjadi orang bahagia. Buku ini pada awalnya hanya kumpulan kalimat-kalimat bahagia yang tidak beraturan serta tidak menarik untuk dibaca. Kemudia saya rangkai dalam sebuah paragraf sehingga menjadi sebuah bacaan. Saat itu saya rasa bacaan itu sudah sangat bagus dan menarik. Lalu saya coba sodorkan kepada kritikus yang paling handal di dunia yaitu istri saya, karena dia adalah orangnya tidak suka membaca dan selalu ‘meboya’ meledek dengan kritikan. pada suaminya. Apa yang terjadi? ternyata dugaan saya benar bacaan yang saya sodorkan dipandang sebelah mata bahkan dengan senyum sinis dia berucap “Ini bacaan paling buruk yang pernah saya baca, idenya tidak jelas, kalimatnya kacau, apalagi tata bahasanya yang ambur-radul,. parah deh!” Saya mulai berpikir orang yang paling saya sayangi saja seperti itu komentarnya apalagi orang lain?, Akhirnya Saya mulai tertantang dan termotivasi, dengan tekun saya merevisi sambil mendiskusikan lagi apa sih maunya istri? Saya berkeyakinan bila orang yang tidak senang membaca sampai berhasil tertarik, untuk yang lainnya saya anggap tidak ada masalah. Kira-kira setelah dua tahun secara diam-diam baru istri saya mulai tertarik dan denga jujur mengatakan bahwa buku yang ditulis sudah bagus. Saya amat gembira, tetapi saya bingung mencari editor. Akhirnya timbul ide bagaimana kalau anak saya yang kelas lima Sekolah Dasar disuruh membaca, Bila seorang anak Sekolah Dasar saja bisa mengerti apa yang saya tulis untuk orang lain pasti lebih mengerti lagi. Saya berusaha merevisi lagi sampai anak saya bisa mengerti. Setelah keduanya setuju kemudian saya coba sampaikan dengan teman-teman mengenai ide saya dan sebagian besar menyarankan untuk diterbitkan dalam sebuah buku,. bahkan ada sampai indent (memesan) untuk membeli, hebat kan? Kemudian saya memberanikan diri membawa ke seorang editor professional secara pribadi, takut kalau ditolak. Ternyata diluar dugaan, editor malah sangat terkesan dengan apa yang saya tulis, bahasanya sederhana dan idenya masih murni. Saya berusaha menjelaskan di rumahnya sampai larut malam, saking terkesannya sampai-sampai dia memangil istri dan anaknya untuk ikut mendengarkan cerita mengenai tulisan saya. Akhirnya dengan senang hati beliau mau mengedit dan hasilnya sekarang sudah bisa menerbitkan edisi perdana dari sembilan “Buku Seri Senyum, ya Tersenyumlah ” yang mengulas tentang hakekat kebahagiaan.
Saya bersyukur atas Ijin Tuhan serta bantuan semua pihak yang perduli dengan kebahagiaan, buku ini bisa diterbitkan dan diterima di masyarakat. Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih terutama sekali kepada almarhum Ibu sederhana saya yang sangat menginspirasi hidup saya, Istri dan putra putriku tersayang yang selalu menyemangati langkah saya, Bapak Editor yang luar biasa yang menjadikan tulisan saya sebuah buku yang enak dibaca, Penerbit dan pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Saya juga minta maaf bila ada yang kurang, salah kata, ide maupun pengungkapannya, karena itu murni kesalah an saya dari seorang manusia biasa dan bila mana ada manfaat yang diperoleh dari buku ini itu semua berkat Sang Pencipta, saya hanya bertugas menuliskan dan menyampaikannya saja.
Sebelum saya mengantar pembaca membuka pintu awal kebahagiaa itu, terimalah salam tulus dari kami “Salam Senyum.!
Sabtu, 20 Februari 2010
inspirasi Agama
KEMULIAAN BERMEREK AGAMA
Pada jaman awal kehidupan, Sang Pencipta menurunkan suatu ajaran kebenaran yang baik bernama kemuliaan. Kemuliaan itu tidak berwarna, tidak memihak dan selalu berlaku universal. Sebagai suatu ajaran diibaratkan seperti air. Air kemuliaan itu berguna untuk kebaikan seluruh umat manusia. Untuk menyebarkan air kemuliaan itu ke seluruh penjuru dunia para misionaris lalu mengajarkan ajaran kemuliaan tersebut dalam kemasan bermerek agama. Maka timbullah kemuliaan yang bermerek agama . Yang selanjutnya disebut Agama A, B, C maupun Agama D. Setelah kemuliaan itu dikemas dalam bentuk agama, para tokoh-tokoh agama mulai getol untuk memperkenalkan merek air kemuliaan hanya dengan sebutan agama nasing-masing.
Seiring dengan perkembangan agama, air murni kemuliaan itu mulai jarang disebut. Bahkan dengan panatisme sempit mereka menyebutnya merek kemasannya saja. Sehingga nama dan atribut agama itu lebih penting dari esensi agama yang sesungguhnya. Agama merupakan senjata ampuh unutuk meningkatkan prestasi dan prestise. Atas nama agama mereka melakukan pembelaan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan sesuai petunjuk kitab sucinya. Padahal benar dan adil menurut satu agama belum tentu sama dengan agama lainnya. Apalagi salah salah-benar, itu hanya merupakan kesepakatan sekelompok orang saja. “Menurut agama kami itu benar dan akan memberikan jaminan bisa masuk sorga pada saat menuju dunia akhirat nanti..” Inilah dokrin kalimat agama yang kurang toleran dengan agama lainnya, karena kebenaran menurut agama A belum tentu benar menurut agam B.Begitu juga kebenaran menurut agama C belum dijamin benar menurut agama lainya. Kebenaran hanya berpatokan dengan salahsatu agaman saja belum bisa dipertanggung jawabkan kepada seluruh umat manusia. Kebenaran di masing-masing agama tidak bisa dipakai acuan untuk dasar kebenaran semua agama. Kadang tidak jarang orang memaksakan ukuran kebenaran agama yang dianutnya. Agama hanya sebuah merek dari air kemuliaan, namun masih banyak orang lebih menonjol agamanya dari pada esensi kemuliaan yang terdapat dalam ajaran semua agama.
