Ingetang Makenyem

Senyum itu awal Kebahagiaan
Senyum itu akhir Kebahagiaan
Senyum itulah Kebahagiaan

Bila kita ingin senang tersenyumlah pada lingkungan, jika ingin hidup penuh suka cita senyumlah pada diri sendiri dan ketika menginginkan hidup tenang persembahkanlah senyum tulus kehadapan Sang Pencipta. Maka salah satu cara untuk mewujudkan kebahagiaan hanya dengan selalu tersenyum tulus.

Senyumlah tulus dalam keadaan apa pun, kapan pun, dimana pun serta kepada siapa pun. Dunia pun akan tersenyum bila kita tersenyum.

Ingat senyum sejati itu tidaklah memerlukan alasan, tidak dibuat-buat serta tulus hati, maka "Senyum, ya Tersenyumlah......" ! Anda pasti akan menemukan makna senyum yang sesungguhnya.

Salam Senyum..!

































Kamis, 11 Maret 2010

Inspirasi Menulis Buku


9 BUKU OLEH BUKAN PENULIS
Pada awalnya saya tidak pernah membayangkan akan bisa membuat 9 buku seperti sekarang. Saya lebih senang kalau teman-teman pembaca menyebut saya seorang pendokumen kebahagiaan, karena semua buku tersebut merupakan sebuah catatan  rekaman kehidupan. Ide pertama kalinya muncul sejak tahun 2005  ketika saya menunggu istri sedang kreambath di salon. Pekerjaan menunggu adalah kegiatan paling membosankan bagi sebagian besar suami yang sudah berumah tangga cukup lama. Untuk mengurangi rasa bosan, saya mencoba membaca koran bekas yang ada di sana. Ada sebuah artikel menarik hasil penemuan  terbaru tentang kebahagiaan, yang menyebutkan, "Kenapa di jaman sekarang banyak orang hidupnya tidak bahagia? Itu karena kemalasan kita mendokumentasikan momem-momen bahagia dalam hidup ini". Penemuan itu akhirnya  menyimpulkan, “Orang bahagia adalah orang yang paling banyak mendokumentasikan kebahagiaan dalam hidupnya. Dokumentasi bisa visual seperti foto atau rekaman pristiwa-pristiawa bahagia. Yang paling penting dan jarang orang lakukan adalah mencatat ide, pikiran atau saat-saat mimpi bahgia." Dari sejak itu saya mulai rajin memcatat pristiwa-peristiwa bahagia yang terjadi.dalam hidup ini. Buku ini pada awalnya hanya kumpulan kalimat-kalimat bahagia yang tidak beraturan serta tidak menarik untuk dibaca. Kemudia saya rangkai dalam sebuah paragraf sehingga menjadi sebuah bacaan. Saat itu saya rasa bacaan itu sudah sangat bagus dan menarik. Lalu saya coba sodorkan kepada kritikus yang paling handal di dunia yaitu istri saya, karena dia adalah orangnya tidak suka membaca dan selalu ‘meboya’ meledek dengan kritikan canda. pada suaminya. Apa yang terjadi? ternyata dugaan saya benar bacaan yang saya sodorkan dipandang sebelah mata bahkan dengan senyum sinis dia berucap “Ini bacaan paling buruk yang pernah saya baca, idenya tidak karuan, kalimatnya jelas, apalagi tata bahasanya  ambur-radul. Parah deh!” Saya mulai berpikir orang yang paling saya sayangi saja seperti itu komentarnya apalagi orang lain?,  Saya jadi tertantang dan termotivasi, dengan tekun saya merevisi dan berdiskusi, apa sih maunya istri? Saya berkeyakinan bila orang yang tidak senang membaca sampai berhasil tertarik, untuk yang lainnya pastilah lebih tertarik lagi. Kira-kira setelah dua tahun secara diam-diam baru istri saya mengakui dan  denga jujur mengatakan bahwa buku yang ditulis sudah bagus. Saya amat gembira mendengarnya, tetapi saya  juga bingung untuk mencari editor. Akhirnya timbul ide bagaimana kalau anak saya yang kelas lima Sekolah Dasar disuruh membaca. Bila seorang anak Sekolah Dasar saja bisa mengerti  untuk orang lain pasti lebih mudah memahami. Saya berusaha merevisi  sampai anak saya yakin bisa mengerti. Setelah keduanya setuju kemudian saya coba sampaikan dengan teman-teman mengenai ide saya dan sebagian besar menyarankan untuk diterbitkan dalam sebuah buku,. bahkan ada sampai indent (memesan) untuk membeli, hebat kan? Kemudian saya memberanikan diri membawa ke seorang editor professional secara pribadi, takut kalau ditolak. Ternyata diluar dugaan, editor malah sangat terkesan dengan apa yang saya tulis, bahasanya sederhana dan idenya masih murni. Saya berusaha menjelaskan di rumahnya sampai larut malam, saking terkesannya sampai-sampai dia memangil istri dan anaknya untuk ikut mendengarkan cerita mengenai tulisan saya. Akhirnya dengan senang hati beliau mau mengedit dan hasilnya sekarang sudah bisa menerbitkan edisi perdana dari sembilan “Buku seri  Senyum ya Tersenyumlah” yang mengulas tentang hakekat kebahagiaan. Saya bersyukur atas Ijin Tuhan serta bantuan semua pihak yang perduli dengan kebahagiaan, buku ini bisa diterbitkan dan diterima di masyarakat. Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih terutama sekali kepada almarhum Ibu sederhana saya yang sangat menginspirasi hidup saya, Istri dan putra putriku tersayang yang selalu menyemangati langkah saya, Bapak Editor yang luar biasa yang menjadikan tulisan saya sebuah buku yang enak dibaca, Penerbit dan pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Saya juga minta maaf bila ada yang kurang, salah kata, ide maupun pengungkapannya, karena itu murni kesalah an saya dari seorang manusia biasa dan bila mana ada manfaat yang diperoleh dari buku ini itu semua berkat Sang Pencipta, saya hanya bertugas menuliskan dan menyampaikannya saja. Sebelum saya mengantar teman pembaca membuka pintu awal kebahagiaa tersebut , terimalah salam tulus dari kami “Salam  Senyum !” 

