Senin, 15 Maret 2010
Salam Kenal
TAK SAYANG, MAKA TAK KENAL
Pada saat pertemuan perdana perkuliahan tengah semester, saya diajar oleh seorang dosen baru yang sangat lucu dan pintar. Agar suasana mencair, beliau memyampaikan pendahuluan, ”Bapak-Ibu sebelum kita mulai kuliah, pertama-tama kita akan perkenalan dulu, karena tak sayang, maka tak kenal.” Beliau ucapakan kalimat itu dengan ekpresi sepertinya tidak ada yang keliru. Mendengar ungkapan yang dibalik seperti itu, sepontan semua mahsiswa tersenyum dan tertawa sehingga suasanan menjadi santai yang sebelumnya amat tegang. Dengan gaya Dosen yang santai tapi serius akhirnya mahasiswa dapat mengikuti pelajaran dengan happy. Kuliah pun berjalan lancar dan sukses.
Setelah sampai di rumah saya merenungi kembali apa yang di ucapkan oleh Dosen tadi ternyata ada benarnya juga.Walaupun tampakanya Beliau menyampaikannya seperti bercanda, tetapi makna yang terkandung dalam kalimat yang diucapkannya amatlah dalam.
Pada umumnya orang mengucapkan kalimat ” tak kenal, maka tak sayang” yang mengandung makna bila sudah saling mengenal akan tumbuh rasa sayang. Dalam prakteknya setelah kenal, bila tidak ada keuntungan belum tentu saling menyayangi. Karena di jaman materialistis sekarang masih banyak beranggapan tak ada uang tak ada sayang. Perkenalan seperti itu biasanya bersifat sementara.
Namun kalimat yang lebih cocok di era sekarang ialah ”tak sayang, maka tak kenal.” Sebelum kita akan mengenal seseorang diperlukan rasa sayang terhadap semua insan terlebih dahulu. Dasar yang dipakai berkenalam ialah hati yang tulus. Rasa sayang, berpikir positif, saling memerlukan merupakan sifat-sifat seorang penyayang berbudi luhur. Sifat-sifat itulah menjadi modal awal sebuah pertemuan. Memahami bahwa semua jiwa yang bersemayam pada setiap orang berasal dari satu sumber yang sama ialah Sang Pencipt, maka kita semua sebenarnya sama, aku adalah engkau dan engkau juga adalah aku. Konsep ini akan bisa menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi. Bila rasa sayang dan toleransi menjadi dasar sebuah pertemuan, niscaya perkenalan akan lancar dan sukses serta kekal adanya.
Bagaimana mungkin orang yang sebelum bertemu sudah punya rasa benci, selalu berpikir negatif akan bisa mengenal orang lebih jauh? Beberapa sifat buruk seperti; selalu membenci, berpikir negatif, dengki, sirik dan dendam, akan sangat sulit bisa berkenalan dengan orang lain. Bahkan mereka yang tidak punya rasa sayang, akan selalu menghindar bila akan dipertemukan dengan orang yang tidak dikenalnya. Prasangka buruk selalu menghantui hidupnya, dia beranggapan orang asing yang belum dia kenal akan membahayakan dirinya, merugikan, membuat onar dan sebagainya. Bila dari awal sudah menyebarkan energi negatif pada orang lain, maka orang yang ingin bertemu pun mungkin akan membatalkan pertemuannya. Jadi orang yang tak sayang tak akan kenal orang lain.
Dari dua kalimat di atas yaitu; tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak kenal, dapat disimpulkan bahwa kita perlu kenal dulu apa menumbuhkan rasa sayang dulu? Mana saja yang didahulukan boleh-boleh saja, namun yang paling penting sekarang ini, saya Arsiawan dengan tulus hati dan rasa kasih sayang ingin berkenalan dengan pembaca budiman. Untuk itu terimalah 'salam kenal' dari saya! Semoga perkenalan ini membawa kita selalu bisa tersenyum bahagia!