Timbulnya pertentangan antar agama muncul karena mereka lupa bahwa esensi agama itu adalah kemuliaan bukan kebenaran atau keadilan. Adanya perang antar agama atas nama perang suci untuk membela kebenaran dan keadilan merupakan pelanggaran Kesepakatan. Pertemuan Perdamaian PBB Tahun 2000. Pembelaan agama secara radikal demi untuk memepertahankan kebenaran dan keadilan merupakan wujud panatikisme sempit sekelompok orang yang kurang paham dengan tujuan mulia diturunkannya ajaran Agama. Berbicara kebenaran atas nama Agama masih bersifat relatif karena kebenaran bisa berubah sesuai persepsi dari mana kita melihat kebenaran itu. Akan tetapi bila sudah berwujud kemuliaan dari manapun dilihat akan memandang hal yang sama yaitu kebaikan yang benar dan diyakini semua umat manusia tidak perduli apapun agamanya. Indikator yang bisa di pakai bila kita semua meyakini kebenaran yang baik bermanfaat untuk kebaikan kita semua bukan sekelompok orang. Kata praktisnya menurut kita itu benar, bukan menurut kami atau saya.
Nah untuk itu, sekarang masih pentingkah merek agama menjadi pusat kebenaran? Atau air kemuliaanya itu sendiri yang merupakan esensi utama dari semua agama sebagai acuankebenaran seluruh umat manusia untuk mewujudkan kedamaian? Bolehkah saya menganut semua agama agar bisa lebih menghormati sesama.dan bisa berbuat baik tanpa rasa canggung walaupun berbeda keyakinan? Atau menganut agama baru yang disebut agama kemuliaan ? Selamat merenung!
AGAMA ALAM, TUHANNYA TUMBUHAN
Ketika saya mengikuti sebuah Seminar Spiritual dengan peserta dari kalangan spiritualis, agamawan, dan akademisi dengan tema ”Cara Mudah Belajar Kitab Suci.” Menghadirkan pembicara dari luar negeri yaitu seorang penulis beberapa buku agama yang sering menjadi acuan akademis di berbagai Universitas. Saya terperangah ketika dalam sesi tanya jawab seorang peserta menanyakan agama yang dianut narasumber. Narasumber kemudian menjelaskan, ”Trimakasih atas pertanyaannya yang amat bagus! Sejak kecil pendidikan saya di sekolah skuler (sekolah yang tidak memasukkan ajaran agama dalam kurikulumya), maka dari TK sampai perguruan tinggi pun saya tidak diajarkan agama. Kemudian setelah kuliah saya mengambil spesialis linggungan, Saya adalah seorang pakar lingkungan maka alam adalah agama saya dan tumbuhan adalah Tuhan saya karena sebagian besar hidup saya bergaul dengan alam dan seluruh hidup saya diabdikan untuk tumbuhan. Disanalah dunia saya.” Inilah penjelasan menarik yang selalu menjadi renungan saya selain pemaparan mengenai cara mudah mengenal dan mempelajari kitab suci.
Saya mulai menyadari ada pemahaman baru tentang agama selain yang kita pelajari di sekolah. Kita dari kecil pada umumnya orang tua diharuskan memeluk salah satu agama resmi yang ada di negara kita. Bahkan kadang kala orang tua dengan otoriter menyodorkan agama warisan leluhur yang sudah turun temurun unutuk di pakai pegangan hidup. Tanpa pernah memberikan alternatif yang lain. Kitab suci dan ajaran yang mendukungpun harus sesuai dengan agama yang dianut. Selain itu yang berhubungan dengan agama orang lain tidak boleh ada di rumah, Merupakan hal yang tabu menaruh Kitab sucu beberapa Kita Suci Agama di satu tempat. Pokoknya selain agamanya tidak ada yang lebih bagus lagi. Agama yang lainnya dianggap bertentangan dengannya, bahkan dianggap tidak layak dan tidak menjamin masuk sorga..
Setelah besar mulai bergaul, mengenal berbagai karakter orang bahkan mulai mengenal berbagai agama. Melihat orang yang berbeda agama juga baik walaupun ada yang berprilaku jahat itu hanya kasus individual sifatnya. Saya mulai mengenal bahwa agama yang dianut orang lain juga mengajarkan tentang kebaikan. Menyadari arti agama yang sesungguhnya adalah sesuatu yang memberikan arah, langkah perbuatan yang baik agar bisa merasakan ketenangan dan kedamaian.
Tuhan adalah suatu yang kita hormati, cintai, kagumi, kasihi, dan layani keberadaanya. Sehingga Beliau pun memberika cinta kasih keagungannya. Bila hal ini diabaikan akan menimbulakan murka, bencana, kesengsaraan umat manusia.
Sering kita membayangkan Tuhan sangat jauh. Kita berusaha mengejarnya sampai prustrasi, lelah dan putus asa. Ada yang sangat simple memahaminya seperti Narasumber di atas apa yang paling dekat, yang bisa kita lihat dan rasakan itulah Tuhan. Kita wajibdengan tulus memuliakan, menghormati, mengasihi, Melayani (merawatnya) niscara kemuliaan Tuhan akan terpancarkan lewat kasih sayang-Nya dan memberikan kedamain hidup.
Salah atau benar pandangan saya ini tidaklah penting. Karena berbicara masalah Tuhan tidak seorangpun manusia yang berhak menyalahkan dan membenarkan karena selama ini tidak seorangpun bisa membuktikan secara ilmiah pernah melihat Tuhan Yang Esa. Bukan maksud saya menulis artikel ini untuk dibenarkan atau disalahkan, akan tetapi minimal bisa memberikan manfaat untuk menumbuhkan rasa toleransi agar bisa hidup damai di muka bumi ini! Selamat memeperlakukan lingkungan terdekat layaknya melayani Tuhan, karen pada dasarnya kita juga Tuhan dari manifestasi Yang Esa.
Pada jaman awal kehidupan, Sang Pencipta menurunkan suatu ajaran kebenaran yang baik bernama kemuliaan. Kemuliaan itu tidak berwarna, tidak memihak dan selalu berlaku universal. Sebagai suatu ajaran diibaratkan seperti air. Air kemuliaan itu berguna untuk kebaikan seluruh umat manusia. Untuk menyebarkan air kemuliaan itu ke seluruh penjuru dunia para misionaris lalu mengajarkan ajaran kemuliaan tersebut dalam kemasan bermerek agama. Maka timbullah kemuliaan yang bermerek agama . Yang selanjutnya disebut Agama A, B, C maupun Agama D. Setelah kemuliaan itu dikemas dalam bentuk agama, para tokoh-tokoh agama mulai getol untuk memperkenalkan merek air kemuliaan hanya dengan sebutan agama nasing-masing.