PANDUAN PRAKTIS BAHAGIA MENUJU KEDAMAIAN,
Edisi Pengantar,  Buku Seri ; SENYUM, YA TERSENYUMLAH,
oleh : Arsiawan Adi
Banyak orang yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan rumit tentang ilmu pengetahuan, namun sangat sedikit yang mampu menemukan jawaban pertanyaan tentang kehidupan. Sebelum membuka pintu awal Buku Panduan  ini, marilah  kita merenungkan beberapa pertanyaan berikut:
● Apa sih sebenarnya tujuan hidup ini?
● Apa yang dipakai panduan dalam mewujudkan tujuan tersebut?
● Bagaimana menerapkan panduan yang telah diyakini?
● Apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan tujuan tersebut?

Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia, tetapi mereka bingung ke mana mencari, dan bagaimana wujudnya? Lalu berusaha sampai ke ujung dunia, yang akhirnya menimbulkan frustasi, lelah dan putus asa. Di pihak lain, ada orang mampu hidup bahagia dan ceria walaupun kelihatan berusaha tanpa susah payah. Nah, untuk mencari di mana dan bagaimana kebahagiaan itu, maka Buku Panduan Praktis Bahagia Menuju Kedamaian ini sebaiknya perlu dibaca yang akan memberikan tuntunan bagi orang-orang yang ingin hidup bahagia dan ceria. Buku Panduan ini sangat luar biasa karena dapat menjawab beberapa pertanyaan mendasar meliputi:
● Apa sebenarnya kebahagiaan itu?
● Di manakah kebahagiaan itu?
● Apa komponen kehidupan sempurna?
● Bagaimana teknik mengumpulkan materi, mewujudkan bahagia dan menumbuhkan rasa ikhlas ?
● Apa sebaiknya kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari agar bisa bahagia dan ceria?
● Bagaimana tipe manusia sempurna dan teknik mewujudkannya?

Bagi yang ingin memesan, silahkan bertemu di;
Email  ; ingetangmakenyem@gmail.com
FB     ; arsiawan adi
Hp   . ; 081 2398 1911

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas komentar anda !