Pada saat pertemuan perdana perkuliahan tengah semester, saya diajar oleh seorang dosen baru yang sangat lucu dan pintar. Agar suasana mencair, beliau memyampaikan pendahuluan, ”Bapak-Ibu sebelum kita mulai kuliah, pertama-tama kita akan perkenalan dulu, karena tak sayang, maka tak kenal.” Beliau ucapakan kalimat itu dengan ekpresi sepertinya tidak ada yang keliru. Mendengar ungkapan yang dibalik seperti itu, sepontan semua mahsiswa tersenyum dan tertawa sehingga suasanan menjadi santai yang sebelumnya amat tegang. Dengan gaya Dosen yang santai tapi serius akhirnya mahasiswa dapat mengikuti pelajaran dengan happy. Kuliah pun berjalan lancar dan sukses.
Setelah sampai di rumah saya merenungi kembali apa yang di ucapkan oleh Dosen tadi ternyata ada benarnya juga.Walaupun tampakanya Beliau menyampaikannya seperti bercanda, tetapi makna yang terkandung dalam kalimat yang diucapkannya amatlah dalam.
Pada umumnya orang mengucapkan kalimat ” tak kenal, maka tak sayang” yang mengandung makna bila sudah saling mengenal akan tumbuh rasa sayang. Dalam prakteknya setelah kenal, bila tidak ada keuntungan belum tentu saling menyayangi. Karena di jaman materialistis sekarang masih banyak beranggapan tak ada uang tak ada sayang. Perkenalan seperti itu biasanya bersifat sementara.
Namun kalimat yang lebih cocok di era sekarang ialah ”tak sayang, maka tak kenal.” Sebelum kita akan mengenal seseorang diperlukan rasa sayang terhadap semua insan terlebih dahulu. Dasar yang dipakai berkenalam ialah hati yang tulus. Rasa sayang, berpikir positif, saling memerlukan merupakan sifat-sifat seorang penyayang berbudi luhur. Sifat-sifat itulah menjadi modal awal sebuah pertemuan. Memahami bahwa semua jiwa yang bersemayam pada setiap orang berasal dari satu sumber yang sama ialah Sang Pencipt, maka kita semua sebenarnya sama, aku adalah engkau dan engkau juga adalah aku. Konsep ini akan bisa menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi. Bila rasa sayang dan toleransi menjadi dasar sebuah pertemuan, niscaya perkenalan akan lancar dan sukses serta kekal adanya.
Bagaimana mungkin orang yang sebelum bertemu sudah punya rasa benci, selalu berpikir negatif akan bisa mengenal orang lebih jauh? Beberapa sifat buruk seperti; selalu membenci, berpikir negatif, dengki, sirik dan dendam, akan sangat sulit bisa berkenalan dengan orang lain. Bahkan mereka yang tidak punya rasa sayang, akan selalu menghindar bila akan dipertemukan dengan orang yang tidak dikenalnya. Prasangka buruk selalu menghantui hidupnya, dia beranggapan orang asing yang belum dia kenal akan membahayakan dirinya, merugikan, membuat onar dan sebagainya. Bila dari awal sudah menyebarkan energi negatif pada orang lain, maka orang yang ingin bertemu pun mungkin akan membatalkan pertemuannya. Jadi orang yang tak sayang tak akan kenal orang lain.
Dari dua kalimat di atas yaitu; tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak kenal, dapat disimpulkan bahwa kita perlu kenal dulu apa menumbuhkan rasa sayang dulu? Mana saja yang didahulukan boleh-boleh saja, namun yang paling penting sekarang ini, saya Arsiawan dengan tulus hati dan rasa kasih sayang ingin berkenalan dengan pembaca budiman. Untuk itu terimalah 'salam kenal' dari saya! Semoga perkenalan ini membawa kita selalu bisa tersenyum bahagia!