Seiring dengan perkembangan agama, air murni kemuliaan itu mulai jarang disebut. Bahkan dengan panatisme sempit mereka menyebutnya merek kemasannya saja. Sehingga nama dan atribut agama itu lebih penting dari esensi agama yang sesungguhnya. Agama merupakan senjata ampuh unutuk meningkatkan prestasi dan prestise. Atas nama agama mereka melakukan pembelaan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan sesuai petunjuk kitab sucinya. Padahal benar dan adil menurut satu agama belum tentu sama dengan agama lainnya. Apalagi salah salah-benar, itu hanya merupakan kesepakatan sekelompok orang saja. “Menurut agama kami itu benar dan akan memberikan jaminan bisa masuk sorga pada saat menuju dunia akhirat nanti..” Inilah dokrin kalimat agama yang kurang toleran dengan agama lainnya, karena kebenaran menurut agama A belum tentu benar menurut agam B.Begitu juga kebenaran menurut agama C belum dijamin benar menurut agama lainya. Kebenaran hanya berpatokan dengan salahsatu agaman saja belum bisa dipertanggung jawabkan kepada seluruh umat manusia. Kebenaran di masing-masing agama tidak bisa dipakai acuan untuk dasar kebenaran semua agama. Kadang tidak jarang orang memaksakan ukuran kebenaran agama yang dianutnya. Agama hanya sebuah merek dari air kemuliaan, namun masih banyak orang lebih menonjol agamanya dari pada esensi kemuliaan yang terdapat dalam ajaran semua agama.
Timbulnya pertentangan antar agama muncul karena mereka lupa bahwa esensi agama itu adalah kemuliaan bukan kebenaran atau keadilan. Adanya perang antar agama atas nama perang suci untuk membela kebenaran dan keadilan merupakan pelanggaran Kesepakatan. Pertemuan Perdamaian PBB Tahun 2000. Pembelaan agama secara radikal demi untuk memepertahankan kebenaran dan keadilan merupakan wujud panatikisme sempit sekelompok orang yang kurang paham dengan tujuan mulia diturunkannya ajaran Agama. Berbicara kebenaran atas nama Agama masih bersifat relatif karena kebenaran bisa berubah sesuai persepsi dari mana kita melihat kebenaran itu. Akan tetapi bila sudah berwujud kemuliaan dari manapun dilihat akan memandang hal yang sama yaitu kebaikan yang benar dan diyakini semua umat manusia tidak perduli apapun agamanya. Indikator yang bisa di pakai bila kita semua meyakini kebenaran yang baik bermanfaat untuk kebaikan kita semua bukan sekelompok orang. Kata praktisnya menurut kita itu benar, bukan menurut kami atau saya.
Nah untuk itu, sekarang masih pentingkah merek agama menjadi pusat kebenaran? Atau air kemuliaanya itu sendiri yang merupakan esensi utama dari semua agama sebagai acuankebenaran seluruh umat manusia untuk mewujudkan kedamaian? Bolehkah saya menganut semua agama agar bisa lebih menghormati sesama.dan bisa berbuat baik tanpa rasa canggung walaupun berbeda keyakinan? Atau menganut agama baru yang disebut agama kemuliaan ? Selamat merenung!
AGAMA ALAM, TUHANNYA TUMBUHAN
Ketika saya mengikuti sebuah Seminar Spiritual dengan peserta dari kalangan spiritualis, agamawan, dan akademisi dengan tema ”Cara Mudah Belajar Kitab Suci.” Menghadirkan pembicara dari luar negeri yaitu seorang penulis beberapa buku agama yang sering menjadi acuan akademis di berbagai Universitas. Saya terperangah ketika dalam sesi tanya jawab seorang peserta menanyakan agama yang dianut narasumber. Narasumber kemudian menjelaskan, ”Trimakasih atas pertanyaannya yang amat bagus! Sejak kecil pendidikan saya di sekolah skuler (sekolah yang tidak memasukkan ajaran agama dalam kurikulumya), maka dari TK sampai perguruan tinggi pun saya tidak diajarkan agama. Kemudian setelah kuliah saya mengambil spesialis linggungan, Saya adalah seorang pakar lingkungan maka alam adalah agama saya dan tumbuhan adalah Tuhan saya karena sebagian besar hidup saya bergaul dengan alam dan seluruh hidup saya diabdikan untuk tumbuhan. Disanalah dunia saya.” Inilah penjelasan menarik yang selalu menjadi renungan saya selain pemaparan mengenai cara mudah mengenal dan mempelajari kitab suci.
Saya mulai menyadari ada pemahaman baru tentang agama selain yang kita pelajari di sekolah. Kita dari kecil pada umumnya orang tua diharuskan memeluk salah satu agama resmi yang ada di negara kita. Bahkan kadang kala orang tua dengan otoriter menyodorkan agama warisan leluhur yang sudah turun temurun unutuk di pakai pegangan hidup. Tanpa pernah memberikan alternatif yang lain. Kitab suci dan ajaran yang mendukungpun harus sesuai dengan agama yang dianut. Selain itu yang berhubungan dengan agama orang lain tidak boleh ada di rumah, Merupakan hal yang tabu menaruh Kitab sucu beberapa Kita Suci Agama di satu tempat. Pokoknya selain agamanya tidak ada yang lebih bagus lagi. Agama yang lainnya dianggap bertentangan dengannya, bahkan dianggap tidak layak dan tidak menjamin masuk sorga..
Setelah besar mulai bergaul, mengenal berbagai karakter orang bahkan mulai mengenal berbagai agama. Melihat orang yang berbeda agama juga baik walaupun ada yang berprilaku jahat itu hanya kasus individual sifatnya. Saya mulai mengenal bahwa agama yang dianut orang lain juga mengajarkan tentang kebaikan. Menyadari arti agama yang sesungguhnya adalah sesuatu yang memberikan arah, langkah perbuatan yang baik agar bisa merasakan ketenangan dan kedamaian.
Tuhan adalah suatu yang kita hormati, cintai, kagumi, kasihi, dan layani keberadaanya. Sehingga Beliau pun memberika cinta kasih keagungannya. Bila hal ini diabaikan akan menimbulakan murka, bencana, kesengsaraan umat manusia.
Sering kita membayangkan Tuhan sangat jauh. Kita berusaha mengejarnya sampai prustrasi, lelah dan putus asa. Ada yang sangat simple memahaminya seperti Narasumber di atas apa yang paling dekat, yang bisa kita lihat dan rasakan itulah Tuhan. Kita wajibdengan tulus memuliakan, menghormati, mengasihi, Melayani (merawatnya) niscara kemuliaan Tuhan akan terpancarkan lewat kasih sayang-Nya dan memberikan kedamain hidup.
Salah atau benar pandangan saya ini tidaklah penting. Karena berbicara masalah Tuhan tidak seorangpun manusia yang berhak menyalahkan dan membenarkan karena selama ini tidak seorangpun bisa membuktikan secara ilmiah pernah melihat Tuhan Yang Esa. Bukan maksud saya menulis artikel ini untuk dibenarkan atau disalahkan, akan tetapi minimal bisa memberikan manfaat untuk menumbuhkan rasa toleransi agar bisa hidup damai di muka bumi ini! Selamat memeperlakukan lingkungan terdekat layaknya melayani Tuhan, karen pada dasarnya kita juga Tuhan dari manifestasi Yang Esa.
Jumat, 19 Februari 2010
Inspirasi Kaya
KAYA SEJATI
Ketika saya menjadi pembicara dalam sebuah Seminar Bisnis, saya bertanya kepada peserta, “Siapakah sebenarnya disebut orang kaya menurut anda?” Mereka rata-rata menjawab bahwa orang kaya itu adalah yang memiliki banyak harta baik dari warisan maupun dari hasil usaha, mereka yang mempunyai pasif income yang sangat banyak. Bahkan ada yang menjawab dia merasa kaya bila bisa membeli apa saja yang diinginkan. Ada yang lebih lengkap menjawab orang kaya itu adalah orang yang memiliki banyak harta, tahta dan wanita.”
Dari jawaban peserta di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman tentang orang kaya itu selalu berhubungan dengan seberapa banyak harta yang dimiliki, padahal menurut hemat saya, dari sudut harta dan moral orang kaya itu adalah orang yang memiliki banyak harta kekayaan, hasil jerih payahnya sendiri dan digunakan untuk tujuan mulia. Dari pengertia itu maka ada dua orang kaya di dunia yaitu orang kaya sejati dan kaya semu.
Orang kaya sejati yaitu orangnya sendiri yang memiliki kekayaan itu, Tiga kriteria orang kaya sejati adalah; orang kaya, kaya orang dan kaya kekayaan. Orang kaya adalah orangnya sendiri yang memiliki kekayaan yang melekat pada dirinya seperti kaya pengetahuan, kaya pengalaman dan kaya citra diri (dipercaya orang). Sedangkan kaya orang artinya dia memiliki banyak orang yang membantu menjadikan dirinya kaya harta. Seperti kaya teman ( konsumen, klien, supalayer), banyak punya orang professional, orang cerdas dan orang trampil. Nah kalau kaya kekayaan memang dia mempunyai banyak harta kekayaan dari hasil jerih payahnya sendiri. Orang kaya sejati selalu ada kemerdekaan dalam menggunakan kekayaanya. Dia bebas memberikan siapa saja, menyumbang berapa saja dan membeli apa saja. Kekayaan yang disertai kebebasan dalam menggunakannya itulah hakekat sebuah kepemilikan yang sebenarnya. Dan yang paling utama kriteria orang kaya sejati adalah digunakan untuk tujuan mulian yaitu selalu memberi, menyumbang, berderma dan diakhir kehidupanya akan mewariskan harta, moratitas dan nama baik.
Orang kaya semu adalah orang yang kenyataanya miskin akan tetapi mengaku kaya. Yang sebenarnya kaya adalah orang lain. Seperti orang kaya dari warisan orang tua. Yang sebenarnya kaya adalah orang tuanaya dia adalah orang miskin karena selalu meminta atau menerima. Karena ciri utama orang miskin adalah memmita-minta termasuk meminta warisan. Orang kaya semu tidak memiliki kekayaan yang melekat pada dirinya. Sehingga mereka biasanya kaya bersifat sementara bila tidak bisa mengelola warisanya dengan baik pasti di masa tuanya hidupnya akan menderita. Orang-orang sperti ini termasuk juga orang kaya akibat pemenang judi, undian, dapat bonus pertandingan dan sebagainya.
Amatlah bersyukur kalau dilahirkan di sebuah keluarga kaya yang memungkinkan akan mendapat warisan yang banyak. Walaupun pada awalanya kita menjadi orang kaya semu namun akan lebih bijaksana warisan tersebut dijadikan modal untuk mengembangkan usaha. Dari hasil usaha itu akan mendapatkan laba sebagai penghasilan. Ketika apa yang dihasilkan itu melebihi dari jumlah warisan yang diterima maka itulah yang disebut hasil usaha sendiri. Orang seperti inilah yang disebut orang kaya semu menjadi orang kaya sejati.bagimana dengan anda? Apakah termasuk orang kaya semu atau orang kaya sejati ? Ataukah tidak termasuk orang kaya sama sekali?
PROFESI BOSS GELARNYA OK
Ketika masih kecil saya ditanya oleh orang tua, “Nak, kelak setelah kamu besar nanti mau jadi apa?” Saat itu saya jawab, “Saya mau jadi guru.” Kemudian setelah dewasa, saat ikut seminar motivasi ditanya oleh narasumber dengan pertanyaan, ”Apa target sepuluh tahun ke depan yang ingin Bapak capai?” Saat itu saya jawab, ”Saya ingin punyan mobil mewah, rumah megah serta punya pasif income yang sangat banyak.”. Sekarang setelah saya menajadi orang tua dari seorang istri tiga anak yang sangat lucu. Pertanyaan terakhir datang dari diri saya sendiri, dengan menanyakan “Apa sih visi hidupmu yang sebenarnya?” Inilah pertanyaan yang paling sulit saya jawab. Melalui perenungan yang cukup lama, saya baru menemukan jawabannya. Visi hidup saya adalah “Saya ingin menjadi orang mulia kaya, sehat dan bahagia serta diakhir kehidupan ini bisa mati tersenyum”. Jawaban saya itu mungkin kedengarannya sangat idealis. Bagi saya itu tidak ada masalah karena membuat visi itu tidak butuh biaya atau gratis, Mungpung masih gratis, apa salahnya kita membuat visi seideal mungkin? Walaupun visi itu letaknya sangat jauh dari perjalanan waktu, tetapi itulah ujung kehidupan yang akan saya tuju. Masalahnya bagaimana cara mewujudkannya dan saya harus mulai dari mana?