Kamis, 11 Maret 2010
Inspirasi Menulis Buku
9 BUKU OLEH BUKAN PENULIS
Pada awalnya saya tidak pernah membayangkan akan bisa membuat 9 buku seperti sekarang. Saya lebih senang kalau teman-teman pembaca menyebut saya seorang pendokumen kebahagiaan, karena semua buku tersebut merupakan sebuah catatan rekaman kehidupan. Ide pertama kalinya muncul sejak tahun 2005 ketika saya menunggu istri sedang kreambath di salon. Pekerjaan menunggu adalah kegiatan paling membosankan bagi sebagian besar suami yang sudah berumah tangga cukup lama. Untuk mengurangi rasa bosan, saya mencoba membaca koran bekas yang ada di sana. Ada sebuah artikel menarik hasil penemuan terbaru tentang kebahagiaan, yang menyebutkan, "Kenapa di jaman sekarang banyak orang hidupnya tidak bahagia? Itu karena kemalasan kita mendokumentasikan momem-momen bahagia dalam hidup ini". Penemuan itu akhirnya menyimpulkan, “Orang bahagia adalah orang yang paling banyak mendokumentasikan kebahagiaan dalam hidupnya. Dokumentasi bisa visual seperti foto atau rekaman pristiwa-pristiawa bahagia. Yang paling penting dan jarang orang lakukan adalah mencatat ide, pikiran atau saat-saat mimpi bahgia." Dari sejak itu saya mulai rajin memcatat pristiwa-peristiwa bahagia yang terjadi.dalam hidup ini. Buku ini pada awalnya hanya kumpulan kalimat-kalimat bahagia yang tidak beraturan serta tidak menarik untuk dibaca. Kemudia saya rangkai dalam sebuah paragraf sehingga menjadi sebuah bacaan. Saat itu saya rasa bacaan itu sudah sangat bagus dan menarik. Lalu saya coba sodorkan kepada kritikus yang paling handal di dunia yaitu istri saya, karena dia adalah orangnya tidak suka membaca dan selalu ‘meboya’ meledek dengan kritikan canda. pada suaminya. Apa yang terjadi? ternyata dugaan saya benar bacaan yang saya sodorkan dipandang sebelah mata bahkan dengan senyum sinis dia berucap “Ini bacaan paling buruk yang pernah saya baca, idenya tidak karuan, kalimatnya jelas, apalagi tata bahasanya ambur-radul. Parah deh!” Saya mulai berpikir orang yang paling saya sayangi saja seperti itu komentarnya apalagi orang lain?, Saya jadi tertantang dan termotivasi, dengan tekun saya merevisi dan berdiskusi, apa sih maunya istri? Saya berkeyakinan bila orang yang tidak senang membaca sampai berhasil tertarik, untuk yang lainnya pastilah lebih tertarik lagi. Kira-kira setelah dua tahun secara diam-diam baru istri saya mengakui dan denga jujur mengatakan bahwa buku yang ditulis sudah bagus. Saya amat gembira mendengarnya, tetapi saya juga bingung untuk mencari editor. Akhirnya timbul ide bagaimana kalau anak saya yang kelas lima Sekolah Dasar disuruh membaca. Bila seorang anak Sekolah Dasar saja bisa mengerti untuk orang lain pasti lebih mudah memahami. Saya berusaha merevisi sampai anak saya yakin bisa mengerti. Setelah keduanya setuju kemudian saya coba sampaikan dengan teman-teman mengenai ide saya dan sebagian besar menyarankan untuk diterbitkan dalam sebuah buku,. bahkan ada sampai indent (memesan) untuk membeli, hebat kan? Kemudian saya memberanikan diri membawa ke seorang editor professional secara pribadi, takut kalau ditolak. Ternyata diluar dugaan, editor malah sangat terkesan dengan apa yang saya tulis, bahasanya sederhana dan idenya masih murni. Saya berusaha menjelaskan di rumahnya sampai larut malam, saking terkesannya sampai-sampai dia memangil istri dan anaknya untuk ikut mendengarkan cerita mengenai tulisan saya. Akhirnya dengan senang hati beliau mau mengedit dan hasilnya sekarang sudah bisa menerbitkan edisi perdana dari sembilan “Buku seri Senyum ya Tersenyumlah” yang mengulas tentang hakekat kebahagiaan. Saya bersyukur atas Ijin Tuhan serta bantuan semua pihak yang perduli dengan kebahagiaan, buku ini bisa diterbitkan dan diterima di masyarakat. Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih terutama sekali kepada almarhum Ibu sederhana saya yang sangat menginspirasi hidup saya, Istri dan putra putriku tersayang yang selalu menyemangati langkah saya, Bapak Editor yang luar biasa yang menjadikan tulisan saya sebuah buku yang enak dibaca, Penerbit dan pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Saya juga minta maaf bila ada yang kurang, salah kata, ide maupun pengungkapannya, karena itu murni kesalah an saya dari seorang manusia biasa dan bila mana ada manfaat yang diperoleh dari buku ini itu semua berkat Sang Pencipta, saya hanya bertugas menuliskan dan menyampaikannya saja. Sebelum saya mengantar teman pembaca membuka pintu awal kebahagiaa tersebut , terimalah salam tulus dari kami “Salam Senyum !”