Pertama saya membayangkan orang kaya itu hidupnya sangat enak, mau bahagia semua keinginan terpenuhi, mau menjadi orang mulia bisa dengan banyak membatu orang, mau sehat bisa berolah raga ditempat yang kita mau dan mau makanan sehat tinggal pesan saja. Kebanyakan orang kaya itu adalah seorang pengusaha. Maka saya memutuskan tujuan pertama adalah harus menjadi pengusaha agar bisa menjadi orang kaya
Saya mulai bertanya adakah tempat kuliah singkat, supaya bisa medapatkan sertifikat banyak (maksudnya memiliki sertifikat tanah, rumah atau properti) sehingga diberi julukan OK (Orang Kaya). Pendidikan di Indonesia dari TK, SD sampai perguruan tinggi pada dasarnya selalu mencetak calon karyawan. Karyawan umumnya lebih sulit kaya dibanding pengusaha. Begitu juga dalam memperoleh setifikat setiap jenjang pendidikan hanya memberikan satu ijasah atau sertifikat. Dan gelarnyapun hanya sarjana, master atau doktoral yang tidak menjamin menjadi orang kaya. Apalagi kebanyakan orang yang mengajar hanya mengerti ilmu pengusaha yang tidak pernah memiliki usaha. Maka tidak jarang orang-orang terkaya di Indonesi tidak ada bergelar sarjana Ekonomi bahkan ada yang tidak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Ilmu untuk menjadi pengusaha sukses itu ternyata ada di tempat usaha (langsung membuka usaha) dan gurunya adalah pengusaha sukses. Karena mereka akan memberikan trik real sebagai pengusaha yang sangat jarang diajarkan di sekolahan. Ilmu yang paling penting adalah menyangkut kecerdasan finansial, kecerdasan emosi dan negosiasi serta tak kalah pentinnya adalah kecerdasan spiritual sebagai modal dasar jadi pengusaha. Maka timbullah lembaga-lembaga non formal yang membingbing orang-orang menjadi pengusaha sukses. Umumnya lembaga ini tidak mementingkan formalitas, tidak memberikan sertifikat karena siswanya disuruh berusaha mencari sertifikat (maksudnya sertifikat tanah atau properti) sebanyak-banyaknya bila sudah menjadi pengusaha. Jadi kalau ingin jadi orang kaya jadilah pengusaha, belajarlah di tempat usaha dan carilah mentor pengusaha kaya. Bergaullah dengan teman-teman pengusaha sukses. Inilah tip menjadi pengusaha kaya yang tidak diajarkan di sekolah formal. Selamat kuliah di Sekolah Entepreneur! (Salam Entepreneur University)
Ketika saya menjadi pembicara dalam sebuah Seminar Bisnis, saya bertanya kepada peserta, “Siapakah sebenarnya disebut orang kaya menurut anda?” Mereka rata-rata menjawab bahwa orang kaya itu adalah yang memiliki banyak harta baik dari warisan maupun dari hasil usaha, mereka yang mempunyai pasif income yang sangat banyak. Bahkan ada yang menjawab dia merasa kaya bila bisa membeli apa saja yang diinginkan. Ada yang lebih lengkap menjawab orang kaya itu adalah orang yang memiliki banyak harta, tahta dan wanita.”
Dari jawaban peserta di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman tentang orang kaya itu selalu berhubungan dengan seberapa banyak harta yang dimiliki, padahal menurut hemat saya, dari sudut harta dan moral orang kaya itu adalah orang yang memiliki banyak harta kekayaan, hasil jerih payahnya sendiri dan digunakan untuk tujuan mulia. Dari pengertia itu maka ada dua orang kaya di dunia yaitu orang kaya sejati dan kaya semu.
Orang kaya sejati yaitu orangnya sendiri yang memiliki kekayaan itu, Tiga kriteria orang kaya sejati adalah; orang kaya, kaya orang dan kaya kekayaan. Orang kaya adalah orangnya sendiri yang memiliki kekayaan yang melekat pada dirinya seperti kaya pengetahuan, kaya pengalaman dan kaya citra diri (dipercaya orang). Sedangkan kaya orang artinya dia memiliki banyak orang yang membantu menjadikan dirinya kaya harta. Seperti kaya teman ( konsumen, klien, supalayer), banyak punya orang professional, orang cerdas dan orang trampil. Nah kalau kaya kekayaan memang dia mempunyai banyak harta kekayaan dari hasil jerih payahnya sendiri. Orang kaya sejati selalu ada kemerdekaan dalam menggunakan kekayaanya. Dia bebas memberikan siapa saja, menyumbang berapa saja dan membeli apa saja. Kekayaan yang disertai kebebasan dalam menggunakannya itulah hakekat sebuah kepemilikan yang sebenarnya. Dan yang paling utama kriteria orang kaya sejati adalah digunakan untuk tujuan mulian yaitu selalu memberi, menyumbang, berderma dan diakhir kehidupanya akan mewariskan harta, moratitas dan nama baik.
Orang kaya semu adalah orang yang kenyataanya miskin akan tetapi mengaku kaya. Yang sebenarnya kaya adalah orang lain. Seperti orang kaya dari warisan orang tua. Yang sebenarnya kaya adalah orang tuanaya dia adalah orang miskin karena selalu meminta atau menerima. Karena ciri utama orang miskin adalah memmita-minta termasuk meminta warisan. Orang kaya semu tidak memiliki kekayaan yang melekat pada dirinya. Sehingga mereka biasanya kaya bersifat sementara bila tidak bisa mengelola warisanya dengan baik pasti di masa tuanya hidupnya akan menderita. Orang-orang sperti ini termasuk juga orang kaya akibat pemenang judi, undian, dapat bonus pertandingan dan sebagainya.
Amatlah bersyukur kalau dilahirkan di sebuah keluarga kaya yang memungkinkan akan mendapat warisan yang banyak. Walaupun pada awalanya kita menjadi orang kaya semu namun akan lebih bijaksana warisan tersebut dijadikan modal untuk mengembangkan usaha. Dari hasil usaha itu akan mendapatkan laba sebagai penghasilan. Ketika apa yang dihasilkan itu melebihi dari jumlah warisan yang diterima maka itulah yang disebut hasil usaha sendiri. Orang seperti inilah yang disebut orang kaya semu menjadi orang kaya sejati.bagimana dengan anda? Apakah termasuk orang kaya semu atau orang kaya sejati ? Ataukah tidak termasuk orang kaya sama sekali?
PROFESI BOSS GELARNYA OK
Ketika masih kecil saya ditanya oleh orang tua, “Nak, kelak setelah kamu besar nanti mau jadi apa?” Saat itu saya jawab, “Saya mau jadi guru.” Kemudian setelah dewasa, saat ikut seminar motivasi ditanya oleh narasumber dengan pertanyaan, ”Apa target sepuluh tahun ke depan yang ingin Bapak capai?” Saat itu saya jawab, ”Saya ingin punyan mobil mewah, rumah megah serta punya pasif income yang sangat banyak.”. Sekarang setelah saya menajadi orang tua dari seorang istri tiga anak yang sangat lucu. Pertanyaan terakhir datang dari diri saya sendiri, dengan menanyakan “Apa sih visi hidupmu yang sebenarnya?” Inilah pertanyaan yang paling sulit saya jawab. Melalui perenungan yang cukup lama, saya baru menemukan jawabannya. Visi hidup saya adalah “Saya ingin menjadi orang mulia kaya, sehat dan bahagia serta diakhir kehidupan ini bisa mati tersenyum”. Jawaban saya itu mungkin kedengarannya sangat idealis. Bagi saya itu tidak ada masalah karena membuat visi itu tidak butuh biaya atau gratis, Mungpung masih gratis, apa salahnya kita membuat visi seideal mungkin? Walaupun visi itu letaknya sangat jauh dari perjalanan waktu, tetapi itulah ujung kehidupan yang akan saya tuju. Masalahnya bagaimana cara mewujudkannya dan saya harus mulai dari mana?
Pertama saya membayangkan orang kaya itu hidupnya sangat enak, mau bahagia semua keinginan terpenuhi, mau menjadi orang mulia bisa dengan banyak membatu orang, mau sehat bisa berolah raga ditempat yang kita mau dan mau makanan sehat tinggal pesan saja. Kebanyakan orang kaya itu adalah seorang pengusaha. Maka saya memutuskan tujuan pertama adalah harus menjadi pengusaha agar bisa menjadi orang kaya
Saya mulai bertanya adakah tempat kuliah singkat, supaya bisa medapatkan sertifikat banyak (maksudnya memiliki sertifikat tanah, rumah atau properti) sehingga diberi julukan OK (Orang Kaya). Pendidikan di Indonesia dari TK, SD sampai perguruan tinggi pada dasarnya selalu mencetak calon karyawan. Karyawan umumnya lebih sulit kaya dibanding pengusaha. Begitu juga dalam memperoleh setifikat setiap jenjang pendidikan hanya memberikan satu ijasah atau sertifikat. Dan gelarnyapun hanya sarjana, master atau doktoral yang tidak menjamin menjadi orang kaya. Apalagi kebanyakan orang yang mengajar hanya mengerti ilmu pengusaha yang tidak pernah memiliki usaha. Maka tidak jarang orang-orang terkaya di Indonesi tidak ada bergelar sarjana Ekonomi bahkan ada yang tidak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Ilmu untuk menjadi pengusaha sukses itu ternyata ada di tempat usaha (langsung membuka usaha) dan gurunya adalah pengusaha sukses. Karena mereka akan memberikan trik real sebagai pengusaha yang sangat jarang diajarkan di sekolahan. Ilmu yang paling penting adalah menyangkut kecerdasan finansial, kecerdasan emosi dan negosiasi serta tak kalah pentinnya adalah kecerdasan spiritual sebagai modal dasar jadi pengusaha. Maka timbullah lembaga-lembaga non formal yang membingbing orang-orang menjadi pengusaha sukses. Umumnya lembaga ini tidak mementingkan formalitas, tidak memberikan sertifikat karena siswanya disuruh berusaha mencari sertifikat (maksudnya sertifikat tanah atau properti) sebanyak-banyaknya bila sudah menjadi pengusaha. Jadi kalau ingin jadi orang kaya jadilah pengusaha, belajarlah di tempat usaha dan carilah mentor pengusaha kaya. Bergaullah dengan teman-teman pengusaha sukses. Inilah tip menjadi pengusaha kaya yang tidak diajarkan di sekolah formal. Selamat kuliah di Sekolah Entepreneur! (Salam Entepreneur University)
Selasa, 16 Februari 2010
inspirasi bisnis
PELAKU DAN SEJARAWAN
Di kantor ada seorang teman yang sangat pintar menceritakan kesuksesan dan kegagalan orang lain. Sebagai raja gosif dia memang hebat membicarakan kesuksesan orang lain. Dia bisa ceritakan kesuksesan orang secara historis dan sistematis, dari awal perjuangan sampai sukses, bahkan semua kekayaan yang dimilikinya dia bisa tunjukakan. Ia banyak mengagumi dan menjungjung tinggi orang dianggap kaya. Namun kadang-kadang Ia juga banyak mengkritik orang yang dianggap berhasil tersebut. Yang paling parah adalah dia paling sering dan sangat senang menceritakan kegagalan orang lain. Dengan nada mengejek dan mencemohoh dia sangat senang mengutarakan kejelekan dan kekurangan setiap orang, walaupun sebenarnya dia sendiri hidupnya pas-pasan dan tidaklah begitu sukses.
Saya ketika awal berjuang terjun ke dunia bisnis tidak luput dari perlakuan itu. Saat saya tidak punya usaha dan hidup susah diledek mati-matian, saat sekarang sudah punya beberapa bisnis yang berkembang juga dikritik. Menurut saya dia adalah tipe seorang sejarawan yang hanya hebat menceritakan sejarah orang lain saja dan lupa membuat hidupannya sendiri membuat sejarah.
Menjadi sejarawan itu bermanfaat untuk menceritaka kebenaran tetang suatu fenomena atau kejadian, namun yang paling bermanfaat adalah menjadi pelaku sejarah yang akan menciptakan sebuah peristiwa atau hasil karya yang akan dikenang generasi yang akan datang. Pelaku disamping dapar merasakan peristiwa perjuangan juga dapat menikmati hasil perjuangannya serta dapat mewariskannya kepada anak cucu di kemudia hari. .
Dalam kehidupan ini hampir 90% lebih orang lebih senang sebagai sejarawan bukan pelaku sejarah. Dalam dunia bisnis khususnya lebih banyak orang pintar membicarakan kesuksesan dan kegagalan orang lain dari pada ikut terjun ke dunia bisnis. Umumnya lebih banyak komentator dari pada pemain. Seorang sejarawan paling pintar mengkritik, menyalahkan, dan bahkan sering merintangi orang yang ingin berjuang menciptakan sejarah hidupnya. Karena sejarawan yang hidupnya jarang sukses dalam dunia bisnis maka setiap orang yang mau memulai bisnis sering diponis pasti gagal sebelum dia sendiri melihat fakta yang akan terjadi.
Seorang pengusaha tangguh tidak akan terpengaruh dengan kritikan orang orang atau apapun yang dikatakan orang. apalagi tidak memberikan kontibusi akan dianggap angin lalu Masalah gagal dianggap sebagai kesuksesan yang tertunda. Dia tidak pernah menghitung berapa kali sudah gagal akan tetapi dia akan selalu ingat bangkit ketika kegagalan menghampiri hidupnya. Masalah gagal itu adalah normal karena setiap orang pasti berbekal kekgagalan sejak lahir. Yang membedakan adalah hanya jumlahnya saja. Ada berbekal kegagalan banyak ada yang sedikit. Dalam hal perjuangan bukan jumlah kegagalannya yang penting tetapi berapa banyak kegagalan yang sudah diambil, seberapa sering kita gagal. Semakin sering gagal berarti kesuksesan semakin dekat karena jumlah kegagalan yang tersisa masih sedikit. Maka banyak orang ketika dari kecil menderita atau gagal terus ketika sudah dewasa menjadi orang sangat sukses dan setiap apa yang dikerjakan selalu bertambah sukses. Pelaku bisnis akan selalu berjuang keras untuk mengubah sejarah hidupnya dari menderita menjadi hidup sejahtera. Dari miskin menjadi kaya. Pelaku kadang kala saat berjuang sering lupa sejarah orang lain atau menceritakan orang lain, tetapi ia selalu ingat sejarah dirinya. Namun bagi seorang sejarawan, ia selalu ingat sejarah orang lain, namun lupa sejarah dirinya. Sejarawan tidak sempat menciptaka sejarah karena waktunya banyak dihabiskan untuk menceritakan orang dari pada diceritakan oleh orang lain. Tidak jarang di masa tua secara materi sejarawan (yang hanya suka menceritakan orang lain) lebih miskin dibandingkan pelakunya (pengusaha). Akhirnya saya ucapkan selamat memilih pfrofesi menjadi sejarawan atau pelaku yang menciptakan sebuah sejarah!