PANDUAN PRAKTIS BAHAGIA MENUJU KEDAMAIAN,
Edisi Pengantar, Buku Seri ; SENYUM, YA TERSENYUMLAH,
oleh : Arsiawan Adi
Banyak orang yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan rumit tentang ilmu pengetahuan, namun sangat sedikit yang mampu menemukan jawaban pertanyaan tentang kehidupan. Sebelum membuka pintu awal Buku Panduan ini, marilah kita merenungkan beberapa pertanyaan berikut:
● Apa sih sebenarnya tujuan hidup ini?
● Apa yang dipakai panduan dalam mewujudkan tujuan tersebut?
● Bagaimana menerapkan panduan yang telah diyakini?
● Apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan tujuan tersebut?
Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia, tetapi mereka bingung ke mana mencari, dan bagaimana wujudnya? Lalu berusaha sampai ke ujung dunia, yang akhirnya menimbulkan frustasi, lelah dan putus asa. Di pihak lain, ada orang mampu hidup bahagia dan ceria walaupun kelihatan berusaha tanpa susah payah. Nah, untuk mencari di mana dan bagaimana kebahagiaan itu, maka Buku Panduan Praktis Bahagia Menuju Kedamaian ini sebaiknya perlu dibaca yang akan memberikan tuntunan bagi orang-orang yang ingin hidup bahagia dan ceria. Buku Panduan ini sangat luar biasa karena dapat menjawab beberapa pertanyaan mendasar meliputi:
● Apa sebenarnya kebahagiaan itu?
● Di manakah kebahagiaan itu?
● Apa komponen kehidupan sempurna?
● Bagaimana teknik mengumpulkan materi, mewujudkan bahagia dan menumbuhkan rasa ikhlas ?
● Apa sebaiknya kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari agar bisa bahagia dan ceria?
● Bagaimana tipe manusia sempurna dan teknik mewujudkannya?
Bagi yang ingin memesan, silahkan bertemu di;
Email ; ingetangmakenyem@gmail.com
FB ; arsiawan adi
Hp . ; 081 2398 1911
Kamis, 04 Maret 2010
Inspirasi rokok
INGAT ROKOK LUPA ISTRI
Semakin ada larangn untuk merokok, malah omset penjualannya semakin meningkat. Hal ini saya tanyakan kepada seorang marketing distributor pada jaringan minimarket saya, dia menjelaskan bahwa ketika keluar sebuah larangan merokok dan mengatakan rokok itu lebih banyak merugikan dari pada maafatnya malah penjualannya melebihi target.
Masalah bagi seorang perokok bukan terletak pada saat memulai atau membeli akan tetapi tantangan terberatnya adalah saat menghahirinya. Mereka akan merasakan sensasi yang tidak bisa dilukiskan kata-kata bagaimana nikmatnya saat menghisap tembakau yang dibungkus kertas berharoma itu. Perokok pasti selalu ingat kapan waktunya merokok dan lupa istri ketika sedang mengisap asap tembakau terbakar. Tubuh dibangun oleh sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang kita lakukan dalam jangka waktu lama akan memberikan suatu kenikmatan. Pada awalnya ketika akan memberikan sesuatu yang baru ke pada tubuh akan terjadi fase penolakan. Pada tahap ini biasanya sesuatu yang baru baik makanan, minuman atau rokok belum merasakan enak bahkan sebagian kasus merasa tidak nikmat. Seperti pertama kali merokok rasanya tidaklah enak karena demi pergaulan atau akibat dari pelarian masalah yang tidak terpecahkan maka rasa tidak enak ini diabaikan. Fase penolakan ini berlangsung kira-kira tiga hari. Kemudian tubuh mulai bisa menyesuaikan diri denga sesuatu hal yang baru sampai akhirnya tubuh menerimanya menjadi sebuah kebiasaan. Perokok mulai merasa nikmat dengan kebiasaan barunya itu, lama-lama dia menganggap sebagai suatu kewajiban untuk melakukan hal itu. Bila belum melakukan kegiatan itu sesuai waktunya sepertinya ada yang kurang dalam hidupnya. Sebagai mekanisme pembenar kebiasaan itu dianggap sebagai hak untuk merasakan nikmatnya hidup dengan sebatang rokok Maka mereka akan selau ingat dengan waktu dan kebiasaanya itu.
Perokok sejati akan merasa seperti ada yang menemani saat mengisap rokok. Temannya itu adalah sebuah kenikmatan yang mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan. Bahkan sebagian besar saat merokok akan dapat memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif. Karya-karya kreatif yang terkenal bahkan sering muncul bersamaan dengan terhembusnya asap rokok ke angkasa. Saat timbilnya hayalan-hayalan itu segalanya terlupakan. Keluarga, anak, istri semuanya dilupakan, orang yang paling dekat saat itu adalah teman diskusi sesama merokok.
Lalu bagaimana dengan seorang yang bukan perokok? Apakah dia juga bisa merasakan nikmatnya dunia tanpa asap rokok? Tergantung dari apa kebiasaan yang menyebabkan dirinya bahagia. Ada yang bahagia dengan merokok, berjudi, memnacing, belajar dan keliling sembayang. Namun di lain pihak ada orang yang bisa bahagia ketika dia selalu berbuat baik. Manakah cara bahagia yang akan dipilih? Tergantung tingkat pemahaman dan kemapanan hidup seseorang! Orang bijaksana akan selalu memilih sesuatu kebiasaan yang baik dan menimbulkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Selamat memilih!
Semakin ada larangn untuk merokok, malah omset penjualannya semakin meningkat. Hal ini saya tanyakan kepada seorang marketing distributor pada jaringan minimarket saya, dia menjelaskan bahwa ketika keluar sebuah larangan merokok dan mengatakan rokok itu lebih banyak merugikan dari pada maafatnya malah penjualannya melebihi target.
Masalah bagi seorang perokok bukan terletak pada saat memulai atau membeli akan tetapi tantangan terberatnya adalah saat menghahirinya. Mereka akan merasakan sensasi yang tidak bisa dilukiskan kata-kata bagaimana nikmatnya saat menghisap tembakau yang dibungkus kertas berharoma itu. Perokok pasti selalu ingat kapan waktunya merokok dan lupa istri ketika sedang mengisap asap tembakau terbakar. Tubuh dibangun oleh sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang kita lakukan dalam jangka waktu lama akan memberikan suatu kenikmatan. Pada awalnya ketika akan memberikan sesuatu yang baru ke pada tubuh akan terjadi fase penolakan. Pada tahap ini biasanya sesuatu yang baru baik makanan, minuman atau rokok belum merasakan enak bahkan sebagian kasus merasa tidak nikmat. Seperti pertama kali merokok rasanya tidaklah enak karena demi pergaulan atau akibat dari pelarian masalah yang tidak terpecahkan maka rasa tidak enak ini diabaikan. Fase penolakan ini berlangsung kira-kira tiga hari. Kemudian tubuh mulai bisa menyesuaikan diri denga sesuatu hal yang baru sampai akhirnya tubuh menerimanya menjadi sebuah kebiasaan. Perokok mulai merasa nikmat dengan kebiasaan barunya itu, lama-lama dia menganggap sebagai suatu kewajiban untuk melakukan hal itu. Bila belum melakukan kegiatan itu sesuai waktunya sepertinya ada yang kurang dalam hidupnya. Sebagai mekanisme pembenar kebiasaan itu dianggap sebagai hak untuk merasakan nikmatnya hidup dengan sebatang rokok Maka mereka akan selau ingat dengan waktu dan kebiasaanya itu.
Perokok sejati akan merasa seperti ada yang menemani saat mengisap rokok. Temannya itu adalah sebuah kenikmatan yang mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan. Bahkan sebagian besar saat merokok akan dapat memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif. Karya-karya kreatif yang terkenal bahkan sering muncul bersamaan dengan terhembusnya asap rokok ke angkasa. Saat timbilnya hayalan-hayalan itu segalanya terlupakan. Keluarga, anak, istri semuanya dilupakan, orang yang paling dekat saat itu adalah teman diskusi sesama merokok.