Di kantor ada seorang teman yang sangat pintar menceritakan kesuksesan dan kegagalan orang lain. Sebagai raja gosif dia memang hebat membicarakan kesuksesan orang lain. Dia bisa ceritakan kesuksesan orang secara historis dan sistematis, dari awal perjuangan sampai sukses, bahkan semua kekayaan yang dimilikinya dia bisa tunjukakan. Ia banyak mengagumi dan menjungjung tinggi orang dianggap kaya. Namun kadang-kadang Ia juga banyak mengkritik orang yang dianggap berhasil tersebut. Yang paling parah adalah dia paling sering dan sangat senang menceritakan kegagalan orang lain. Dengan nada mengejek dan mencemohoh dia sangat senang mengutarakan kejelekan dan kekurangan setiap orang, walaupun sebenarnya dia sendiri hidupnya pas-pasan dan tidaklah begitu sukses.
Saya ketika awal berjuang terjun ke dunia bisnis tidak luput dari perlakuan itu. Saat saya tidak punya usaha dan hidup susah diledek mati-matian, saat sekarang sudah punya beberapa bisnis yang berkembang juga dikritik. Menurut saya dia adalah tipe seorang sejarawan yang hanya hebat menceritakan sejarah orang lain saja dan lupa membuat hidupannya sendiri membuat sejarah.
Menjadi sejarawan itu bermanfaat untuk menceritaka kebenaran tetang suatu fenomena atau kejadian, namun yang paling bermanfaat adalah menjadi pelaku sejarah yang akan menciptakan sebuah peristiwa atau hasil karya yang akan dikenang generasi yang akan datang. Pelaku disamping dapar merasakan peristiwa perjuangan juga dapat menikmati hasil perjuangannya serta dapat mewariskannya kepada anak cucu di kemudia hari. .
Dalam kehidupan ini hampir 90% lebih orang lebih senang sebagai sejarawan bukan pelaku sejarah. Dalam dunia bisnis khususnya lebih banyak orang pintar membicarakan kesuksesan dan kegagalan orang lain dari pada ikut terjun ke dunia bisnis. Umumnya lebih banyak komentator dari pada pemain. Seorang sejarawan paling pintar mengkritik, menyalahkan, dan bahkan sering merintangi orang yang ingin berjuang menciptakan sejarah hidupnya. Karena sejarawan yang hidupnya jarang sukses dalam dunia bisnis maka setiap orang yang mau memulai bisnis sering diponis pasti gagal sebelum dia sendiri melihat fakta yang akan terjadi.
Seorang pengusaha tangguh tidak akan terpengaruh dengan kritikan orang orang atau apapun yang dikatakan orang. apalagi tidak memberikan kontibusi akan dianggap angin lalu Masalah gagal dianggap sebagai kesuksesan yang tertunda. Dia tidak pernah menghitung berapa kali sudah gagal akan tetapi dia akan selalu ingat bangkit ketika kegagalan menghampiri hidupnya. Masalah gagal itu adalah normal karena setiap orang pasti berbekal kekgagalan sejak lahir. Yang membedakan adalah hanya jumlahnya saja. Ada berbekal kegagalan banyak ada yang sedikit. Dalam hal perjuangan bukan jumlah kegagalannya yang penting tetapi berapa banyak kegagalan yang sudah diambil, seberapa sering kita gagal. Semakin sering gagal berarti kesuksesan semakin dekat karena jumlah kegagalan yang tersisa masih sedikit. Maka banyak orang ketika dari kecil menderita atau gagal terus ketika sudah dewasa menjadi orang sangat sukses dan setiap apa yang dikerjakan selalu bertambah sukses. Pelaku bisnis akan selalu berjuang keras untuk mengubah sejarah hidupnya dari menderita menjadi hidup sejahtera. Dari miskin menjadi kaya. Pelaku kadang kala saat berjuang sering lupa sejarah orang lain atau menceritakan orang lain, tetapi ia selalu ingat sejarah dirinya. Namun bagi seorang sejarawan, ia selalu ingat sejarah orang lain, namun lupa sejarah dirinya. Sejarawan tidak sempat menciptaka sejarah karena waktunya banyak dihabiskan untuk menceritakan orang dari pada diceritakan oleh orang lain. Tidak jarang di masa tua secara materi sejarawan (yang hanya suka menceritakan orang lain) lebih miskin dibandingkan pelakunya (pengusaha). Akhirnya saya ucapkan selamat memilih pfrofesi menjadi sejarawan atau pelaku yang menciptakan sebuah sejarah!
Kamis, 11 Februari 2010
inspirasi kodrat
MATI TAKDIR ATAU KESALAHAN
Dalam kuliah Anatomi fFsiologi, seorang Profesor memberikan pengantar kuliah dengan sebuah pendahuluan yang mengatakan bahwa manusia normalnya meninggal mendekati umur harapan hidup. Di beberapa Negara maju umur harapan hidup bisa mencapai 90 tahun. Maka bila kita mati sebelum umur 90 tahun itu buka semata-mata kehendak Sang Pencipta akan tetapi murni kesalahan manusia dan bila bisa lebih, baru merupakan kodrat alami dari Tuhan. Jadi umur manusia itu ditentuka oleh gaya hidupnya.