Lalu bagaimana dengan seorang yang bukan perokok? Apakah dia juga bisa merasakan nikmatnya dunia tanpa asap rokok? Tergantung dari apa kebiasaan yang menyebabkan dirinya bahagia. Ada yang bahagia dengan merokok, berjudi, memnacing, belajar dan keliling sembayang. Namun di lain pihak ada orang yang bisa bahagia ketika dia selalu berbuat baik. Manakah cara bahagia yang akan dipilih? Tergantung tingkat pemahaman dan kemapanan hidup seseorang! Orang bijaksana akan selalu memilih sesuatu kebiasaan yang baik dan menimbulkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Selamat memilih!
Senin, 01 Maret 2010
Inspirasi Facebook
ANAK FB JADI BF
Di era globalisasi ini semua komunikasi dan informasi bersifat horizontal. Siapa saja bisa diajak komunikasi tanpa memandang kedudukan, pangkat dan jabatan Semua orang mempunyai derajat yang sama didalam komunikasi teknologi. Komunikasi yang paling nge-trend di dunia maya sekarang adalah lewat FB (facebook). Banyak kaula muda bahkan dari anak sampai orang tua pada tergila-gila di depan komputer untuk mencari teman. Apa yang terjadi bila kita sudah terlena di dunia FB?
Semenjak diperkenalkan dunia FB banyak bermunculan anak-anak maniak FB (orang yang hobi berfacebook ria). Memang ada sisi positif yang bisa diambil dari pergaulan gaya baru ini. Menambah wawasan, menambah teman bahkan dari komunikasi facebook bisa mendapatkan ide, gagasan yang mendorong kemajuan. Banyak orang-orang bisa sukses setelah punya banyak teman FB. Facebook bisa dipakai media promosi, motivasi untuk kemajuan suatu usaha.
Dari seringnya mencari teman FB lama-lama akan mendapat BF (Boyfriends) bagi cewek akan menemukan dambaan hatinya di dunia virtual tersebut. Beberapa teman dunia maya akan bertambah di buku catatan BF (Book of Friends) yang kita miliki. Teman BF ini akan didapat baik yang ecarab langsung maupun tidak langsung. Beraneka ragam teman dari berbagai ragam suku bangsa dan negara akan memberikan manfaat positif seperti; menambah wawasan, mengenal budaya, mudah mengakses informasi dari semua penjuru dunia. Disamping dapat belajar bahasa asing juga dapat sharing pengalaman secara personal.. Serta dapat mengakses informasi temengirim berita penting juga bisa dilakukan dari tempat duduk tanpa harus keluar rumah.
Kalau membicarakan sisi positifnya dunia facebook amatlah banyak. Akan tetapi sisi gelapnya juga ada bahkan ada berpendapat lebih banyak sisi negatifnya dibandingkan asfek positifnya. Memang ada wacana larangan untuk berselancar di dunia maya kususnya FB namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Semua hal yang ada di dunia ini pastilah ada sisi positif dan negatifnya tak terkecuali dunia FB. Sebagai sarana komunikasi semesta yang moderen dalam banyak hal dapat juga sebagai sarana pergaulan yang amat positif. Orang-orang yang terlibat bisa menciptakan komunikasi yang amat pribadi bahkan bisa mengarah ke hubungan yang sangat mendalam. Timbulnya perselingkuhan baik ringan maupun parah tidak dipungkiri banyak berawal dari pertemanan lewat FB. Bahkan saking asiknya ngobrol tidak jarang sampai berlanjut ke pertemua langsung empat mata. Pertemanan yang melewati batas susila akan memberikan peluang menciptakan adegan BF (Blue Film) yaitu hubungan perselingkuhan atau fornografi yang dilarang agama. Laki-laki FB(FlayBoys) akan sangat senang mencari mangsanya di FB (FaceBook) agar bisa diajak melakukan hubungan terlarang ”BF” ( Blue Film). Bahkan beberapa cewek ingusan yang terlena rayuan laki-laki BF (Boy Frends) sampai nekat meninggalkan rumah agar bisa bertemu dengan arjuna pujaan hatinya. Kasus penculikan gadis-gadis ingusan tidak jarang bermula dari FB (Face Book) untuk diajak melakukan adengan BF ( BlueFilm).
Saran Orang tua untuk para remaja FB (Face Book mania), gunakanlah FB sekedar hanya mencari teman positif yaitu teman BF (BoyFriends) untuk menambah buku koleksi pertemanan (Book of Frends) janganlah terlena kelewat batas pergaulan sampai menjadi bintang film BF (BlueFilm)!
Di era globalisasi ini semua komunikasi dan informasi bersifat horizontal. Siapa saja bisa diajak komunikasi tanpa memandang kedudukan, pangkat dan jabatan Semua orang mempunyai derajat yang sama didalam komunikasi teknologi. Komunikasi yang paling nge-trend di dunia maya sekarang adalah lewat FB (facebook). Banyak kaula muda bahkan dari anak sampai orang tua pada tergila-gila di depan komputer untuk mencari teman. Apa yang terjadi bila kita sudah terlena di dunia FB?
Semenjak diperkenalkan dunia FB banyak bermunculan anak-anak maniak FB (orang yang hobi berfacebook ria). Memang ada sisi positif yang bisa diambil dari pergaulan gaya baru ini. Menambah wawasan, menambah teman bahkan dari komunikasi facebook bisa mendapatkan ide, gagasan yang mendorong kemajuan. Banyak orang-orang bisa sukses setelah punya banyak teman FB. Facebook bisa dipakai media promosi, motivasi untuk kemajuan suatu usaha.
Dari seringnya mencari teman FB lama-lama akan mendapat BF (Boyfriends) bagi cewek akan menemukan dambaan hatinya di dunia virtual tersebut. Beberapa teman dunia maya akan bertambah di buku catatan BF (Book of Friends) yang kita miliki. Teman BF ini akan didapat baik yang ecarab langsung maupun tidak langsung. Beraneka ragam teman dari berbagai ragam suku bangsa dan negara akan memberikan manfaat positif seperti; menambah wawasan, mengenal budaya, mudah mengakses informasi dari semua penjuru dunia. Disamping dapat belajar bahasa asing juga dapat sharing pengalaman secara personal.. Serta dapat mengakses informasi temengirim berita penting juga bisa dilakukan dari tempat duduk tanpa harus keluar rumah.
Kalau membicarakan sisi positifnya dunia facebook amatlah banyak. Akan tetapi sisi gelapnya juga ada bahkan ada berpendapat lebih banyak sisi negatifnya dibandingkan asfek positifnya. Memang ada wacana larangan untuk berselancar di dunia maya kususnya FB namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Semua hal yang ada di dunia ini pastilah ada sisi positif dan negatifnya tak terkecuali dunia FB. Sebagai sarana komunikasi semesta yang moderen dalam banyak hal dapat juga sebagai sarana pergaulan yang amat positif. Orang-orang yang terlibat bisa menciptakan komunikasi yang amat pribadi bahkan bisa mengarah ke hubungan yang sangat mendalam. Timbulnya perselingkuhan baik ringan maupun parah tidak dipungkiri banyak berawal dari pertemanan lewat FB. Bahkan saking asiknya ngobrol tidak jarang sampai berlanjut ke pertemua langsung empat mata. Pertemanan yang melewati batas susila akan memberikan peluang menciptakan adegan BF (Blue Film) yaitu hubungan perselingkuhan atau fornografi yang dilarang agama. Laki-laki FB(FlayBoys) akan sangat senang mencari mangsanya di FB (FaceBook) agar bisa diajak melakukan hubungan terlarang ”BF” ( Blue Film). Bahkan beberapa cewek ingusan yang terlena rayuan laki-laki BF (Boy Frends) sampai nekat meninggalkan rumah agar bisa bertemu dengan arjuna pujaan hatinya. Kasus penculikan gadis-gadis ingusan tidak jarang bermula dari FB (Face Book) untuk diajak melakukan adengan BF ( BlueFilm).
Saran Orang tua untuk para remaja FB (Face Book mania), gunakanlah FB sekedar hanya mencari teman positif yaitu teman BF (BoyFriends) untuk menambah buku koleksi pertemanan (Book of Frends) janganlah terlena kelewat batas pergaulan sampai menjadi bintang film BF (BlueFilm)!