Apa yang diungkapkan oleh Profesor di atas dapat menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya melakukan pola hidup sehat untuk memperpanjang usia hidup. Kadang-kadang yang paling sering kita dengar adalah setiap kematian selalu dikatakan takdir yang di atas. Kalau memang takdir kenapa kata takdir itu tidak pernah terucap sebelum kejadian? Tidakkah itu kalimat penghibur bagi orang-orang yang sulit mencari jawaban atas sebuah kenyataan. Banyak orang sudah jelas matinya akibat kesalahan manusia. Seperti mati kecelakaaan akibat kebut-kebitan di jalan dalam kondisi mabuk atau mati akibat kangker paru karena perokok berat, meninggal akibat penyakit lever karena saat muda sebagai peminum kelas berat. Atau mati karena AIDS akibat dari pergaulan bebas. Semua kematian di atas rasanya murni akibat gaya hidup yang keliru tidak sesuai dengan gaya hidup sehat. Jadi mati sebelum waktunya (mendahului umur harapan hidup) akibat dari terserang suatu penyakit adalah merupakan kesalahan manusia yang tidak bisa menerapkan pola hidup sehat.
Memang beberapa kejadian mungkin tidak disebabkan oleh orang bersangkutan seperti ditabarak, kena runtuhan rumah akibat gempa, atau tenggelam karena banjir bandang. Namun kalau kita kaji lebih mendalam semua itu akibat kesalahan manusia juga seperti lalai berkendaraan, membuat rumah yg tidak tahan gempa walaupun sudah tahu daerahnya termasuk radius beresiko gempa. Apalagi banjir itu jelas-jelas adalah akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menggunduli hutan. Meninggal akibat kesalahan orang lain juga merupakan mati karena kesalahan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Nah kalau bisa hidup sampai mencapai umur harapan hidup (sesuai umur harapn hidup nasional) bahkan kalau bisa lebih, itu baru takdir karena matinya seiiring dengan kematian alami selnya tanpa ada rekayasa atau kelainan akibat ulah manusia. Perkembangan sel hormon pertumbungan berhenti sampai umur 20 tahun dan penurunan fungsi sel tubuh memang sudah dimulai sejak umur 30 tahun. Para ahli mengatakan bahwa kematian sel yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh diperkirakan menurun satu persen per tahun. Jadi kalau orang sampai bisa mecapai umur 90 tahun itu berarti fungsi tubuhnya maksimal berfungsi lagi 40 persen. Karena fungsi tubuhnya secara normal sudah menururn sampai mencapai 60 persen dari fungsi sel saat masih muda. Orang-orang yang bisa mencapai umur lebih dari usia harapan hidup, pastilah hidupnya dengan gaya yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang usianya di bawah umur harapan hidup. Gaya hidup sehat ini bersifat holistik atau menyeluruh. Hanya mereka yang selalu memelihara kesehatan fisik, mental dan spiritualah yang memungkinkan bisa melebihi rata-rata usia orang normal. Jadi bila mati kurang dari 90 tahun itu sebagian besar merupakan kesalahan manusia dan bila bisa lebih, itu merupakan kodrat alami panggilan Sang Pencipta. Sebelum saya menghakhiri perkennkan saya berdoa, "Semogakita pulang ke akhirat sesuai kodrat karena kelahiran kita berdasarkan kodrat pula!"
Dalam kuliah Anatomi fFsiologi, seorang Profesor memberikan pengantar kuliah dengan sebuah pendahuluan yang mengatakan bahwa manusia normalnya meninggal mendekati umur harapan hidup. Di beberapa Negara maju umur harapan hidup bisa mencapai 90 tahun. Maka bila kita mati sebelum umur 90 tahun itu buka semata-mata kehendak Sang Pencipta akan tetapi murni kesalahan manusia dan bila bisa lebih, baru merupakan kodrat alami dari Tuhan. Jadi umur manusia itu ditentuka oleh gaya hidupnya.
Apa yang diungkapkan oleh Profesor di atas dapat menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya melakukan pola hidup sehat untuk memperpanjang usia hidup. Kadang-kadang yang paling sering kita dengar adalah setiap kematian selalu dikatakan takdir yang di atas. Kalau memang takdir kenapa kata takdir itu tidak pernah terucap sebelum kejadian? Tidakkah itu kalimat penghibur bagi orang-orang yang sulit mencari jawaban atas sebuah kenyataan. Banyak orang sudah jelas matinya akibat kesalahan manusia. Seperti mati kecelakaaan akibat kebut-kebitan di jalan dalam kondisi mabuk atau mati akibat kangker paru karena perokok berat, meninggal akibat penyakit lever karena saat muda sebagai peminum kelas berat. Atau mati karena AIDS akibat dari pergaulan bebas. Semua kematian di atas rasanya murni akibat gaya hidup yang keliru tidak sesuai dengan gaya hidup sehat. Jadi mati sebelum waktunya (mendahului umur harapan hidup) akibat dari terserang suatu penyakit adalah merupakan kesalahan manusia yang tidak bisa menerapkan pola hidup sehat.
Memang beberapa kejadian mungkin tidak disebabkan oleh orang bersangkutan seperti ditabarak, kena runtuhan rumah akibat gempa, atau tenggelam karena banjir bandang. Namun kalau kita kaji lebih mendalam semua itu akibat kesalahan manusia juga seperti lalai berkendaraan, membuat rumah yg tidak tahan gempa walaupun sudah tahu daerahnya termasuk radius beresiko gempa. Apalagi banjir itu jelas-jelas adalah akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menggunduli hutan. Meninggal akibat kesalahan orang lain juga merupakan mati karena kesalahan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Nah kalau bisa hidup sampai mencapai umur harapan hidup (sesuai umur harapn hidup nasional) bahkan kalau bisa lebih, itu baru takdir karena matinya seiiring dengan kematian alami selnya tanpa ada rekayasa atau kelainan akibat ulah manusia. Perkembangan sel hormon pertumbungan berhenti sampai umur 20 tahun dan penurunan fungsi sel tubuh memang sudah dimulai sejak umur 30 tahun. Para ahli mengatakan bahwa kematian sel yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh diperkirakan menurun satu persen per tahun. Jadi kalau orang sampai bisa mecapai umur 90 tahun itu berarti fungsi tubuhnya maksimal berfungsi lagi 40 persen. Karena fungsi tubuhnya secara normal sudah menururn sampai mencapai 60 persen dari fungsi sel saat masih muda. Orang-orang yang bisa mencapai umur lebih dari usia harapan hidup, pastilah hidupnya dengan gaya yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang usianya di bawah umur harapan hidup. Gaya hidup sehat ini bersifat holistik atau menyeluruh. Hanya mereka yang selalu memelihara kesehatan fisik, mental dan spiritualah yang memungkinkan bisa melebihi rata-rata usia orang normal. Jadi bila mati kurang dari 90 tahun itu sebagian besar merupakan kesalahan manusia dan bila bisa lebih, itu merupakan kodrat alami panggilan Sang Pencipta. Sebelum saya menghakhiri perkennkan saya berdoa, "Semogakita pulang ke akhirat sesuai kodrat karena kelahiran kita berdasarkan kodrat pula!"
